Bab 17

2.4K 194 5
                                        

"jadi ada apa, Nan?"tanya Shani kepada Jinan
"lu gmw ketemu gua lagi Shan?" ucap Jinan dramatis
"gausa drama dehh, gamungkin jauh jauh lu dari Singapura cuman buat main" ucap Shani mendelikan matanya
"hhee gua kangen lu, gua juga mau undang lu" ucap Jinan mengulurkan satu undangan
"what? seorang Jinan mau nikah" kaget Shani karna dari dulu Jinan paling susah deket sama laki laki
"apasii Shan, gua juga normal kali" ucap Jinan malas
" yaa hhe sorry kaget ajaa" ucap Shani cengengesan
"sekarang lu nginep sini kan?"tanya Shani sambil memangku Christy karna sedari tadi matanya ngantuk
"gua mau cari apartemen ajaa" ucap Jinan meminum jus jeruk itu
"ngapain? ada ada rumahh gua" ucap Shani kepada Jinan
"iya iya gausa marah gtu dong buu" ucap Jinan sambil tertawa

setelah berbincang bincang sambil tertawa ternyata sejak tadi Christy tertidur
"Shan" ucap Jinan sambil menunjukan Christy tertidur
"ehh tidur ternyata" ucap Shani membenarkan tidur Christy
"dia anak lu yang dulu hilang?"tanya Jinan sambil menatap wajah damai Christy
"iyalah siapa lagi, anak baru gua?" jawab Shani malas
"yauda sii, gausa emosi kaya gitu" ucap Jinan kepada Shani
"ehh btw awal mula ketemu dimana gimana ceritain" ucap Jinan dengan penuh penekanan
"yeuu santai kalii, jadi ginii......." ucap Shani menceritakan semuanya kepada Jinan
"bjirr sesingkat ituu?" tanya Jinan setelah shani selesai menceritakan
"ya terus mau lu apa? gua galau mulu" jawab Shani
"hhee ga gitu, kenapa ga di tidurin aja Shan"ucap Jinan yang sedari tadi melihat christy tertidur
"kalau di tidurin pasti bangun, soalnya lagi gaenak badan" ucap Shani kepada Jinan
jinan hanya mengangguk pahamm

hening sejenak hingga akhirnya Jinan bertanya
"ohh iyaa, mami ve dimana?" tanya Jinan karna sedari tadi belum melihatnya
"mami biasa nge mall kaya anak muda" ucap Shani menyandarkan kepalanya ke sofa
"oh iyaa lu istirahat sanaa, di kamar gue ajaa. Soalnya kamar tamu belum di bersihin" ucap Shani kepada Jinan
"yauda gua istirahat, tapi beneran gua gapapa tidur di kamar lu?"tanga jinan kepada Shani
"yeuu gapapa lahh, kaya sama siapa ajaa" ucap Shani kepada Jinan
"sama lu dongg ayoo, gua gaenakk" ucap Jinan mengajak Shani
"heh so iyeu banget, yauda ayo" ucap Shani sambil menggendong Christy
"anak lu gemes banget anjir, lama lama gua culik ke Singapura" ucap Jinan kepada Shani
"apaa? mau gua buat acara pernikahan u berantakan?" tanya Shani melotot
"bercanda bun, emosi amat" ucap Jinan yang merebahkan tubuhnya
di susul dengan Shani yang meniduri Christy dan meniduri tubuhnya juga

Shani terbangun jam 07:00 malam
"hoamm, jam berapa ini" gumannya sambil terbangun mengumpulkan nyawa nyaa
setelah itu ia pergi ke kamar mandii
"Nan, bangun lu belum makan" ucap Shani menepuk tangan Jinan
yang terbangun bukan Jinan tetapi anaknya yaitu Christy
"ehh dede udah bangun, udah enak perutnya?"tanya Shani kepada Christy yang baru saja terbangun
"dede udahh sehat bundaa" ucapnya sambil tersenyum senang
"syukurlah Alhamdulillah" ucap Shani lalu memangku Christy

"Jinan astaga bangun gaa?"ucap Shani yang sudah geram
"hm ada apa si Shan?" menggeliat Jinan sambil berucap
"bangun Jinan Mahendra, makann" ucap Shani kepada Jinan
"iya iya ini bangun" ucap Jinan yang akhirnya bangun duduk di tepi kasur
"lahh kocak, anak lu mana?" kaget Jinan yang tidak melihat christy
"udah di bawah sama mami, lu cepetan ke air, gua tunggu di bawah"ucap Shani lalu pergi meninggalkan Jinan
"yallah gua di tinggal sendiri, gini amat yaa" dramatis Jinan

selang beberapa menit akhirnya Jinan turun dengan piyama hitamnya
"hallooo semuaa, maapp lamaa" ucap nya lalu duduk di kursi dekat mami ve
"yaallah mami Jinan kangen banget" lanjutnya sambil memeluk mami
"yaallah Nan, kemana ajaa sekarang makin cantik yaa" ucap Oma membalas pelukannya
"Jinan di Singapura, makannya mami main kesana banyak tempat wisata seruu" ucapp Jinan yang belum melepaskan pelukannya
Shani dan Christy hanya menyimak pembicaraan mereka berdua itu
"nanti kapan kapan mami kesana" ucap mami ve yang melepaskan pelukannya
"udah ya sekarang makan dulu" lanjutnya

selesai makan, Jinan banyak bercerita tentang kehidupannya di Singapura
"Onty kalau nanya nama bahasa Singapura nya apa?" tanya Christy kepada Jinan
"pake bahasa inggris ajaa, pasti pada ngerti koo" ucap Jinan kepada Christy
"berarti gini" helloo what's your name?" tanya Christy kepada Jinan
"haii my name is Jinan" ucap Jinan kepada Christy
"Dede pinter yaaa, belajar dimana?" tanya Shani kepada anaknya ituj
"akuu liat di tiktok bundaa" ucapnya

hening beberapa menit hingga akhirnya

"Mami Jinan kesini mau ngundang mami" ucap Jinan
"haa ngundang?" tanya mami ve herann
"iyaa mam, Jinan mauu nikah" ucap Jinan kepada mami ve
mami ve yang sedang minum pun tersentak kagett
"uhuk uhuk, yang bener aja Nan?" tanya mami ve tidak menyangka
"beneran laaa, kenapa sii pada ga percaya" ucap Jinan cemberut
"ya gimana mau percaya, dari dulu aja kamu ga pernah deket sama cowo, ada cowo yang ngedeketin aja kamu langsung ilfil" bukan mami ve yang menjawab melainkan Shani
"lahh ituu mah duluu" ucap Jinan
"lancar yaa acaranyaa, Nan." ucap mami ve kepada Jinan
"aamiin, mami pasti datang kan?" tanya Jinan kali ini, karna mami ve sudah di bilang mami kedua bagi Jinan
"Mami usahain, Nan" ucapnya sambil mengelus rambut panjang Jinan

"bundaa mau mimii" ucap Christy yang sedari tadi anteng melihat tv
"sinii sayangkuu, sekalian bobo yaa?" ucap Shani sambil menggendong Christy
"Nan, mau bareng ke kamar?"tanya Shani sebelum ia pergi
"sana masuk, mami juga mau tidur" ucap mami ve kepada Jinan
"okeii mamii, selamat malam"ucap mereka serempak
"bundaa cepetan hiks" ucap Christy mulai terisak karna sangat ngantuk
"iyaa sayangg, ayo ayoo" ucapnya sambil berjalan dan di ikuti oleh Jinan di belakangnya

"nahh bobo yaa sekarang" ucap Shani yang sudah meniduri Christy dan tubuhnya
Jinan duduk di sofa karna ia belum merasa ngantuk
setelah beberapa menit Christy tertidur, Shani pun bangun dan duduk di dekat Jinan
"ehh kirain udah tidur" ucap Jinan kepada Shani
"gua terharu sama lu, Nan." ucap Shani tiba tiba
Jinan yang awalnya melihat hp, menjadi menatap wajah Shani
"terharu kenapa Shan?" tanya Jinan sambil menatap Shani
"terharu karna orang yang gua anggap adik, bentar lagi nikah.Rasanya sedih karna pasti jarang komunikasi" ucap Shani yang sudah meneteskan air matanya
"ngga Shan, aku usahain ada waktu untuk kita saling bertukar kabar" ucap Jinan memeluk Shani
"gua harap cowo yang mau jadi calon suami lu baik ga main kekerasan ya Nan, kalau sampai itu terjadi cerita ke gua. Atau lu lagi ada masalah cerita juga pokoknya lu harus ceritaa kaya kemarin kemarin yaa" ucap Shani membalas pelukan Jinan
"iyaa Shanikuu sayagg, apapun yang terjadi aku pasti cerita ke kamuu" ucap Jinan yang melepaskan pelukannya

"udahh ahh jangan sedih sedih, mending tidur" ajak Jinan yang sudah merebahkan tubuhnya
"yeuu gua di tinggal" ucap Shani yang menyusul
"good night Shani"ucap Jinan yang sebelum menutup matanya
"good night too Jinan" ucap Shani lalu menyusul ke dalam mimpi

ahaha udah 2025 yaa?
upp lagii nii, awas ga rame
jangan lupa vote yaa sayangku
matt malam jugaaa🤍
kalau gajelas yaudaa yaa, kan yang jelas sayang author ke kalian🎸🎸cihuyy

welcome back, little angel! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang