6 bulan...
Usia kandungan yang semakin besar membuat saint setengah bahagia dan kesal. Bagaimana tidak bayi didalam perut saint selalu menendang perutnya setiap ingin saint makan sesuatu yang saint suka atau melakukan sesuatu yang saint suka.
Duk duk..
"Shhsh sakit tahu..ayolah kerja samalah dengan ku sungguh aku ingin naik montorku yang dulu"
Duk..
"Sshh sakit tahu ...kenapa kau seperti daddy mu sih. Masih dalam perut sudah mengaturku. Sejak awal jika aku tidak ketahuan mungkin kau tidak ada diperutku ..."
"Apa yang kau ucapkan tadi saint?...."
"Aouh kau sudah kembali, cepat sekali apa ada yang tertinggal?"
"Jangan mengalihkan pertanyaanku saint.."
"Aku hanya berbicara dengan bayi didalam perut..tuan tanapon kenapa kau begitu marah sih?"
Perth menghela nafas panjangnya, untuk menceramahi saint.
"Sayang dengarkan aku baik-baik ...bayi kita sudah bisa mendengar apa yang kita bicarakan. Jadi aku mohon jangan ucapkan atau ceritakan tentang kejadian keinginanmu yang dulu diawal kamu mengetahui kamu mengandung. Bagaimanapun itu bisa melukainya mengerti?"
"emm"
"Sayang.."
"Iya tuan tanapon aku mengerti"
"Ayo masuk, aku membawakan sesuatu untuk mu"
"Apa?"
"Nanti kau akan tahu" Jawab perth dengan merangkul pinggang istrinya.
"Apa kau tak suka sayang?" tanya perth karena sejak tas wadah makanan di bukak istrinya hanya memandang makan itu dengan menghela nafas.
"Perth kenapa tak ada ice cream kenapa hanya Cake Coklat chees saja, seharunya diatasnya ada ice cream nya"
"Sayang kau baru saja sakit flu dan demam apa kau lupa?bahkan dokter melarang mu untuk makan ice cream sementara ini"
"Tapi kan tidak enak jika tidak ada ice creamnya"
"Sayang kau boleh nanti setelah dokter mengatakan tidak apa- apa makan ice ream. kau boleh makan sepuasnya, tapi untuk sekarang tidak kau juga harus mendengarkan kata dokter."
Duk duk..
"Shshh" desis saint dengan memegang perutnya.
"apakah sakit sayang?"
"Sakitlah ..putramu ini selalu mendang perutku dengan keras"
"Putra kita sayang .."
"Terserah..."
Perth terseyum mendengar jawaban isrinya yang kesal. Entah kenapa akhir - akhir ia begitu menyukai wajah istrinya yang kesal. Rasanya perth benar-benar ingin mencubit pipi gemas istrinya yang semakin seperti bapao. Perth mengelus perut istrinya.
"Nak kau tak boleh seperti itu apa kau tak kasian pada Mommy. Mommy begitu kesakitan...hmm"
Duk duk
"Tak sakit lagi perth ketika dia menendang"
"Bagus boy kau memang anak daddy"
"Dia memang anak mu mana mungkin anak orang lain, jika aku melakukan dengan yang lain, aku yang akan masuk didalam mereka "
" Sayang..."
"Iya iya aku akan bertutur kata baik - baik saja"
7 bulan..
Dimalam hari saint mengerjapkan matanya berkali -kali supaya tidur. Tapi matanya dan otaknya sungguh tak menginginkan saint tidur. Saint melihat kesampingnya. Tak ada perth ditempat tidur. Saint tirun dari ranjang dan melangkah ke sebelah kamarnya, ruangan dimana perth aku berkecibung serius membaca setiap berkas-berkas.
"Perth"
"Sayang kau terbangun ada apa hmm?"
"Aku tidak bisa tidur"
"Mau makan sesuatu supaya perutmu kenyang dan mengantuk"
"Tidak ingin"
"Lalu?"
"Boleh aku membantumu saja perth. Supaya kau cepat selasai?"
"Ini sudah ingin selesai sayang duduk lah disini saja jika kau belum mengantuk" ucap perth menunjuk kursi disampingnya.
Saint melihat dalam diam memandang wajah perth yang begitu serius.
"Perth"
"Hmm"
"Aku dengar ada salah satu karyawanmu yang baru saja kehilangan bayinya."
"Iya bayinya meninggal waktu dikeluarkan dari dalam tubuh istrinya yang sudah tak sadarkan diri karena pendarahan. Dan untung saja istrinya selamat"
"Perth jika aku nanti diposisi istri karyawanmu. Kau akan memilih siapa?" ucap saint yang membuat perth terdiam tak berkutik.
"Sayang kau sudah mengantuk ya..omonganmu semakin ngelantur saja ayo tidur aku sudah selesai"
"Aku tidak ngelantur dan aku belum mengantuk."
"Kau mengantuk sayang ayo tidur" ujar perth dengan menarik tangan istrinya kembali kekamar mereka.
"Perth jawab dulu.."
"Sayang aku sangat mengantuk, hoammm lihat sayang aku sungguh mengantuk" jawab perth mengalihkan pertanyaan istrinya.
"Apa susahnya sih jawab dulu perth....."
"Sayang besok aku ada meeting pagi, ayo kita tidur" bujuk perth. Saint yang mendengar bujukan perth terpaksa memejam matanya dengan kesal.
8 bulan....
"Bagaimana dokter semuannya baik-baik saja kan?" tanya perth pada dokter yang menangani kehamilan saint.
"Tenang tuan perth semua baik-baik saja jangan terlalu khawatir"
"Syukurlah"
Sampai di mobil saint hanya terus berwajah dingin karena sikap perth sejak tadi malam bagaimana tidak perth terus menuduh saint terus terusan hanya karena sebuah mimpi yang hanya sebatas bunga tidur.
"dengar kan apa kata dokter bayimu baik-baik saja tak ada yang kusembuyikan darimu soal bayimu" ucap saint kesal.
"Bayi kita sayang.."
"Biyi kiti siying.." ucap saint menirukan ucapan perth.
" Aku hanya takut sayang hanya itu..."
"Takut jika bayimu pergi?"
"Bisakah kau menyebut bayi kita sayang...sejak tadi kau terus berkata bayiku bayiku. yang ada didalam perutmu anak kita mengerti.. Bayimu dan bayiku paham?.."
"emm.."
"Ok ini salah ku karena terus menuduhmu aku minta maaf.. Aku hanya takut mimpiku akan menjadi kenyataan apalagi kau bisa melakukan apapun yang kau mau"
"Cih..Jika memang kita ditakdirkan bersama kita akan tetap bersama tapi jika sebalik kau tau apa yang akan terjadi..percuma kau akan melakukan upaya apapun jika itu bukan takdir kita karena kau bukan sang sutradara atau penulis tapi kau hanya seorang tokoh yang hanya bisa menjalani takdir sesuai dengan kemauan sang sutradara atau penulis. Kau hanya harus ikhlas menjalankannya walaupun tidak sesuai dengan keinginanmu"
"Aku tahu.. aku tahu..aku tahu.." ucap perth berulang kali perth dengan menaruh dahinya distir mobil dan kedua tangan mengegam erat setir. Saint menghela nafasnya ketika melihat perth yang belum siap menerima takdirnya dimasa depan nanti yang tidak akan sesuai keinginannya.
"Perth bagaimana nantinya masa depan nanti aku berjanji akan selalu disisimu entah hidup atau tidak"
"Tidak tidak sayang jangan...jangan katakan itu aku sungguh tidak ingin mendengarkan kata terakhirmu itu sungguh...sungguh...hiks"
Saint tertegun melihat perth menangis dihadapannya. Entah kenapa melihat perth menangis membuat hati saint terasa sakit.
"Perth mau memelukku.." ucap saint pelan. Perth mendengan ucapan saint segera memeluk istrinya tercinta dengan erat seperti oramg yang tidak ingin ditinggalkan.
"Tetaplah disisiku sayang...tetaplah disisiku hiks"
" Hey aku akan tetap disisimu"
"Berjanjilah sayang kau akan selalu disisiku"
"emm aku berjanji perth"
"Bersumpahlah demi kehidupanku"
"Perth.."
"Aku mohon .."
"Huff emm ok aku bersumpah demi hidupmu aku akan selalu disisimu" jawab saint membuat perth sedikit tenang dalam pelukan saint.
Apa kabar semua.....selamat membaca..........ya.......
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Always By Your Side "Tanapon" (End)
RomanceLangsung baca aja karena bigung deksripsinya! Ingat yang homopobic jangan salah lapak ini bukan cerita yang normal jadi jangan baca!
