🛎️ Jangan lupa follow dulu sebelum baca, karena cerita ini udah aku privat. Dan budayakan vote sebelum membaca untuk menghargai penulis biar makin semangat juga update ceritanya !!!!
ZAYN SAVIER ABRAHAM
HAZEL AILEEN RENANTA
Ini adalah cerita tentan...
Aku balik lagi bawain sisa extrapart nih, siapa yang masih nungguin?
Oiya aku mau tau dong, menurut kalian cerita Hazyan ini gimana? Memuaskankah? Atau membosankan?
Saran saran dong teman 👉🏻
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Siang harinya.
Dengan balutan dress selutut berwarna putih, sedikit polesan makeup di wajah dan rambut panjangnya yang ia ikat rapih menjadi satu. Membuat penampilan yang sederhana itu begitu sempurna untuk Hazel.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hazel membuka ponsel, berniat ingin memberi tahu Zayn jika dirinya akan pergi sebentar untuk menjemput anak-anak. Namun sepertinya pria itu masih sibuk menangani pasien gawat darurat disana, hingga chat pagi yang sempat ia kirimkan di WhatsApp pagi tadi masih centang dua abu-abu. Zayn belum membuka pesannya.
"Non." Panggil mbok Dami mendekati Hazel yang hendak menaiki mobil hitam Alphard.
Hazel mendongak dan tersenyum. "Kenapa mbok?"
"Saya ikut saja ya, temani Non menjemput anak-anak." Ujar Mbok Dami dengan wajah gusarnya.
"Gapapa mbok jaga rumah aja, lagian saya juga sama mang Enjan." Jawab Hazel dan menunjuk supirnya itu dengan dagunya.
Mbok Dami mengambil nafasnya dalam. "Saya takut Tuan marah. Perasaan saya juga tidak enak Non."
Hazel mengusap lembut lengan mbok Dami yang selama ini membantunya dengan tulus membersihkan rumah sekaligus menjaga anak-anaknya itu. "Nanti saya kabarin Zayn mbok, jadi mbok tidak perlu takut dan khawatir. Tunggu saya dirumah ya mbok." Balas Hazel dan tersenyum meyakinkan mbok Dami.