Bagian 35 : Pernikahan

2.7K 271 36
                                        

Hari-hari teras mendebarkan di setiap detiknya. Seolah baru kemarin Doyoung menolak Jeongwoo mentah-mentah, mencari berbagai cara agar lelaki itu lekas pergi dari hidupnya yang damai. Tapi apa sekarang? Doyoung merasa lebih damai sejak perasaan aneh ini muncul. Walaupun setiap harinya selalu penuh keajaiban dan masalah. Jeongwoo selalu tau bagaimana mengatasi Doyoung, dan Doyoung selalu tau cara mengikis kesabaran Jeongwoo setiap harinya.

Kisah mereka akan lengkap setelah bagian ini dimuat. Pada hari yang cerah sesuai prediksi ahli bintang yang disewa Asahi. Walaupun pengantinnya cenderung tak peduli akan berakhir bagaimana cuaca hari ini, tidak masalah jika hujan atau badai. Mereka kan menikahnya di dalam gedung. Lagipula, mau seribut apapun cuacanya, tak akan mengurangi rasa yang meluap semakin detiknya.

Ditemani bau semerbak yang menguar dari ribuan bunga dengan arti kebahagiaan. Dekorasi yang tidak bisa dibilang sederhana namun tak terasa sesak. Mewah dan pastinya mengeluarkan banyak biaya.

Makanan-makanan ditata dengan rapi, dengan kursi tamu yang ditata sedemikian rupa. Pernikahan mereka hanya tinggal menunggu menit.

Jeongwoo yang telah siap terlebih dahulu memilih menyambut tamu bersama kedua orang tua nya dan Jihoon...

Dan Haruto.

Entah apa yang dilakukannya kali ini, Haruto memilih duduk dengan gaya angkuh, alih-alih menyambut tamu dengan sopan seperti yang lainnya. Dirinya membawa serta apel yang digigitnya sedikit-sedikit. Entah apa tujuannya, tapi Jeongwoo tak akan menahan diri andaikan Haruto merobohkan pelaminannya.

"Kenapa?" Tanya Haruto saat merasa Jeongwoo terus memperhatikannya.

"Berdiri! Nggak sopan kayak gitu." Ucap Jeongwoo. Aura kakaknya sengaja ia perlihatkan walaupun tidak mempan jika adiknya adalah Haruto.

Tapi anehnya, prediksi Jeongwoo meleset. Haruto dengan cepat berdiri, merapikan baju nya sebentar agar terlihat tetap tampan.

"Lo yang nyuruh, jangan nyesel." Ucap Haruto.

Jeongwoo mengerutkan keningnya. Saat berdiri seperti ini, Haruto memang lebih tinggi sedikit darinya.

"Maksud Lo apa?" Tanya Jeongwoo tidak mengerti.

Haruto tak langsung menjawab, tapi ia merubah ekspresinya menjadi tersenyum saat ada tamu yang datang.

"Oh, kamu pengantinnya nak?! Astaga tampannya." Seorang wanita paruh baya dengan rambut disanggul itu menutup mulutnya dengan pandangan takjub. Tapi tatapannya tidak tertuju pada Jeongwoo melainkan pada Haruto.

Haruto melirik Jeongwoo dengan tatapan kemenangannya seolah memberikan penjelasan tentang kalimatnya tadi. Dan alasan mengapa Haruto memilih duduk saja daripada menyambut tamu seperti keluarganya.

Jeongwoo melirik sinis ke arah Haruto, ia menggeser tubuh sang adik dengan cukup keras, lalu setelahnya ia tersenyum seolah tak terjadi apa-apa.

"Saya pengantinnya." Ucap Jeongwoo.

Sang wanita kembali terkejut, lalu kemudian ia meminta maaf berkali-kali sebelum masuk ke dalam gedung dengan perasaan malu. Sedangkan suasana hati Jeongwoo mendadak keruh. Wajahnya masam, masih dengan menatap Haruto sinis. Mengapa wanita itu tak mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakannya kepada Haruto? Memang Jeongwoo tidak tampan?

"Pergi sana!" Usir Jeongwoo.

Haruto tertawa, lagipula bukan salahnya kalau ia lebih tampan dari Jeongwoo. Selera Doyoung saja yang jelek, kalau saja Doyoung tidak cinta dengan Jeongwoo pasti Haruto rebut.

"Oke, Lo yang nyuruh, jangan nyesel." Ucap Haruto dengan senyuman menyebalkan. Apalagi kali ini astaga!

"Nggak usah macem-macem."

FEIGN || JEONGBBY [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang