Bab 25

2.1K 229 5
                                        

Pagi hari~~

Shani terbangun, pertama kali yang ia lihat adalah anaknya, yaitu Christy. Ia memindahkan Christy pelan pelan agar tidak terbangun.
"Boboo ajaaa, bundaa cuci muka dulu yaa. Sekalian sarapan" Gumam nya sambil mencium pipi Christy sekilas.

Setelah Shani cuci muka ia turun kebawah untuk sarapan.
"Hallo mam, mau cici bantu?" tanyanya baru saja datang.
"Gausaa Ci, ini udah selesai koo" ucap maminya tersenyum.

"Oh iyaa, semalam dede kenapa teriak teriak?" tanyanya setelah tadi hening.
"Mimpii, tapi belum jelas mimpinya apa" ucap Shani dengan muka lesunya.
"Gausaa terlalu di pikirin Cii, mami yakin Cio gabakal ganggu lagi kamu dam dede" ucap Vee sambil mengelus bahu Shani.

Shani selesai makan beralih lagi ke kamar, saat masuk ia melihat anaknya dengan hidung merah, mata penuh dengan air mata.
"Astagfirullah dedee" ucap Shani langsung memangkunya.
"Dede kenapa heii?" Ucapnya dengan nada paniknya.
"Dede ndak papaaa bundaa" ucapnya lemas di bahu Shani.

"Makan duluu yaaa, anak kecill" Ucap Shani menoel hidung Christy.
"Jangan panggil aku anak kecil, aku udah besar" ucapnya sambil cemberut.
"Siapp deh kakaa" ucap Shani sengaja jahil, Christy yang mendengar dirinya di panggil kaka langsung menatap sinis.

"Kenapa kakaa?, ayoo makan" lanjutnya karena belum melihat Christy menangis pasti belum puas. Christy tidak menjawab tetapi matanya sudah berkaca kaca.
"Loh kakaa kenapa nangis" ucapnya dengan kekehannya.
"Aku GAMAU di panggil kaka hiks hiks hiks" Ucapnya menekan ucapnya sambil terisak.
"Lah, kann udah besar" ucap Shani menatap anaknya yang menahan amarah.

"GAMAUU GAMAUU, PANGGILNYA DEDE GAMAU KAKA" ucapnya sambil menendang nendang di karpet.
"iyaa kakaa, sinii sama bunda" ucap Shani yang menghampirinya.
"GAMAU BUNDAAA, PANGGIL DEDE AJA" ucapnya berteriak sambil memukul bahu Shani.
"Ada apa inii, heii gabolee di pukul pukul bundanya" ucap oma yang baru saja datang.
"Gatau nih aneh, bilangnya udah besar tapi gamau di panggil kaka" ucap Shani sambil terkekeh belum puas menjahilinya.

"Gamau kakaa bunda, panggilnya dede" lirihnya di bahu Shani.
"ululuu iyaa sayangg, maafin bundaa yaa?" ucapnya sambil mengelus punggung Christy. Christy hanya mengangguk.
"Makan duluu yaa, sedikit aja gapapa asal makan" ucap Shani yang sudah berjalan ke arah dapur.

"Mau naget" ucapnya masih terisak.
"Iyaa sayangg, dede nya duduk dulu okee?" ucap Shani dan Christy pun hanya mengangguk.

Jam 10:30, Christy menonton tv di ruang keluarga. Shani? ia mandi karna ada meeting jam 11 nantii.
"Bosen banget" gumam Christy menonton tv, sambil memakan cemilan yang sudah di siapkan.
"Di kulkas ada apa yaa" ucapnya sambil berjalan ke arah dapur. Saat ia membuka kan kulkas ia melihat hanya melihat coklat dan es krim.
"Em kalau aku makan bunda marah ga yaa?" gumamnya sudah memegang coklat dan es krim tersebut.

Ia memakan es krim terlebih dahulu di meja makan, ternyata Shani turun dengan pakaian yang sudah rapih.
"Bagus, bagus makan yang banyak" ucapnya sambil lewat tapi tidak melirik Christy sama sekali. Karena Shani sudah memperhatikan dari atas sedari tadi.
"Bundaa tungguuuu, maafin dede" ucap Christy yang mengejar Shani keluar rumah.

ternyata Shani sudah keluar bersama Pa Hasan dari karangan rumahnya.
"Hiks hiks hiks, bundaa marah" ucapnya berjalan ke arah kamar Omanya.

"Oma hiks hiks hiks" ucapnya mengetuk pintu tersebut.
"Masuk sayang ga di kunci" ucap Oma yang berada di dalam kamar.
"Loh dede kenapa, astagaa" ucap Oma yang melihat Christy banyak air mata.
"Bunda marah gara gara aku hiks hiks, bunda tinggalin aku omaa" ucapnya terisak dan duduk di pangkuan Vee.

"Apa kesalahannya? koo bisa sampai bunda ninggalin?" ucap Oma mengelus dada Christy.
"T-tadii kann Aakuu makan coklat sama es krim ngga bilang hiks hiks Omaa" ucapnya sambil terus terisak.
"Hus huss udahh jangan nangiss, nanti minta maaf ke bunda okeii?" ucapnya sambil terus mengelus punggung Christy.

welcome back, little angel! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang