Bagian 34: Luka

2.4K 275 31
                                        

Jalanan padat di sore hari menjadi pemandangan biasa, sepasang kekasih yang baru mendeklarasikan perasaan masing-masing itu menikmati momen bersama ketika mereka saling memiliki waktu untuk mengurus sisa pernikahan yang sempat mereka abaikan.

Ya, walaupun cuma mengambil baju.

Tapi setidaknya kali ini rasanya berbeda, Jeongwoo dengan senyum tipisnya mengemudi pelan. Sedangkan Doyoung menikmati musik yang ia pasang sendiri tanpa bertanya kepada si pemilik mobil. Isinya rancu, bahkan sesekali diganti di tengah-tengah lagu karena Doyoung mendadak ingin mendengarkan yang lain.

Jeongwoo yang seharusnya terganggu akan hal itu mendadak mewajarkan apapun yang Doyoung lakukan. Asal diam hingga mereka sampai tujuan tak lama setelahnya.

Jeongwoo memarkirkan mobilnya dengan hati-hati tapi entah kenapa rasanya degup jantung Doyoung semakin meningkat sejak mobil berhenti. Padahal kemarin-kemarin ia sama sekali tidak tertarik tentang apapun mengenai persiapan pernikahan mereka. Tapi kini rasanya berbeda, Doyoung bahkan sempat mencari tau apa saja yang harus ia lakukan saat nanti mengambil baju.

Dipandu Jeongwoo, keduanya memasuki butik yang termasuk besar di pusat kota. Kabarnya beberapa selebriti suka membuat baju disini. Begitu masuk, keduanya disambut interior yang kekinian dan nyaman. Tidak terdapat banyak baju seperti toko baju pada umumnya, hanya beberapa yang dipasang mengikuti dekorasi sehingga tempat ini terasa sangat nyaman.

Dua pekerja menyambut mereka ramah, menuntun mereka menuju sofa empuk dengan macaron dan teh yang disediakan. Sudah dipastikan harga baju disini tidak ada harga diskonnya. Apa yang dipesan baru dibuat.

"Jeongwoo."

Aksi terperangah itu harus terhenti saat seseorang dengan derap langkah anggun yang terdengar nyaring dari sepatu hak tingginya menghampiri mereka. Wajah cantiknya terlihat serasi dengan penampilan dan baju nya yang tak kalah menawan. Bahkan cara berjalannya saja membuat Doyoung sampai tak berkedip.

Tapi tunggu?

Ada sesuatu yang aneh.

"Ah, beneran Jeongwoo." Wanita itu tersenyum girang setelah memastikan nama pelanggan VIP hari ini adalah seseorang yang ia kenal.

Jeongwoo tersenyum formal, seperti saat ia menemui klien nya. Ia mengangguk singkat seolah tak sekaget si wanita yang baru saja duduk. Ekspresi wajahnya seperti bertemu teman lama yang sudah tak berjumpa bertahun-tahun.

"Hai, Miya."

Miya, sebuah nama asing yang bahkan Doyoung tidak ketahui asal-usul wanita ini.

"Aku pikir tadi salah orang, ternyata beneran kamu. Lama nggak ketemu." Si wanita tersenyum hingga matanya pun ikut tersenyum. "Cuma kamu yang nggak ada kabar sama sekali, nggak ikut reuni. Aku langsung keluar pas lihat nama kamu di daftar pelanggan VIP."

"Anda siapa?"

Tak tahan dengan pertanyaan-pertanyaan yang menggunung di kepala, akhirnya Doyoung bertanya kepada sosok wanita yang Jeongwoo kenali itu.

"Temen——"

"Mantan!"

Omongan Jeongwoo terpotong oleh sang wanita. Wanita itu nampak berdecak. "Walaupun dulu aku jahat, kamu harus tetep mengakui aku sebagai mantan kamu." Miya terkekeh di akhir kalimat dengan nada jenaka nya. Sedangkan kening Doyoung mulai mengerut.

Ia memandangi Jeongwoo yang juga tengah menatapnya. Tanpa pembelaan sama sekali, ia mengangguk kecil. Sedikitnya membuat Doyoung memicingkan mata tidak suka dengan reuni yang tak direncanakan ini.

"Itu pas saya masih bodoh, nggak dihitung. Cinta monyet." Ucap Jeongwoo.

Miya mendengus.

"Padahal kamu dulu paling bucin sampe mau telan isi dunia buat aku, padahal telan obat aja kamu nggak bisa." Miya tertawa tanpa memperdulikan suasana canggung yang tercipta

FEIGN || JEONGBBY [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang