Saint mengecek handphonenya yang telah disita oleh perth, banyak nonfikasi email,chat, telefon membuat Saint lelah mengecek satu satu nonfikasi. Selesai mengecek handphonenya saint menatap perth yang sejak tadi menatapnya.
"Apa kau tak bosan menatapku seperti itu perth?"
"Tidak bahkan rasa cintaku menatapmu semakin bertambah"
"Cheks"
"Oh ya kau sudah mengembalikan handphoneku itu tandanya aku bisa kembali beraktifitas seperti dulu?"
"Tidak"
"Ouh ka.."
"Aku memang sudah mengembalikan handphonmu bukan berarti aku mengizinkanmu berkerja" ujar tegas perth membuat saint kesal.
Pagi harinya seperti biasa keluarga tanapon sarapan bersama tanpa berbicara dan hanya detingan sendok yang terdengar.
"Ah ae selasai Ae berangkat dulu Mommy, Daddy, Nenek, Aunti"
Cup
Cup
Cup
Cup
Ae mincium satu satu pipi semua orang yang berada di meja makan.
"Hati hati ya jangan nakal, tapi jika ada yang jahat kepadamu balas dia" ujar saint menasehati Ae membuat semua orang melotot dengan kata terakhir yang diucapkan saint.
"Saint jangan mempengaruhi Ae" ucap Perth
"Auh aku benar perth masak jika ada anak lain memukul ae, ae diam semakin diam semakin dia terluka ..
Cup...sana berangkat sudah telat"
"Khap..Mommy" jawab Ae dengan seyum manisnya. Selang tak berapa lama setelah Ae berangkat perth juga izin kepada sang suami untuk berangkat kekantor.
"Aku barangkat sayang jangan lupa minum vitamin dan susunya"
"iya. Tuan tanapon cerewet sekali kau ini".
Mendengar jawaban sang suami perth hanya menggelengkan kepalanya. Perth beralih menundukkan badannya menyamakan perut saint. Perth terseyum dengan mengelus perut sang suami tak lupa perth juga mencium perut sang suami.
"Daddy berangkat dulu na luk...sehat sehat disana luk..jika kau ingin sesuatu langsung beri kode kemommy nanti daddy belikan hmm.."
" Jiki ingin sisiiti lingsing biri kidi kimimmy..ninti diddy bilikin.. Hmm" ucap tiru saint kesal.
"Saint.."
"Apa!! ..matamu sungguh ingin ku congkel perth"
"Saint mulai sekarang jaga ucapanmu kau sudah menjadi orang tua."
"Hm.mm.."
"Saint!"
"Iya perth iya.."
"Aku pergi.."
"Hmm.."
Perthpun berangkat setelah mencium kening sang istri. Saint tetep menggurutu setelah perth pergi. Bua yang melihat sikap saint heran.
"kakak ipar kau kenapa sejak phi perth pergi kau tetap mengurut kesal?"
"Aku ingin sesuatu bua tapi aku nyakin perth tidak akan membelikannya ...karena perth akan membeli yang hanya anaknya ingin"
"kau bisa beralasan dengan alasan kemauan bayi kalian"
"tetap saja bua dia akan bilang itu bukan kamauan baby pasti ini kemauanmu karena setiap aku menurutimu beli makan makanan pedas kau selalu muntah"
"Ya gimana phi perth mau menurutimu phi ..makanan yang kau inginkan makanan pedas"
"Tapi tidak apa apa yang penting tidak sering itu kata dokter"
"Dia mengkhawatirkanmu phi.."
"Cih apanya dia menghkawatirkanku dia lebih khawatir sama bayi yang belum lahir" jawab saint kesal dengan marapout bibirnya, bua yang melihat wajah sang kakak ipar terseyum gemas.
" kau cemburukan phi?"
"Tidak siapa yang cemburu, dengan darah daging sendiri cemburu" ucap saint dengan tegas membuat bua menganggukkan kepala dengan terseyum.
Setelah semua keluarga tanapon pergi saint hanya duduk melihat taman dengan malas.
"hoi...kenapa sangat bosan sekali sih"
Saint berjalan kemari supaya tak bosan membuat para pelayan yang melihat menjadi was was takut jika tuannya bertingkah seperti ini akan berakibat fatal bagi sang calon keluarga tanapon.
"Tuan apakah anda tak lelah?" tanya sang kepala pelayan yang mencoba menghentikan sang suami bossnya.
"Ti..."
"Saint berhenti dan duduk!" ucap tiba-tiba seseorang dengan tegas berwajah dingin. Tanpa pikir panjang saint duduk dengan menghentakkan kakinya kesal. Perth mendekati sang suami dan menekuk kakinya menyamakan tinggi sang suami yang duduk disofa. Perth mengubah wajahnyahnya ketika wajah perth dekatkan dengan perut saint. Tak lupa perth mencium dan menyapa. Membuat saint semakin kesal .
Selamat membaca...sampai sini dulu ya....byebye
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Always By Your Side "Tanapon" (End)
RomansaLangsung baca aja karena bigung deksripsinya! Ingat yang homopobic jangan salah lapak ini bukan cerita yang normal jadi jangan baca!
