🛎️ Jangan lupa follow dulu sebelum baca, karena cerita ini udah aku privat. Dan budayakan vote sebelum membaca untuk menghargai penulis biar makin semangat juga update ceritanya !!!!
ZAYN SAVIER ABRAHAM
HAZEL AILEEN RENANTA
Ini adalah cerita tentan...
Lama tidak berjumpa teman kesayanganku, ih rindu kalian dehh 🤏🏻
Kalian gimana, ada yang rindu aku? *wkwkwk pede gilee
Semoga dimanapun kalian berada, apapun situasi nya aku harap kebahagiaan serta kesehatan selalu menemani kalian yah para pembacaku 💜💜 💜 💜
Lesgoooooo
Sebelum baca, jangan lupa pencet tombol bintang di pojok kiri dan komen! Aku tunggu komenan kalian untuk update bab terakhir cerita Hazyan 😉🤘🏻
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesampainya di IGD.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Beberapa perawat dan dokter jaga yang tahu Zayn datang pun segera menghampirinya. "Sebelah sini dok."
Dengan tangan yang masih menggendong Alaska, ia mengangguk dan mempercepat langkahnya untuk sampai di bed Alvaska.
"Adik sudah di periksa dok, tidak ada yang serius. Hanya saja tadi asmanya sempat kambuh, dan sudah saya pakaikan nasal cannula." Jelas dokter jaga kepada Zayn.
Alvaska memang memiliki penyakit asma dari sewaktu bayi. Dan betul saja, saat membuka setengah tirai, Zayn dan Alaska melihat nasal cannulaatau selang oksigen sudah terpasang di hidung Alvaska. Dan Mang Enjan yang setia duduk disamping brankar Alvaska.
Dengan air mata yang membendung di pelupuk matanya, Mang Enjan segera berdiri saat melihat Zayn datang.
"Thanks ya Ri." Ucap Zayn pada Fahri, dokter jaga junior Zayn.
Fahri mengangguk. "Saya ijin mau check pasien yang lain dulu dok." Balas Fahri dan pergi.
"Mang Enjan tidak apa-apa?" Tanya Zayn saat melihat supir pribadinya sudah berlinangan air mata.