Book 19

2.1K 206 12
                                        

donghyuck membuka matanya, suasana yang aneh ini sama seperti saat dirinya koma

"eh?"

donghyuck berdiri dia menatap sekelilingnya dengan bingung "bukankah tadi aku berada di ruangan nenek tua?"

tik

donghyuck menunduk, itu genangan air

dia semakin bingung, apakah dia berhalusinasi?

"hai"

donghyuck kembali mendongak dia menatap sekitar mencoba mencari sumber suara tadi

keningnya berkerut melihat sosok di depan matanya yang sedang tersenyum "apa halusinasi ku parah? kenapa aku bisa melihat bayangan ku sendiri?"

"nama ku donghyuck"

donghyuck semakin heran saat kembaran dirinya berbicara "kau kan memang donghyuck-"

"yang berjiwa haechan"

donghyuck terdiam "aku tidak menyangka kita akan bertemu disini donghyuck! kau tau aku selalu memperhatikan mu dari atas sini!" seru haechan

haechan mendekat dan menepuk nepuk pundak donghyuck dengan senang

donghyuck menatapnya dengan aneh "oh ayolah kenapa reaksimu begini?" dengus haechan

"apa aku gila? bukankah haechan sudah mati" bingung nya

haechan berdecih "kau kan sudah mati juga"

"benar juga"

donghyuck melotot dia memegang pundak haechan dengan kuat membuat sang empu kebingungan

"berarti! apa kau menjalani hidupmu di zaman ku?! apa kau menjadi raja disana?! apa aku yang disana belum mati?! apa jiwa kita tertukar?! apa kau-"

"apa kau bodoh? jiwa kita tidak bertukar tubuh mu jelek, sudah tidak bisa di tempati"

ekspresi wajah donghyuck menjadi masam "kau menghina tubuh ku" sinis nya

"tentu saja! dibandingkan tubuh mu tubuh ku lebih bagus!" bangga haechan

donghyuck mengangkat bajunya "perut mu jelek, gendut"

haechan terdiam dia mengangkat bajunya juga "perutmu juga-wow berotot"

haechan meraba raba perut nya, merasakan kotak kotak indah disana "wah aku belum pernah mempunyai tubuh seperti ini, aku ralat tubuh mu bagus"

donghyuck merasa malu sendiri melihat sikap haechan yang mengelus elus perutnya sendiri

"dimana kau mendapatkan tubuh ku?" tanya donghyuck

"aku memungutnya" jawab haechan

donghyuck menganga "memangnya tubuh ku sampah?! dimana kau memungutnya!"

"di tempat pemakaman" haechan merapikan kembali penampilannya

ingin rasanya donghyuck membelah mulut haechan sekarang "kau si–"

"hey donghyuck tentang sungchan"

donghyuck terdiam ekspresi haechan menjadi serius dia juga ikut serius

"dia tampan"

oh sial, seharusnya donghyuck membelah seluruh tubuhnya saja!

"aku ingin pulang" ketusnya

"jangan tergesa gesa!! kita bahkan belum membahas tentang masa depan!"

"masa depan apanya, kau sudah mati"

haechan mengangguk "hm hm benar juga"

donghyuck mendengus, dia berjongkok disana memainkan air dibawahnya sambil menatap bayangan wajahnya

charismatic idol Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang