~7

679 101 12
                                        

setelah hari dimana aran jujur padanya, memberitahukan semua yang perlu diketahui gracia tentang arta

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

setelah hari dimana aran jujur padanya, memberitahukan semua yang perlu diketahui gracia tentang arta. Gracia mulai menjaga jarak dari arta, dan laki-laki itu mungkin sudah mengetahuinya.

tidak ada yang berubah tentang arta, dia tetap menjadi siswa baru yang disukai banyak gadis, kedekatannya dengan ashel juga sudah bukan rahasia umum lagi. semua sudah jelas, tapi satu yang hilang.

sang pemilik gigi ginsul itu sudah tidak pernah terlihat bersama arta.

"hari ini mau belajar bareng?" tanya feny saat gadis itu sudah mengambil duduk disamping sisca.

sisca menggeleng "hari ini aku mau nonton konser, kalian mau ikut nggak?" ajaknya yang benar saja digelengi oleh kedua gadis itu.

"mau belajar ajah, sis! sebentar lagi ujian, aku harus berhasil masuk peringkat" ujar gracia yang membuat sisca sedkit sadar akan fakta jika gracia yang ingin lulus masuk kedokteran.

"jadi gimana dengan tawaran arta waktu itu, gre?" gracia terdiam lalu mengedipkan bahunya

"entah, aku mau berusaha dengan cara aku sendiri, sis!" ucapnya sambil melirik kearah arta yang ternyata sedang menatapnya diseberang sana dengan zean dan juga freyan "arta terlalu misterius"

sisca dan feni ikut menatap kearah arta dan juga teman-temannya. keduanya menatap tajam pria itu.

"jangan dipikirkan! untungnya perasaan kamu belum sebesar itu" ujar sisca tapi sukses membuat gracia terdiam "gre, benarkan?"

gracia menatap sendu kearah sisca yang membuat sisca menghela nafas dengan feni yang bergerak mengambil duduk disamping gracia, memeluknya sambil mengelus lengan sahabatnya.

"belum terlambat, gre!"

gracia mengangguk sambil tersenyum.

.

.

"gracia?"

gracia yang saat itu baru saja ingin berbelok kearah perpustakaan akhirnya berhenti, berbalik sedikit karena suara seseorang yang membuatnya harus menunggu sosok yang memanggilnya tadi

"freyan?"

freyan, pria itu tersenyum lalu memberikan sebuah brosur kepada gracia yang segera saja di terima oleh gadis itu. senyuman terbit di bibirnya saat membaca isi dari brosur yang diberikan oleh freyan.

"gue tau, lo tidak akan membiarkan kesempataan ini terlewat begitu saja, kali ini kesempatan lo, gre! gue yakin lo pasti bisa" ujar freyan yang membuat gracia tersenyum angguk

"thanks yah, info ini sangat gue butuhkan banget"

freyan tersenyum lebar lalu mengangguk "gue tau lo mau banget masuk univ itu, dan juara satu dari olim ini bisa berkesempatan dapat beasiswa di UI"

gracia mengangguk dengan mata yang begitu berbinar "thanks lagi, freyan" freyan mengangguk lalu berbalik setelah berpamitan pada gracia.

gracia tertawa saat melihat bagaimana freyan berlari dengan sangat buru-buru kearah lapangan. gracia hanya bisa tersenyum saat laki-laki itu hampir saja tersandung karena kecerobohannya sendiri.

PRAGMA Dandelion (Gradel)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang