27

1K 104 3
                                        

Seminggu setelah kepergian sungho kehidupan mereka tidak berjalan seperti sebelumnya, terlihat jelas kalau mereka memiliki lubang yang besar

Mereka semua masih berduka, namun walaupun dalam keadaan di rundung kesedihan mereka di paksa untuk tetap menjalani hari seperti biasa karna seperti itu lah dunia berjalan

Woonhak, Taesan, Riwoo dan Leehan kembali kesekolah 2 hari setelah sungho dimakamkan

Seisi sekolah tentu saja kaget mendengar kematian sungho, mereka bahkan membuat hari tenang dan mengosongkan sejam pelajaran untuk berdoa atas kepergian sungho

Mereka berempat terlihat murung, namun bisa dilihat dengan jelas kalau woonhak yang paling terpukul

Woonhak bahkan menolak untuk makan, dia hanya belajar di kelas dan enggan untuk keluar

... . .-.. .- -- .- - / -- . -- -... .- -.-. .-

Kondisi Minhyun juga sama menyedihkannya, Jonghyeon bahkan harus menginap di apartemen sungho untuk memastikan Minhyun tidak bunuh diri

Karna sehari setelah pemakaman, Jonghyeon melihat Minhyun hendak melompat dari roof top apartemen

Untung saja dia masih sempat mencegahnya.

Sebenarnya ada sedikit rasa bersalah dalam hati Jonghyeon, seandainya saja dia tidak meyakinkan Minhyun bahwa dia harus menghadiri meeting sialan itu, sudah pasti hal ini tidak akan terjadi

Papanya Minhyun memang bajingan, bagaimana bisa dia membunuh darah dagingnya sendiri

Tunggu....

Jonghyeon berlari menghampiri Minhyun yang sedang duduk menyandar di sofa sambil memeluk baju sungho

" Hyun!!, bapak lu bisa di tuntut karna kasus pembunuhan"

Tidak ada respon dari Minhyun, Jonghyun jadi sedikit ngeri. Takut saja jika temannya ini malah kesurupan arwah penasarannya sungho

" Minhyun! Heh! Minhyun" Jonghyeon menggoyangkan badan Minhyun

" Kenapa sih !"

" Alhamdulillah masih normal, lu nggak kepikiran buat ngelaporin bapak lu? Dengan bukti cctv lu bisa tau ngelaporin dia "

" Palingan dia bayar hakimnya supaya nggak masuk penjara"

" Heh jangan pesimis dulu dong, bukti lu kan kuat. Kalau emang dia ngelakuin itu, lu tinggal sebarin aja tu vidio cctv gua yakin dia bakalan malu dan mau nggak mau polisi harus mengusut ulang hal tersebut kan"

Minhyun tertawa remeh mendengar perkataan Jonghyeon

" Jong, gua tau gimana bokap gua. Dia nggak akan ngebiarin gua bertindak, dia bakalan cari cara supaya gua bungkam"

" Hyun" Jonghyeon memegang pundak Minhyun dan menatapnya datar

" Lu nggak mau nyelesain salah paham yang udah bikin keluarga lu hancur? Lu nggak mau adik lu pergi dengan tenang? Banyak hal yang masih menjadi misteri dalam hidup sungho Hyun. Selama ini lu selalu ngomong kalau lu nyesel karna nggak bisa berbuat banyak buat adik lu, ini saatnya lu perjuangin sungho Hyun"

Minhyun tertegun mendengar ucapan Jonghyeon, tapi walaupun begitu dia masih terlalu ragu untuk mengambil keputusan

" Jong.... Gua udah terlambat, adik gua- udah mati "

" Walaupun terlambat, setidaknya lu berusaha ngebuat apa yang menjadi penderitaan sungho musnah Hyun. Jangan jadiin kepergian Sungho sebagai akhir dari segalanya, gua yakin sungho juga nggak mau ngeliat lu kayak gini"

" Apa yang harus gua lakuin?"

" Kumpulin semua bukti dan saksi, inget lu nggak sendiri gua bakalan bantuin lu sampai semua perjuangan lu tuntas"

Minhyun tersenyum tipis, setidaknya masih ada teman yang akan menenangkannya

... . .-.. .- -- .- - / -- . -- -... .- -.-. .-

Saat yang lain sedang dirundung kesedihan, Jaehyun bahkan tidak tau apa yang sedang terjadi. Jangankan untuk memikirkan orang lain, kondisinya saat ini saja membuatnya tidak bisa lagi berfikir jernih

Papanya mengetahui penyakitnya dan berencana untuk membawa jaehyun terapi di rumah sakit jiwa

Padahal jaehyun sudah mengatakan bahwa mentalnya baik-baik saja, dia tidak gila

Palingan stress dikit lah sama kelakuan bapak dan saudaranya, tapi dia nggak gila.

Jaehyun bahkan udah ngejelasin kalau dia itu cuma sakit alzheimer, walaupun udah di kondisi mengkhawatirkan mengingat umurnya yang masih belasan. Tapi Jaehyun benar-benar merasa dirinya baik, dia bahkan merasa jauh lebih baik saat tau teman-temannya mau menerima kondisinya saat ini

Tapi sekali lagi, jaehyun tidak punya kuasa apapun papanya sudah membayar rumah sakit agar mau menampungnya sampai penyakitnya di nyatakan sembuh. Dan disinilah jaehyun sekarang sendirian di rumah sakit dengan balutan pakaian berwarna putih.

Jujur jaehyun lebih baik terkurung selamanya di rumah dari pada sendirian di tempat ini, di rumah masih ada bibi yang mau mendengarkan keluh kesahnya, masih ada bibi yang akan merawatnya sedangkan disini dia tidak kenal siapapun dadanya terasa sesak. Dia benci saat tidak ada yang mau mendengarkannya

Jika kalian tanya mengapa jaehyun tidak kabur saja dan malah menerima nasibnya begitu saja. Jawabannya karna jaehyun tidak bisa, dia sudah mulai lupa jalan rumahnya, dia sudah mulai lupa alamat rumahnya. Dan kalaupun jaehyun tau itu, ayahnya sudah menyuruh puluhan penjaga untuk berjaga di sekitaran rumah sakit agar memastikan jaehyun tidak kemana-mana. Bagi ayahnya, jaehyun hanyalah hama

Jaehyun ingin sekali keluar dari rumah sakit ini, dia ingin bertemu dengan teman-temannya, dia bahkan tidak bisa berpamitan dengan yang lain

Bahkan jaehyun juga belum sempat menjenguk sungho lagi, sudah lama sekali jaehyun tidak melihat temannya itu

Jaehyun mungkin akan berakhir sendirian di rumah sakit ini selamanya, perlahan melupakan semua kenangan yang pernah dia lalui bersama teman-temannya









.
.

.
.

.
.

Back story jaehyun masuk RSJ di chap berikutnya ya :3

PLEASE STAY ALIVE || BOYNEXTDOOR Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang