6 tahun kemudian.........
Saint sedang asik menanam bibit - bibit bunga yang sudah ia beli sejak kemarin. Sekarang Saint sering menggunakan waktu luangnya untuk yang bermanfaat seperti Bercocok tanam sayur, buah, dan bunga karena saint sudah sangat jarang kekantor. Dan Saint merasa akan sangat memuaskan jika hasil tanaman berhasil tumbuh ataupun berbuah. Ketika sedang asik memberikan pupuk tiba-tiba suara benda jatuh begitu keras membuat jatung saint hampir lepas. Saint geram dengan hal itu, saint tahu siapa yang berbuat. Jika bukan gadis kecil.
"Nana..."Teriak Saint. Mendengar teriakan Mommynya gadis kecil yang bernama Nana Janika Tanapon itu hanya bisa menutup mulutnya supaya tidak ketahuan.
"Nana Mommy tahu jika kau sedang bersembunyi jika kau tidak menghadap Mommy. Mommy akan membawamu keasrama sekolah.." ujar saint kesal dengan sikap anak gadisnya yang telah berumur 6 tahun tapi sikapnya benar-benar membuat saint sakit kepala.
"Nana..." teriak saint satu kali lagi. Tapi anak gadis itu tetap tidak datang. Seorang anak laki-laki yang sekarang sudah ber umur 11 tahun dengan sikap yang dewasa menuju kearah saint.
"Mom Nana tidak ada" ujar anak laki-laki itu dengan lembut memberitahu mommynya.
"Dimana dia Ae?"
"Mommy tahu dia sekarang ada dimana jika dia tidak ada didalam."
Saint berfikir lalu melihat keatas, seorang gadis terseyum cengengesen melihat Saint yang menatap tajam. Nana duduk di gagang besar sebuah pohon, suara yang Nana timbulkan yang membuat jantung saint hampir copot adalah karena Nana menjatuhkan sebuah buah mangga yang baru ia petik.
"Turun" ucap tekan saint.
"Hhehe Mommy aku..gak bisa turun jadi Tolong aku..."
"Kau naik sendiri tapi kau tak bisa turun hah?"
"Mommy aku serius tolong ...Mommy" rengek nana karena ia benar-benar tak bisa turun.
"Kau dihukum tetap diatas sampai daddy mu pulang..dan kau Ae jangan sekali-sekali kau membantu Nong mu jika kau ketahuan membantunya Mommy tak segan segan akan memindahkanmu sekolah diluar negeri" Ucap final Saint Ae yang mendengar ucapan terakhir Mommynya tidal bisa membantah dan hanya menunduk melas, sungguh ia tak inggin sekolah diluar negeri walaupun dia nanti akan tinggal bersama kakek dan Nenek Suppapong tapi sungguh ia tak pindah karena ia sudah sangat nyaman disekolah. Jika ia pindah dia harus beradap tasi seperti awal dulu masuk kelas 1.
"Ya Mommy" ucap Lesu Ae lalu pergi tanpa melihat nongnya yang sudah menangis dan memelas, Jika Ae melihat Nongnya, dia akan tidak tega. Mendengar nong menangis saja tidak tega apalagi menatap nongnya.
Saint kembali melanjutkan pekerjaanya tanpa memperdulikan princessnya yang sudah menangis. Saint harus tegas dengan anak-anakya supaya nantinya mereka menjadi anak yang bertanggung jawab.
1 jam kemudian...
"Daddy pulang..." teriak perth tapi tak ada seorangpun yang menyambutnya.
"Son...Princess...Sayang..." teriak perth sekali lagi tapi tetap tidak ada jawaban. Perthpun segera mencari kebelakang rumah karena perth tahu pasti sekarang istrinya sedang fokus menanam bibit bunga yang sudah istrinya beli kemarin bersama perth. Perth terseyum setelah melihat punggung istrinya yang sedang fokus katika ingin menghampiri istrinya, teriakan sikecil membuat Perth kaget dan menyari sumber suara.
"Daddy...hiks Nana diatas...hiks"
Mendengar ucapan sang princess Perth segera melihat diatas dan kaget "pasti mereka bentengkar lagi" ucap batin perth setelah melihat keadaan putri dan istrinya yang cuek kepada Nana.
"Ayo turun...daddy akan menangkapmu dari bawah"
"Nana takut hiks"
"Tidak apa-apa ayo daddy hitung satu dua, ti..ga...Hap"
"Hiks..hiks"
"Sudah jangan nangis, ayo mandi lihat putri daddy sekarang bau keringat sekali"
"Hiks ayo dad hiks. "
Perth membawa putrinya kedalam, tak jadi menghampiri istrinya yang terlalu fokus menanam.
Saint tahu jika perth sudah pulang, hanya saja saint diam karena tahu setelah kejadian Nana perth akan mengomel. Saint ingin kegiatan menanam selesai hari ini, jika dia menghampiri perth, acara menanam akan selesai besok. Karena perth yang akan terus mengomel dan akan membuat saint kesal.
Selesai menanam saint menyuruh pelayan merapikan area tanam fan saint pergi untuk membersihkan diri dan sudah waktunya memasak makan malam. Keluarga tanapon memang punya pelayan tapi untuk masak, membersihkan kamar tidur saint dan perth, urusan anak dan taman itu urusan saint dan pelayan dilarang ikut capur. Setelah kelahiran Nana, saint sadar jika dia adalah seorang istri dan ibu jadi dia ingin berperan penting dalam keluarga kecilnya.
Selesai memasak saint meyiapkan semuanya dengan rapi. Dan memanggil perth, ae dan nana untuk turun makan. Ketika turun saint melihat wajah suaminya yang terseyum bercanda dengan nana tanpa melihatnya. Saint menghela nafas tahu jika suaminya itu marah. Karena memang sejak awal perth tidak suka ketegasan saint yang menurut perth terlalu keras. Untuk itu perth akan mengomel pada saint bahkan akan bersikap dingin.
Walupun sedang perang dingin saint tetap mengambil makanan untuk keluarga tapi tak ada kata terima kasih seperti biasa. Dan hanya Ae yang berucap. Keluarga tanapon makan dengan hitmat dengan hiburan ucapan Nana yang bercerita mengenai kegiatan sekolah.
"Dad sebentar lagi nana ulang tahun bolehkah aku mengatakan hadiah apa yang ku inginkan?"
"Tentu apa yang princess daddy inginkan hmm?"
"Aku ingin adik" jawab nana denga jelas dan bahagia. Tapi tidak dengan perth dan saint yang memandang diam. Saint memandang perth yang mengubah wajahnya datar dan dingin mendengar permintaan nana. Saint tahu jawaban yang akan diberikan perth adalah tidak. Setelah Nana lahir perth tak pernah meninggalkan cairannya didalam saint bahkan setiap melakukan perth akan menggunakan pengaman, setelah selasai berhubungan perth akan mengambil obat pil penyegah dilaci dan menyuruh saint meminumnya. Perth menjadi trauma setelah melihat saint dalam kedaan berdarah ketika melahirkam Nana semenjak itu perth tak ingin saint kembali hamil lagi.
"Dad..bisakan aku mendapatkan itu?" tanya Nana hati-hati ketika melihat daddynya diam dengan berwajah datar dingin dengan tenang memakan makanannya.
"Jika kau ingin adik Ayo lusa kita ke yayasan panti milik Mommy"
"Kenapa ke panti..kata temanku adiknya yang imut itu lahir dari perut Mommynya seharusnya adikku juga harus keluar dari perut Mommy juga bukan panti Dad" jawab tolak nana. Saint dan Ae hanya diam tak mengubris.
"Mom bisakah aku mendapatkannya?" tanya Nana kepada saint karena perth hanya diam jadi nana beralih kepada Mommynya. Saint ragu ingin menjawab karena suasana makan malam menjadi tegang. Jika saint menjawab iya itu akan memperkeruh suasana makan malam kali ini. Sebenarnya saint masih ingin mempunyai anak lagi supaya saint tidak kesepian ketika anak-anak sekolah. Tapi perth tidak ingin lagi. Ketika ingin menjawab pertaanyaan putrinya perth menyelanya.
"Cepat makan lalu kerjakan tugas rumah kalian lalu tidur" ucap tegas perth kepada Ae dan Nana. Mendengar ucapan dingin Daddynya Ae dan Nana hanya bisa menundukkan kepala karena takut.
Selamat membaca............
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Always By Your Side "Tanapon" (End)
RomansaLangsung baca aja karena bigung deksripsinya! Ingat yang homopobic jangan salah lapak ini bukan cerita yang normal jadi jangan baca!
