BAB 18.

263 18 2
                                        

Bantu vote komen yaa💟

__________++__________
********

بسم الله الرحمن الرحيم

☁️Selamat Membaca☁️

"Andai memilikimu itu semudah membeli chiki, memiliki dan melupakanmu itu sesulit mendapatkan emas yang harganya mencapai triliun. Tapi akan kuusahakan dirimu agar bersamaku"

*KEVANALDIVELIXIO*

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tanpa sepengetahuan keluarga Ganendra dan Dirgantara ternyata ada sepasang mata sedang memandang mereka semua. Mendengarkan percakapan kedua keluarga tersebut hingga akhir

Bibir yang awalnya datar kini sedikit tersenyum miring, rahang yang mulai mengeras. Orang itu rela membatalkan meeting yang sangat penting

"Kurang ajar! Berani-beraninya mereka menjodohkan gadisku bersama orang lain. Tunggu pembalasan saya!"  Batinnya

Keluarga Ganendra merasa senang karena putri bungsunya telah memiliki pasangan, tetapi putra atau anak pertamanya masih single. Bulan merasa melangkahi kakaknya

Bulan sedang berada di balkon lantai 2, ia sedang bersantai meminum teh sambil melihat matahari terbenam di sore hari dari lantai 2. Saat sedang melamun tiba-tiba kakaknya sudah berada diambang pintu balkon

"Dek, ngapain jangan ngelamun gitu" Damar duduk dikursi yang berada di samping Bulan

Bulan tersadar dari lamunannya "Ah, nggak kak gapapa"

"Kamu kepikiran soal ucapan tadi?" tanya Damar yang diangguk langsung oleh Bulan

Damar semakin mendekati Bulan kemudian ia memeluknya "Udah ya, jangan dipikirin. Kakak nggak papa kalo kamu nikah duluan dan ngelangkahin kakak"

"Kakak bahagia kamu udah ada yang ngejaga selain kakak dan papa. Kamu harus ingat dek, seberapa kuat kamu minta restu sama papa"

Bulan terus memandang Damar sambil merasakan hangatnya pelukan kakak, ini adalah moment yang ia tunggu selama ini. Sudah cukup lama Bulan tidak merasakannya karena mereka berdua sibuk dengan urusan masing-masing

"Papa dulu kekeh banget, papa nggak setuju kamu pacaran sama Bintang itu mungkin karena papa gamau putrinya dalam jalan sesat. Dilain sisi pasti ada alasan lain, terus kemarin papa tiba-tiba berubah pikiran kan"

Damar menatap adeknya yang juga sedang menatapnya, Bulan mengangguk menyetujui ucapan Damar. Memang benar sulit sekali meminta restu kepada papanya, ia saja hampir pasrah

"Tapi alhamdulillah, allah sekarang buka pintu hati papa dan akhirnya kalian di restui. Kamu nggak boleh sedih, jodoh udah ada yang ngatur" tambah Damar dengan senyum yang mulai terbit

"Aaaaaaaaaaa sayang kakak" tiba-tiba Bulan menjadi anak kecil dan langsung memeluk erat kakaknya

Mereka berpelukan sekitar 5 menit lalu Nisa memanggil dari lantai bawah untuk persiapan makan malam, Damar dan Bulan segera menuju kebawah bersama-sama. Persaudaraan yang sangat diinginkan orang-orang, jika salah satu diantara mereka sedang rapuh maka mereka akan menguatkan satu sama lain

Bertahan Atau Pergi? ( REVISI )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang