"Oh hay perth senang bertemu denganmu" sapa victoria dengan terseyum ramah.
"....." perth tidak menjawab sama sekali sapaannya karena hatinya dan pikirannya benar - benar di penuhi emosi.
"Sayang... aku sangat lapar sejak tadi, orang suruhanmu itu benar-benar tidak memberiku waktu makan..." ucap Victoria manja pada saint dengan mengalungkan tanggannya pada leher saint.
"Makan lah semuannya yang kau suka victoria makanan disini sangat enak dan sebelum makan kau harus duduk dengan baik karena aku ingin kekamar mandi dulu"
Saint ingin kekamar mandi karena ia benar -benar mual menyium bau wanita gila. Di kamar mandi saint segera mengeluarkan isi perutnya tapi hanya cairan putih saja yang keluar. Tiba - tiba seseorang memijat tekuk saint, supaya saint bisa mengeluarkan semuanya. Orang yang memijat tekuk saint dengan telaten membasuh mulut saint. Saint melihat mata orang itu yang sedang menahan emosi.
"Kau marah perth?"
Ya orang itu perth tapi perth tak menjawab pertanyaan saint. Perth membawa saint duduk disalah satu kloset dengan hati-hati, perth tahu jika selesai muntah saint akan lemas.
"Perth" panggil saint dengan menarik Ujung bawah Kemeja perth. Perth diam tak menjawab pertanyaan saint.
Perth jongkong dihadapan perut saint lalu mengelus perut saint yang terhalang Kain kaos.
"Apa kau baik - baik saya nak..., pasti kau tak nyaman untuk itu kau memberontak. sabar ya nak.." ujar perth dengan halus tanpa memandang sang istri.
"Setelah enekan keluarlah lalu makan yang aku pesan, aku kembali kehotel dulu" Ujar perth dingin tanpa melihat saint membuat saint merasa sedih. Entah kenapa akhir akhir ini saint mudah Sedih.
"Perth" panggil saint dengan memegang Tangan perth yang hendak ingin pergi meninggalkan saint.
Perth yang tidak ingin melihat wajah saint untuk sementara waktu menepis tangan sang Saint dan segera melengang pergi.
"Pantau dia jangan sampai lecet laporkan semuanya tanpa ada yang terlewat"
"Baik tuan" jawab Tegas sang Bodyguard perth.
Cukup lama saint dikamar mandi membuat victoria yang menunggu kesal. Sungguh ia ingin menyusul lelakinya tapi sahabatnya tidak membiarkannya. Victoria kesal dengan menghentak hentakan kakinya. Tetapi suara yang ia kenal membuatnya kembali tidak merasa kesal.
"Maaf victoria aku cukup lama"
"Tidak apa sayang"
"Saint makan lah dulu pasti kau belum kenyang" ujar mean menyela ketika victoria sedang ingin kembali berbicara.
"Hmm..victoria aku makan dulu"
"Iya sayang makanlah aku tunggu dengan melihat wajahmu"
Mean yang melihat wajah manja wanita gila sangat ingin muntah tapi mean terseyum tipis, karena sebentar lagi wanita gila itu akan mendapatkan hadiah dari seseorang yang sangat ia cintai..ups bukan mencintai tapi obsesi.
"Victoria aku ingin memberimu kejutan" ujar saint setelah selesai makan.
"Apa itu sayang"
"Ayo" ajak saint dengan membuka telapak tangannya sebagai tanda untuk victoria memegang tanganya. victoria dengan sengat senang karena orang yang ia cintai berubah menjadi romantis.
Saint mengajak victoria keruangan VIP yang telah saint siapkan dilestoran tersebut. Diruangan tersebut telah ada meja makan dinner yang cukup cantik cocok untuk pasangan romantis tak lupa tulisan selamat datang kepada victoria membuat victoria terseyum sangat bahagia.
"Victoria selamat kembali ya.."
"Sayang terima kasih atas kejutannya hiks..hiks"
"Hey jangan menangis hmm aku memberi kejutan kepadamu supaya kau senang bukan sedih"
"Aku terharu sayang"
"Kau tahu aku menyuruh orang ku untuk tidak membiarkanmu makan karena aku ingin kau makan bersamaku disini tapi rencanaku gagal semua "
"Tidak tidak gagal sayang aku akan tetap makan bersamamu di sini"
"Tapi sebelum kau makan aku akan memberimu kejutan"
"apa itu sayang?"
Tik tik..saint menjetikkan carinya dan beberapa pelayan datang mendorong stoler dengan isi sangat besar yang tertutup kain merah.
Mean yang melihat itu terseyum tipis karena sebentar lagi drama selesai.
"Sayang besar sekali apa ini hadiah untukku?"
"Hmm.. kau siap?"
"iya"
"one, two ,three"
Hitungan kegita pelayan sudah membukakan kain merahnya. Tapi ketika kain itu di buka victoria kaget terdiam karena kotak besar itu berisi orang yang begitu victoria kenal yang sudah tidak berdaya duduk dikursi dengan ikatan tali.
"Victoria sayang kau mencintaiku bukan?" tanya saint halus didekat telinga victoria dengan memeluk victoria dari belakang.
"I..ya"
"Jika kau mencintaiku, apa kau mau menuruti kemauanku sayang hmm?"
"Emm sayang ak..u mau"
"Bisakah menusukkan pisau ini kepadanya?"
"sayang.."
"yah kau tak mau ya..itu tanda kau tidak mencintaiku"
"tidak tidak sayang aku sangat mencintaimu jadi tenanglah"
Victoria maju berlahan mendekati kotak kaca yang berisi seseorang yang menjadi komplotannya dengan membawa pisau tajam ditangannya. Seorang penjaga sekitar kotak mepersilakan victoria masuk dan dengan separuh ragu victoria mulai menusuk orang tersebut berkali - kali, sedangkan saint menikmati secara nikmat makanan yang telah tersedia tak lupa dengan seyum bahagianya karena rencananya berhasil.
Selang beberapa menit beberapa orang dengan berpakaian medis datang disusul dengan seseorang berbaju polisi yang begitu tegas. Mean segera mengarahkan beberapa orang tersebut kearah kotak tersebut sedangkan polisi menghampiri saint.
"Kau sungguh gila kembali saint"
"Ini bukan seberapa billy kau tahu itu"
"Semoga calon keponakanku nanti tidak segila dirimu"
"Dia lahir dari perutku, kemungkinan besar dia harus mirip dengan ku supaya dia bisa melindungi keluarganya karena dunia semakin sangat kejam"
"Tidak dengan jiwa spikopatmu"
"Aku tak peduli dia mau apa nanti aku akan selalu mendukungnya"
"Semoga saja perth tahan dengan sikap kalian"
"Semoga saja"
"Semua sudah selesai tuan" salah satu kelompok medis.
"Baik jaga lebih ketat wanita itu jangan sampai dia kabur"
"Baik"
"Aku juga akan menyuruh anak buahku menjaga ruangannya"
"Baik tuan saya permisi"
"Hmmm"
"Saint.. Aku kekantor dulu mengurus lebih lanjut masalah ini dan..jangan lupa kopensesinya harus lebih banyak"
"Hmm sana pergi"
"Salam kepada perth juga"
"hmmm"
Billy sepupu saint pun pergi menyisakan saint dan mean.
"Ayo kembali kehotel!" ajak mean
"Aku malas" jawab saint dengan lesu.
"kau harus kembali jika tidak perth akan samakin marah kau mau, masalah mu dengan perth akan semakin panjang?"
"Aku belum siap menghadapi perth"
"Siap ataupun tidak siap kau harus menghadapi perth dengan kepala dingin, bicara baik-baik dan kau juga harus sadar diri jika kau keras kepala jangan, jangan selalu mengganggap apapun keputusanmu benar, bagimu benar tapi belum tentu perth menganggap jika semua keputusanmu benar, kau juga harus meminta pendapatnya karena bagaimanapun dia adalah suamimu dan kau juga harus menghargai jika kau ingin dihargai".
Saint menatap sahabatnya itu yang sudah sangat terlihat begitu dewasa.
"Tak kusangka mean sekarang kau cukup dewasa"
"Chek..jangan mengolokku dulu sekarang ayo pulang.."
Mean dengan pelan-pelan menarik sahabatnya itu kembali kehotel, bagaimanapun mean ingin sahabat ini bisa menyelesaikan masalah dengan baik-baik.
Hallo semua apa kabar....Happy New year ya semoga apa yang kalian inginkan ditahun ini cepat tercapai......
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Always By Your Side "Tanapon" (End)
RomanceLangsung baca aja karena bigung deksripsinya! Ingat yang homopobic jangan salah lapak ini bukan cerita yang normal jadi jangan baca!
