Saint menatap ponselnya yang tertera sebuah nomor tak bernama dengan diam dan berfikir keras. Saint sungguh bingung apakah ia harus menelfon nomer yang tertera atau tidak. Jika saint menelfonnya perth akan sangat marah Jika ketahuan padanya. Jika saint tak menelfonya ...
"Shia aku sangat bingung sekali" ucap saint.
"Kebiasaanmu keluar lagi sayang.." ucap perth membuat saint segera mematikan layar ponselnya.
"Aku tidak sengaja"
"Sengaja atau tidak sengaja kau harus tetap menghilangkan kebiasaanmu itu sekarang jika ketahuan anak-anak itu akan menjadi contoh nantinya.."
"Iya....."
Perth duduk disamping saint dan memeluk saint dari samping.
"Apa kau punya masalah Ehmm..sampai kau bingung?"
Saint terdiam ...ucapan keinginan nana dan ucapan Perth soal adopsi anak terngiang diotak saint.
"Perth.."
"Hemm apa sayang?"
"Aku tidak ingin kita mengadopsi anak" ucap saint sekali nafas Tanpa memandang perth.
"Tak masalah sayang kita sudah punya anak 2 itu sudah Sangat cukup"
"Tapi..aku bosan dirumah tidak ada canda tawa dirumah waktu siang"
"Besok pagi mulai aktif kembali kekantor aku akan mengatur semuanya, supaya kau tidak bosan".
"Perth....kau tahu maksud ku bu.."
"Hoam sayang aku mengatuk sekali aku tidur dulu...cup selamat malam sayang" ucap perth memotong pembicaraan saint yang sangat mengerti keranah mana istrinya berbicara.
Wajah saint kusam mendengar ucapannya yang sudah dialihkan lagi-lagi.
"Chiaa a..perth kau selalu berakting jelek.." kesal saint dengan perth dengan menendang punggung suamimya yang berpura-berpura tidur.
Perth membuka matanya setelah tak ada pergerakan istrinya disamping. Perth Mengeluarkan ponselnya dibawah bantal dan mengirim pesan seseorang secara diam-diam. Perth menghela nafasnya lega setalah menerima balasan orang seberang. Lalu tidur memeluk istrinya yang sudah tidur pulas.
Sarapan pagi keluarga tanapon makan dengan hitmat tanpa ada canda tawa hanya makan dengan serius.
"Dad aku selesai ayo kita berangkat dad" ucap nana.
"Princess maaf daddy hari ini tidak bisa mengantar mu dan phi ae"
"Kenapa dad?"
"Karane daddy ada pertemuan penting daddy minta maaf ya"
"Oh ok kalau begitu aku dan phi ae berangkat dulu bye daddy mommy"
Chup , chup
Chup ,chup
"Pertemua apa sampai kau berangkat begitu pagi, sepenting apapun kau tak pernah mau mengadakan pertemuan sepenting ini saat pagi-pagi?" tanya saint penasaran.
"Ini sangat sangat penting sayang jadi aku berangkat dulu..." jawab perth dengan perth tanpa basa basi pamit sebelum saint bertanya lebih detail lagi.
Sebelum perth melangkah dari tempat duduk. Ucapan saint menghentikan langkahnya.
"Jangan selalu mengalihkannya perth, ektingmu itu sangat jelek"
Perth menatap dalam mata saint lalu menghela nafas. Melangkah ke arah saint lalu memeluk saint erat.
"Aku ingin operasi steril vasektomi" ucap perth membuat saint terdiam. Saint tahu apa artinya itu.
"Apa kau tak ingin memberikan kesempatan keinginan nana perth..."
"Kita sudah bahas berkali-berkali soal ini sayang jawabanku tetap tidak"
"Jika keinginanku perth?"
"Sayang aku mohon.."
Perth melepaskan pelukannya pada saint lalu berjokok memandang wajah istrinya dan mencium tangan istrinya.
"Perth terakhir saja aku mohon....perth.." ucap saint dengan gelisah
"SAINT..CUKUP...tidak yang tidak. Aku pergi.." ucap tegas dan dingin perth dengan melepas tangan istrinya. Sebelum kaki perth kearah pintu suara seseoarang dan istrinya menghentikannya.
"ok aku akan segera kesana.." jawab saint pada orang diseberang. Saint segera mengambil kunci mobil dengan tergesa -gesa di laci penyimpanan kunci. Perth yang melihat itu menahan emosi yang meluap. Suara telfon itu tidak akan pernah perth lupakan karena kejadian dulu waktu saint akan menggugurkan kandungannya. Ketika saint ingin melewati perth yang masih menatapnya tajam, perth segera menggegam tangan istrinya dengan erat.
"Ada urusan apa kau dengannya?"
"Bukan urusamu lepass...".
"SAINT TANAPON.."
"Kau juga tahu perth jika kau melakukan sesuatu yang tidak aku inginkan, aku akan membelasnya dengan lebih...." ucap sinis saint
"KAU.." perth menarik saint dengan keras tanpa peduli dengan ringisan saint.
"SShh perth lepas ..."
Perth menarik saint kedalam sebuah ruangan kamar yang tak pernah saint datangi. Kamar itu gelap. Saint dibanting keras ke kasur empuk. Perth menyalakan lampunya, seketika itu saint tahu ini kamar apa suasana hitam putih sesuai dengan...
Saint ingat ini kamarnya dulu sebelum saint pergi keluar negeri. Tata nannya sama tidak ada yang berubah foto besar menampilkan dirinya tetap di tempat. Hanya saja bertambah foto pernikahan mereka dulu. Dulu saint tak pernah memajangnya tapi sekarang foto itu dipajang disini.
"Perth ini?"
"Emm..kamar mu dulu"
"Earth?"
"Dia tahu, bahkan dia tak pernah mempermasalahkannya"
"Walaupun tak mempermasalahkannya tapi kau tahu dalam hatinya pasti sakit"
"Lalu..bagaimana denganku saint?"
"Perth..kau..sejak kapan? Jangan bilang kau sudah mencintaiku sejak kita bersama?"
"Kalau iya kenapa?aku mencintaimu sejah kita bersama tapi aku menyadari perasaaku padamu setelah kau pergi"
"Perth kau? "
"Kenapa hmm? Kau bisa mengerti hati earth tapi kenapa kau tak bisa mengerti perasaan ku Saint...dan ini alasanku aku tak ingin kehilanganmu lagi. Saint sayang aku sangat sangat mencintaimu...kau tahu..waktu kau pergi ...aku mencarimu kesana kemari membayar beberapa orang ahli untuk menemukanmu, tapi mereka tidak bisa melacaknya..sayang kau pintar sekali bersembunyi..ehmm..kau tahu waktu kau kembali hatiku benar-benar bahagia sangat bahagia...dan kau mengandung putri kita,.. hatiku lebih bahagia...tapi kau dulu tak menginginkannya hatiku sangat sakit sayang..., aku berfikir dulu apa kau belum mencintaiku sayang, walaupun aku mencoba berfikir tenang dan menerima keputusannmu. Tapi jika aku benar-benar mengabulkan permintaanmu hatiku akan lebih sangat menyakitkan...lalu aku berfikir tidak apa-apa kau tidak mencintaiku yang terpenting putriku lahir darimu mencintaiku ...aku akan mencintainya lebih dari ibunya sendiri walaupun kau tak menginginkannya...aku akan tetap mencintai putri kita...tapi aku sangat bahagia ketika mendengar kau mengatakan anak kami pertama kali waktu itu kau ingat...aku sangat - sangat bahagia... Kau selalu kesal denganku dimasa - masa kehamilanmu.....aku selalu berharap kebahagiaan ini selalu akan sama. sikapmu yang kesal, manja perhatian...membuatku seyum seyum sendiri ketika mengingatnya....tapi waktu kau kontraksi banyak darah yang keluar, rasa takut melandaku takut rasa takut yang mencekam pikiran dan hatiku.. Walaupun kau menghiburku aku tetap tak bisa terhibur....semenjak itu aku perjanji hal ini tidak akan terulang bahkan keputusan mu benar seharusnya kau tak usah mempertahankannya ..." ucap panjang perth membuat saint yang duduk di tempat tidur terdiam memandang perth yang begitu menyakitkan hati ketika bercerita membuat hati saint juga sakit.
Perth menghampiri saint berjongkok menyamaikan tubuhnya pada saint, mencium tangan saint. Menatap dalam mata istrinya dengan mengegam tanganya erat.
"Sayang..aku mohon dan bersumpahlah kau tak akan minta hal ini lagi. Bersumpalah jangan membahas soal ini..sayang.... Bersumpahkanlah kau tetap disisiku sayang...jika kau benar-benar mencintaku bersumpahlah demi hidupku dan matiku"
Mendengar hal itu saint membelakkan matanya terkejut bagaimana bisa perth berfikir seperti ini sebuah sumpah bukanlah main-main bagi saint. Saint bingung benar-benar bingung disatu sisi dia sangat mencintainya disatu sisi...
"Sayang..."
Saint menatap dalam mata suaminya.mencari jawabannya.
"Ya aku bersumpah" ucap saint tegas. Mendengar ucapan istrinya perth memeluk saint dengan erat.
"Terima kasih sayang terima kasih"
Ya ini pilihan saint. Melihat perth sekarang dan tahun tahun yang ia lewatkan. Melihat dan mendengar perth dengan menangis juga menyakiti hatinya. Mungkin ini yang terbaik...bagi perth dan saint..untuk permasalahan Nana perth dan saint akan memberikan pengertiannya.
Aku lupa saint pernah masuk kamar itu gak ya setelah balikan lagi sama perth....mau nyari kehalaman sebelumnya males banget...tapi gak papa kalau iya pernah nanti aku benerin yang terpenting udah selesai hahhaha mungkin nanti kapan - kapan judul aku ubah kalau ingat...😁😁terima kasih sudah setia membaca walaupun tulisannya sangat - sangat berantakan, terima kasih sudah tekan bintangnya sudah mengingatkan untuk tetap update kalau enggak diingatkan mungkin juga udah gak kembali nulis....hahahha. dan untuk seson 2nya ( kisah anak mereka ) belum ada mood untuk nulis seson 2 nya. Tapi aku udah nulis satu bab cerita pasangan lain ..sedikit ada unsur pelanginya tapi kebanyakan normal..kalau nanti aku publiskan nanti kalau kalian tertarik silakan baca..😁 Bye bye......selalu dukung pasangan couple mereka masing - masing ya...Dan tetaplah jadi pengemar yang bijak..ok ok
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Always By Your Side "Tanapon" (End)
RomanceLangsung baca aja karena bigung deksripsinya! Ingat yang homopobic jangan salah lapak ini bukan cerita yang normal jadi jangan baca!
