Bab 34

260 17 2
                                        

Bintang-bintang germelap memenuhi luasnya langit, memberikan kesan yang begitu indah bagi saint yang tak bosan memandang indahnya langit malam. Seseorang memakaikan sebuah selimut pada tubuh saint dan memeluk erat tubuh saint dari belakang tapi tak terlalu menekan perut saint yang sudah sangat besar.
"Ketika keluar pakailah baju tebal sayang.. Tidak baik tubuhmu terkena angin malam lama-lama..apa kau tak ingin masuk?"
"Tidak aku ingin menikmati keindahan bintang dulu"
"Apakah indah sayang sampai kau betah memandangnya begitu lama dari pada kau memandangku, bahkan kau tak pernah memandangku begitu lama..aku iri sekali.."
"Cerewet sekali."
"Sayang...aku cerewet demi kamu"
"Chekss"
"Ayo kembali masuk kekamar" ucap perth tiba-tiba berubah menjadi dingin.
Ketika memdengar ucapan dingin saint memandang punggung perth yang lebih dulu masuk. Membuat saint menyungging seyum.

Saint memandang Perth berwajah serius menatap laptop di sofa . Tak melihat saint sama sekali, setelah dibalkon.
"Apa ada masalah perth?" tanya saint mengecek apakah suaminya dalam mood ngambek.
"...."

Perth tak mengubris saint. Membuat saint yakin perth sedang dalam keadaan drama ngambek. Entah kenapa ditrimester akhir akhir ini perth yang dalam keadaan perubahan mood seperti saint. Tapi saint mengalami perubahan mood itu di awal trimester.
Ketika dalam keadaan seperti ini saint hanya mendiami perth terlebih dahulu meunggu mood perth akan kembali seperti semula. Karena perth tipe orang yang tidak betah didiami olehnya begitu lama. Untuk itu saint hanya perlu menunggu tanpa melakukan apapun.
Saint melangkah keluar mengambil minum di dapur. Tapi suara seseorang menghentikannya ketika ingin membuka pintu.
"Kau mau kemana?" tanya perth tanpa bernada dingin tapi lebih bernada khawatir membuat saint yang memdengar hal itu terseyum karena mood perth sudah seperti semula.
"Aku haus"
"Biarkan aku yang mengambilnya"
"Tidak usah aku bisa sendiri jarak dapur sekarang dekat tidak perlu khawatir"
"Tidak-tidak kau harus tetap dikamar biarkan aku yang mengambilkan minuman."

Perth memapah saint yang sudah sulit berjalan karena kakinya sekarang bengkak dan perut sudah sangat besar karena trimester akhir bulan ini.
"Aku bukan orang sakit perth.."
"Aku tahu..aku hanya khawatir sayang.."

Selang berapa menit perth sudah kembali membawa segelas minum dan potongan buah. Perth memberikannya pada saint, lalu duduk disamping saint dan mengelus perut saint memandang perut saint dengan cukup dalam membuat saint mengeryitkan alisnya. Heran dengan padangan perth yang begitu dalam.
"Apakah kau sudah menyiapkan baju-baju ku dan baby untuk dibawa kedumah sakit?" tanya saint mengubah suasana.
"sudah mommy dan Bai yang menyiapkan"
"Ohh ok"

Beberapa menit telah berlalu sampai buah yang dibawa perth habis dimakan oleh saint. Tapi padangan dalam itu tetap tak terlepas. Membuat saint paham jika suaminya merasa khawatir dan takut.

"Perth kau takut?"
Mendengar perkataan saint membuat Perth terheyak dan memalingkan pandangannya pada perut saint.
"hoaam ...aku mengatuk sekali sayang aku tidur dulu kau juga harus segera tidur sayang.." ucap perth mengalihkan pertanyaan saint. Saint menggelengkan kepalanya dengan sikap perth selalu mengalihkan pembicaraan jika itu sebuah kebenaran. Ekting perth begitu jelek bagi saint untuk itu saint selalu tahu perth berbohong atau tidak.

"Shhh..perth...perth" desis saint memanggil perth yang sudah terlelap. Perth yang mendengar suara aneh saint segera membuka matanya dan memandang istrinya dengan wajah penuh kringat.
"Perutku sakit.." ucap saint membuat Perth membuka selimut untuk menggendongnya. Tapi perth kaget dengan warna merah yang sudah membasahi kasur. Tanpa pikir panjang perth menyuruh sopir untuk menyiapkan mobilnya dan segera menggendong saint ke mobil. Perth dibelakang bersama saint mengelus wajah saint. Mata perth fokus dengan jalan sungguh ia tak tega melihat saint yang kesakitan apalagi bagian bawah saint sudah dilumuri darah.
"Perth..."
"ehmm.."
"Apakah dia baik-baik saja?"
"Dia akan baik-baik saja"
"Banyak darah yang keluar. Aku takut dia tidak selamat"
"Dia akan selamat dia kuat sepertimu"
"Jika dia tidak selamat apakah kau akan membeciku?"
"Tidak akan"  jawab singkat perth
"Jika aku yang tidak selamat?"

I'm Always By Your Side "Tanapon" (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang