epilog

5.1K 59 3
                                        

Annyeong 👋🏻👋🏻

Budayakan vote sebelum membaca temanku, biar tida kelupaan karna keasikan membaca Hazyan 😉💗

Disebuah taman luas berlatarbelakang laut serta beberapa dekorasi membuat tempat ini nampak begitu hangat dan indah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Disebuah taman luas berlatarbelakang laut serta beberapa dekorasi membuat tempat ini nampak begitu hangat dan indah. Dan disana, ada seorang pria tengah duduk dengan perasaan gelisah. Perasaannya gugup namun juga ia merasa senang.

Hari ini, tepat tiga bulan setelah acara kelulusan kemarin.

Ya, hari yang sudah lama ia tunggu-tunggu. Hari dimana dirinya akan segera menjadikan Hazel sebagai istrinya, belahan jiwa sekaligus ibu dari anak-anaknya kelak.

Wangi bunga mawar serta beberapa bunga lain yang tersebar di sekeliling taman disebuah villa di Bali ini tercium begitu semerbak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Wangi bunga mawar serta beberapa bunga lain yang tersebar di sekeliling taman disebuah villa di Bali ini tercium begitu semerbak.

Alunan musik yang hangat pun mulai terdengar.

Dari kursi samping, Abraham menggenggam tangan anak sulungnya. Zayn yang semula menunduk gugup, kini melihat sang ayah.

Abraham tersenyum dan mengangguk yakin, seolah mengatakan pada anaknya semua akan berjalan lancar dan semua kekhawatiran yang ia rasakan tidak akan terjadi. Abraham teramat mengerti apa yang tengah Zayn rasakan saat ini. Semua perasaan seketika berkumpul menjadi satu. Di tepuknya tangan Zayn untuk memberikan semangat.

Melihat senyum yakin Abraham, Zayn membalasnya. Kemudian ia melihat Fadli didepannya, tepat disamping penguhulu juga tengah tersenyum yakin padanya.

Zayn semakin yakin. Dan detik berikutnya, penghulu mulai mengulurkan tangan pada Zayn memberi isyarat jika prosesi akad akan dimulai. Sebelum membalas uluran tangan itu, Zayn mengambil nafasnya dalam kemudian dengan mantap ia mulai menyambut uluran tangan penghulu.

Semua orang yang menghadiri prosesi akad ini semakin dibuat tegang. Mereka melihat dengan jelas wajah Zayn yang memancarkan keyakinan itu membuat semuanya menyadari jika saat ini adalah saat yang paling sakral dan mengharukan.

"Baiklah saudara Zayn Savier Abraham,"

Suara penghulu seketika menggema di ketegangan taman, "hari ini, Saudara akan mengucapkan akad nikah dihadapan kami, dihadapan Allah sebagai ikrar perjanjian suci untuk ibadah yang abadi ini. Maka dengan itu, ucapkan dengan yakin dan jelas."

HAZYAN [END✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang