Bab 21

365 22 6
                                        

Paginya keluarga tanapon sarapan pagi dengan hitmat tiba - tiba suara detingan sendok jatuh dari tangan sesorang membuat mereka meneloh kesumber suara.
"Saint?" panggil Perth bertanya karena melihat raut saint yang kesakitan.
"Kalian lanjutkan aku pergi kekamar dulu" ucap saint lalu segera pergi meninggalkan keluarga tanapon. Perth mengeryit bingung.
"Perth susul saint" ucap clara. Perth pun menurut perintah clara menyusul saint kekamar. Sampai kamar perth tak menemukan saint tapi ada suara gemicrik dari kamar mandi, tandanya jika saint ada dikamar mandi.
"Sayang apa kau tak apa - apa?"
"Tidak perth aku baik baik saja aku hanya sakit perut buang air besar" jawab saint bohong bukan sakit perut karena buang air besar tapi sakit rasa sakit yang luar biasa menimpa perutnya. Saint duduk dicloset dengan menekan perutnya yang terasa sakit. Sedangkan obat yang selama ini ia minum untuk menghilangkan rasa sakit telah habis. Saint lupa jika akhir akhir ini ia tak memperiksakan tubuhnya.

Tok
Tok

"Sayang apa benar - benar tak apa, kenapa sangat lama didalam?"
"Tidak perth aku hanya ingin buang air besar lebih baik kau berangkat terlebih dahulu bukankah sudah telat bukan"
"Eumm kalau begitu aku berangkat sayang"
"Iya.."

Huff hela nafas saint mengatur nafasnya berharap rasa sakit diperutnya hilang. Saint sudah meminta dokter pribadinya datang dengan menyamar sebagai sahabat saint. Selang beberapa menit dokter saint datang dan mengaku sebagai sahabat saint. Para satpam dan pelayanpun mengizinkannya masuk dan pelayan mengantarnya kekamar saint. Sama sekali tak curiga.

Tok tok

"Saint ini saya" ucap dokter pribadi saint. Saint dengan teta tih tatih berjalan membukakan pintu.
"Saint astaga" ucap dokter terkejut melihat saint yang begitu berantakan, lemas, dan pucat. Dokter segera memapah saint keranjang tempat tidur.
"Apakah tidak ada yang juriga dokter?" tanya saint takut jika penyamaran dokter pribadinya ketahuan.
"Tidak bahkan mereka yang mengantarkan langsung kekamarmu"
" cepat minum obatmu" ucap dokter pribadi saint dengan menyodorkan beberapa kapsul obat.
Setelah meminum obat saint merasa lega karena rasa sakitnya beransur ansur hilang.
"Saya sudah katakan kepadamu saint jika kau harus sering kontrol tapi kau malah tidak pernah datang"
"Aku sekarang sudah kembali kepada suamiku dokter aku takut dia mencurigaiku. Apalagi aku sekarang ada sopir yang selalu mengawasiku"
"Suamimu posesif?"
"Eumn karena dia mencintaiku"
"Chekss oh ya brati apa kau sudah pernah melakukan hubungan intim?"
"Su..dokter aku tidak akan mengandung kan?" tanya Saint sadar jika waktu dipattaya perth selalu mengeluarkannya didalam.
"Entah tapi kita bisa periksa" ujar dokter lalu memberikan sebuah alat chek kehamilan yang biasa digunakan oleh perempuan.
"Gunakan ini.."
"Ini .."
"Tes pack kau bisa gunakan ini dulu jika kau bergaris dua tandanya kau hamil dan kita harus kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut"
"eumm aku akan pakai sekarang"
"Butuh bantuan jalan kekamar mandi?"
"Tidak aku bisa dokter"
Dokter hanya mengganggukkam kepalanya menanggapi jawaban saint.
Selang beberapa menit saint memberikan hasil tes packnya pada dokter dan dokter melihat jika tak ada garis dua di alat itu hanya muncul garis satu tandanya pasien tak hamil.
"apakah kemungkinan dokter, jika aku hamil?"
"Ada, walaupun kau sudah meminum obat pencegah tapi tetap itu bisa memungkinkan"
"hari ini kau tidak hamil karena hari ini adalah tanda hari datang bulananmu jadi kau tak hamil untuk itu perutmu akan terasa sakit, kau harus ingat tanggal tanggal hari suburmu dan tanggal bulananmu supaya kau bisa menyiapkan obatnya. Jika habis kau harus segera kerumah sakit supaya kejadian ini tak terulang, jika kau tak ingin hamil kau harus meminta perth memakai pengaman ataupun mengeluarkan diluar lalu kau harus minum obat penyengahnya"
"Aku mengerti dokter terimakasih"
"Eumm kalau begitu aku pergi"
"Hati - hati dokter, maaf tidak bisa mengantarkan anda"
"Kau seperti siapa saja saint" ucap dokter lalu pergi meninggalkan saint.
Tak segaja dokter keluar dari pintu rumah besar pasiennya, dokter berpas pasan dengan Mark. Dokter segera memberi seyum ramahnya lalu pergi memasuki mobilnya, sedangkan Mark diam mengeryitkan alisnya karena tak tahu siapa orang yang baru terseyum padanya.

"Dia teman tuan saint tuan mark" ujar kepala pelayan memberi tahu Mark yang ingin bertanya-tanya siapa orang itu.
"Teman?"
"Iya tuan bahkan mereka sudah cukup lama mengobrol dikamar tuan perth dan tuan saint."
Mark memgingat ingat siapa sahabat saint tapi di berkas penyelidikannya dulu Saint tak mempunyai teman sedikit tua darinya. Mark menggelang kepalanya dan berfikir mungkin dia teman saint yang lain. Lalu mark pergi untuk mengambil sesuatu atas perintah perth diruangan kerja perth.
Dan tak ingin berfikir keras mimikirkan orang itu. 

Setelah mengambil berkas Mark segeta kembali keperusahaan tanapon. Sampai perusahaan mark segera menghampiri perth ke ruangan.
"Nih perth"
"Terimakasih"
"Eumn oh ya Saint kenapa tak kekantornya?" tanya Mark Membuat Perth melihat kearah Mark.
"Apa maksudmu?"
"Chekss kau inin suaminya tapi bertanya kembali kepadaku. Tadi aku melihat teman saint datang dan baru keluar dari kamar kalian kata pelayan mereka cukup banyak mengobrol. Aku fikir saint kekantor tapi ternyata tidak mangkanya aku tanya kepadamu apa saint sakit atau apa?"
"Tadi katanya dia hanya sakit perut biasa karena ingin buang besar. Apakah separah itu sampai dia tak masuk?"
"Mungkin"
"Apakah Mean yang datang tadi?"
"bukan bahkan aku tak mengenal orang itu tapi kata pelayan dia teman saint jadi aku percaya saja. Bahkan dia terlihat lebih tua dari saint ataupun dirimu. Dia terlihat wibawa, murah seyum, Memakai kacamata dia seperti terlihat seorang dokter."
"Mungkin teman saint yang lain, kau tahu bukan saint sangat menutupi hal hal yang berkaitan pribadinya bahkan siapapun yang cari tahu yang betkaitan dengannya sangat susah untuk kita ketahui. Bahkan kita mendapatkan informasi tentangnya hanya sedikit yang kita ketahui" ujar perth yang sangat tahu tentang tabiat sang suami tercintanya.
"Kau suminya apakah ia tak banyak cerita?"
"Tidak dan aku tak memaksa jika dia siap, dia akan cerita semuanya, seperti aku baru tahu jika sepupu saint adalah istri dari dokter krist"
"Kebetulan sekali" ucap Mark.



Selamat membaca.....maaf ya sekarang lama apluodnya...semoga suka... 🖤❤ komen dong supaya author semangat nulisnya...

I'm Always By Your Side "Tanapon" (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang