61. semua karna ipul

3.2K 48 8
                                        

Annyeong 👋🏻👋🏻

Budayakan vote sebelum membaca ya temanku, biar tidak kelupaan karna keasikan membaca 😉🩷

Budayakan vote sebelum membaca ya temanku, biar tidak kelupaan karna keasikan membaca 😉🩷

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sepeninggalan Syifa, Hazel kembali berjalan menuju kantin.

Dan disana, para siswa sudah tidak seramai tadi. Ia pun segera duduk bergabung dengan sahabatnya yang lain.

Zayn yang tahu kekasihnya itu datang menepuk kursi sebelahnya. Menyuruh Hazel untuk duduk disampingnya.

"Gimana? Jablay itu ngomong apa aja sama Lo?"

"Dia ga sampe ngapa-ngapain Lo lagi kan Zel?"

"Terus sekarang dia ada dimana Zel?"

Baik Lea, Yolla maupun Kania langsung bertanya pada Hazel. Sedangkan Hazel hanya membalasnya dengan gelengan kepala.

"Dia balik. Si Aska nyuruh dia berobat ke psikiater." Jawab Hazel yang mulai memakan bekal buatan Zayn pagi tadi.

Mendengar jawaban Hazel, kelima sahabatnya itu langsung terbelalak tak percaya. Mereka menatap intens Hazel.

Hazel mengangguk sembari menggigit sandwich ditangannya. "Anyway kenapa dia sampe dikeluarin dari sekolah?"

Pertanyaan Hazel kembali menyadarkan mereka pada aktivitas makannya masing-masing.

"Kepsek sadar kali, kalo sekolah ini ga butuh murid kaya dia." Celetuk Kania santai membuat Lea dan Yolla terkekeh.

"Tapi kan kasian. Sebulan lagi loh kita lulus." Jawab Hazel lagi.

Zayn menautkan alisnya. Ia menoleh menatap tunangan nya datar. "Lantas? kamu gak kasian sama diri kamu sendiri?" Tanyanya dengan nada tak suka.

Hazel menatap balik Zayn. "Maksud kamu?"

"Dengan apa yang udah dia lakuin ke kamu kemarin! Kamu masih mau bilang kasihan sama dia hah?!" Bentak Zayn spontan dan menatap Hazel kesal.

Dibentak dadakan seperti itu membuat Hazel mengerjapkan matanya syok.

"Yaudah si, aku kan cuma nanya kenapa kamu jadi marah dan bentak aku?!" Jawab Hazel yang kembali membentak Zayn.

Hazel bingung harus merasakan apa antara senang atau kasihan. Suasana kantin pun tiba-tiba berubah menjadi hening. Para sahabatnya hanya bisa menatap canggung satu sama lain.

Zayn yang merasa sudah lepas kendali pun menarik panjang nafasnya. "Aku gak marah sayang." Jawab Zayn lembut dan merangkul pundak Hazel.

HAZYAN [END✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang