46. hari sial Hazel

2.9K 57 3
                                        

Annyeong 👋🏻

Hellow teman pembacaku 💐

Budayakan vote sebelum membaca yah, biar ga kelupaan karna keasikan membaca 😉

Budayakan vote sebelum membaca yah, biar ga kelupaan karna keasikan membaca 😉

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dan keduanya pun berjalan menuju ruang OSIS.

"Nama Lo siapa?" Tanya Hazel saat melewati lapangan depan sekolahnya.

"Anin kak, 11 IPA 3." Jawab Anin sopan disamping Hazel.

Hazel mengangguk mengerti. "Kok si nenek lampir itu masih ikut serta dalam hal ini? Bukannya kalian udah serah terima jabatan?"

Anin mengangguk mantap. "Iya kak, tapi belum sepenuhnya dilepas gitu. Apalagi Minggu depan  kelas sebelas bakal tour tiga hari, jadi Excel masih minta bantuan OSIS tahun kemarin kak."

Lagi lagi Hazel hanya mengangguk mengerti. Dan mereka tibalah didepan ruang OSIS.

Klek.

Begitu pintu OSIS terbuka, hal yang pertama kali dilihat Hazel adalah sosok yang Hazel sebut nenek lampir tadi tengah duduk santai di kursi ketua osis dengan ponsel di tangannya.

Hazel berdecih muak.

Seakan tersadar ada yang masuk, Syifa memasukan ponselnya dan menatap Hazel dengan senyum sinisnya.

"Duduk kak." Anin menyuruh Hazel duduk di salah satu kursi didepannya.

"Jam berapa ini buk? Telat lagi?" Ucap Syifa yang kini mendekati Hazel yang sudah duduk dan membanting buku punishment dimeja depan Hazel.

"Tulis nama sama kelas Lo." Ketus Syifa.

"Santai elah, kasar amat jadi cewek." Gerutu Hazel.

"Cih! Gausah banyak bacot!" Syifa berdecih dan berucap sinis.

"Selama dua Minggu kedepan Lo bakal berurusan sama gue ya! Jangan harap Lo dapet hukuman ringan dan perlakuan lembut seperti yang biasa Zayn lakuin buat Lo. Ngerti kan?!" Lanjut Syifa tajam yang berjongkok didepan meja menjadi bertatapan langsung dengan Hazel.

Sebenernya Syifa sudah menyadari itu sedari lama, sudah jadi kenyataan kalau Zayn selalu memperhatikan Hazel dengan lembut. Dan itu semakin membuatnya membenci Hazel.

Hazel hanya mengangkat bahunya acuh, dan mulai menulis nama serta kelasnya di buku punishment.

"Cepet."

Hazel menatap malas Syifa sebentar. "Anin kamu nanti kalo jadi OSIS apalagi udah jadi senior jangan kaya gini, tidak patut untuk ditiru macam seperti ini." Ujarnya yang masih terfokus pada tulisannya.

"Sialan! Memang macam manusia kaya Lo juga patut untuk ditiru?! Telat tiap hari, ga taat aturan, modelan begitu bagus untuk ditiru Anin?!" Jawab Syifa tajam kepada Anin.

HAZYAN [END✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang