🛎️ Jangan lupa follow dulu sebelum baca, karena cerita ini udah aku privat. Dan budayakan vote sebelum membaca untuk menghargai penulis biar makin semangat juga update ceritanya !!!!
ZAYN SAVIER ABRAHAM
HAZEL AILEEN RENANTA
Ini adalah cerita tentan...
Annyeong 👋🏻 Budayakan vote sebelum membaca ya teman temanku, biar kalian tida terlena keasikan membaca sampai lupa untuk vote 😉☆★
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seminggu kemudian.
Hazel yang baru saja tiba di apartemen Zayn, membanting tasnya asal disusul merebahkan tubuhnya yang lelah diatas sofa.
Seperti rencananya kemarin bersama Lea dan Yolla. Mereka baru saja pergi berbelanja bersama mencari kado sekaligus baju serta make up untuk acara ulang tahun Kania lusa nanti.
Dan selama seminggu juga Hazel menjalankan hari hari seperti biasanya. Tidak ada yang spesial harinya selama seminggu tanpa sosok pujaan hati dan tentunya sampai Minggu depan.
Seminggu tanpa Zayn membuat Hazel mulai terbiasa mandiri. Hazel pun memilih untuk tetap tinggal di apartemen Zayn dari pada dirumahnya. Hal itu membuat Meyra serta Fadli kadang harus bolak balik untuk mengecek kondisi putrinya.
Seperti sekarang contohnya.
Bel pintu apartemen Zayn terus berbunyi, Hazel sudah bisa menebak siapa tamu yang datang itu.
Hazel mengambil nafasnya panjang dan segera bangkit untuk membuka kan pintu apartemen.
"Aduh anak mamah lesu banget mukanya, padahal katanya abis shopping shopping." Ucap Meyra sembari masuk melewati Hazel begitu saja.
Hazel kembali mendengus kesal. Ia menutup kembali pintu apartemen dan menyusuli Meyra.
Hazel melihat Meyra sedang menaruh beberapa masakan yang sengaja dibawa dari rumah untuk makan Hazel disini.
"Mamah bawa apa? Kan udah Azel bilang kalo Azel bisa masak sendiri." Hazel menopang dagunya malas dan duduk disamping Meyra.
Meyra menoleh dan terkekeh mengejek. "Iya masakan kamu yang rasanya nano nano itu."
"Ih! Tapikan Azel bilang sama mamah, kalo Azel mau mandiri."
Meyra mengangguk anggukan kepalanya sembari tersenyum. "Iya sayang iya, hari ini terakhir deh."
Hazel menidurkan kepalanya diatas meja makan sembari menatap Meyra yang masih sibuk merapihkan makanan.
"Mahh Vier sibuk banget ya disana? Sampe sampe udah seminggu ini dia ngelupain Azel..." Tanya Hazel sedih yang memandang lurus Meyra.
Meyra menoleh dan mengusap sayang rambut anaknya itu. "Sabar ya sayang. Kemarin papah sempet ketemu sama Riel, katanya si disana Zayn sama papahnya emang sibuk."
Hazel makin merengek sembari matanya yang mulai berkaca kaca. Ia sedikit menghentak hentakan kakinya kesal namun juga bingung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.