🛎️ Jangan lupa follow dulu sebelum baca, karena cerita ini udah aku privat. Dan budayakan vote sebelum membaca untuk menghargai penulis biar makin semangat juga update ceritanya !!!!
ZAYN SAVIER ABRAHAM
HAZEL AILEEN RENANTA
Ini adalah cerita tentan...
Omaaiiigat gak nyangka banget udah chapter 54 🙆🏻♀️
Dan sepertinya ini bakal menjadi bagian-bagian akhir cerita gais---
Artinya ending sudah didepan mata, siapa yang nungguin ending Hazyaan?!
Oiya jangan lupa untuk vote and coment yah, karna itu bakal jadi semangat aku untuk menulis mendekati ending inii...
Akkk love u semuaaa 💜💜💜💜
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hazel membuka pintu kamarnya pelan-pelan sampai tidak menimbulkan suara.
Kepalanya setengah menyembul pada pintu untuk melihat kondisi diluar. Kemudian matanya melihat seseorang yang sangat ia rindukan tengah duduk di meja makan dengan laptop yang menyala serta beberapa lembar kertas didepan nya.
Ia memegang kepalanya sembari menunduk melihat layar laptop.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Telinganya pun samar-samar mendengar obrolan Zayn dengan Riel, Evan, dan juga Jayden. Seperti sedang ada pembahasan serius melalui virtual di laptopnya.
Dirasa aman Hazel segera menutup pintunya perlahan. Dan berjalan pelan pelan mendekati Zayn. Namun saat Hazel sudah berada didepan Zayn dan menampilkan cengiran bodohnya, laki-laki itu sama sekali tidak melihatnya. Ia masih fokus melihat layar laptopnya.
"Coba papah cocokin data yang aku kirim itu." Ucapnya.
Hazel menopang tubuhnya dan berjongkok disamping Zayn.
"Iya sebentar papah cek lagi. Riel coba kamu baca file yang dari Alex." Hazel mendengar suara serius Evan dari laptop Zayn.
Dirasa benar benar tidak dianggap oleh Zayn, ia memanyunkan bibirnya dan memilih untuk mengambil air di kulkas yang berada tepat dibelakang Zayn.
Sepertinya hari ini adalah hari sialnya. Karna sudah pasti Zayn marah besar padanya dan sebentar lagi kabar kegilaannya semalam akan tembus pada kedua orang tuanya.