40. toilet

3.6K 75 4
                                        

Annyeong 👋🏻

Budayakan vote sebelum membaca ya temanku, biar ga kelupaan karna keasikan membaca 💜

Budayakan vote sebelum membaca ya temanku, biar ga kelupaan karna keasikan membaca 💜

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi harinya pukul 06.00 Hazel masih berada dalam pelukan Zayn. Ia enggan untuk membuka mata.

Zayn masih tertidur dengan suhu tubuh yang masih hangat dan rasa pusing di kepalanya tak kunjung reda harus terusik karna suara alarm di ponsel Hazel terus terdengar nyaring.

Zayn masih tertidur dengan suhu tubuh yang masih hangat dan rasa pusing di kepalanya tak kunjung reda harus terusik karna suara alarm di ponsel Hazel terus terdengar nyaring

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Zayn mengerjapkan matanya. Tangan kanannya bergerak mengambil ponsel Hazel yang berada tak jauh disamping Hazel.

Zayn mengusap rambut Hazel. "Azel udah jam 6, bangun sekolah."

Hazel menggeleng dan semakin mengeratkan pelukannya di perut Zayn dari samping. "Gamau. Azel gamau sekolah vier, mau bolos aja. Azel masih kangen Vier." Ujarnya dengan suara serak dan mata yang masih tertutup.

"Sekolah, nanti malem kita keluar deh. Mau?"

Seketika Hazel menegakan badannya menjadi menatap Zayn. "Beneran? Ah boong Vier kan masih sakit." Hazel kembali merajuk.

Zayn menyentil pelan hidung gadisnya ini. "Aku cuma butuh istirahat lagi aja sampai kamu pulang sekolah nanti. Setelahnya beneran deh aku udah gapapa Sayang."

Hazel mengecerutkan bibirnya. "Tapi Azel tetep gamau sekolah. Nanti kalo Azel sekolah tiba tiba Vier terbang ke Spanyol diculik papah gimana?"

"Astaga engga! Aku berangkat hari kamis jam 4 subuh Azel." Ucap Zayn dan terkekeh pelan.

"Sumpah?!" Tanya Hazel tajam.

Zayn mengangguk cepat. "Iya sayangku cintaku Azelku. Sekarang sekolah dulu ya? Malam kita keluar cari mam, udah lama kan ga keluar malem bareng?"

Akhirnya Hazel mengangguk pelan  dan membuang nafasnya panjang. "Yauda iya Azel sekolah."

Zayn sontak memeluk Hazel erat. "Gitu dong jadi makin sayang Vier sama Azel."

HAZYAN [END✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang