Bab 38

2.7K 213 5
                                        

2 hari berlalu namun tidak ada perubahan dari Christy yaitu masih sariawan tapi lumayan sudah mendingan. Berkat salah satu rekomendasi suruh meminum air kelapa.

"Ohh iyaa, katanyaa Jinan mau kesini kok belum ada padahal udah dua hari" gumamnya yang sedang memangku Christy, selama Christy sakit ia tak mau turun sama sekali.

"Bunda ikut sakit liat kamu pipi gembul nya mulai ilang" ucap Shani mengelus pipi Christy, Christy berat badannya menurun karena meminum asi nya jarang.

"Cicii ada tamu spesial di bawah" ucap Oma yang mengetuk pintu Shani, Shani mengerutkan dahinya sambil turun.

"Siap-- JINAN?" ucapnya kaget karena melihat Jinan yang sudah duduk di sofa dengan senyuman yang ga pernah hilang dari dulu.

"Shanii, kangenn" ucapnya merentangkan tangannya, lalu Christy di pangku dulu oleh sang Mami.

"Jinan kirain gua lu udah lupa sama gua" ucapnya masih memeluk satu sama lain bahkan kayanya tidak ada yang mau lepas.

"Bundaa dedee, noo peluk peluk" ucap Christy yang bangun tidur dan memisahkan Shani dan juga Jinan.

"Ahaha sorry ya Nan" ucapnya sambil terkekeh lalu memangkunya Christy lagi.

"Hallo Christy, masih inget aku ngga?" ucapnya sambil tersenyum tipis.

Christy mengangguk sambil tersenyum "masih dong, uhh Onty Jinan kan?" ucapnya sambil mengingat-ingat lagi namanya.

"IHH PINTERR, Onty bawa oleh oleh buat kamu" ucapnya sambil mengasih paperbag berwarna merah.

"Makasih Onty" ucapnya mengambil apa yang Jinan kasih itu.

"Kamu sendiri aja Nan kesini?" tanya Shani sambil celingak-celinguk.

"Iyaa Shan, suami sibuk mulu sama kerjaannya" ucapnya sambil terkekeh.

"Lagian aku juga ga bakal lama besok udah pulang lagi, ini mah pengen ngelepas rasa kangen aja ke kamu" lanjutnya sambil tersenyum tulus.

"Yaallah Nan, effort amatt" ucap Shani yang merasa tidak enak.

"Aku mah rela apa aja, yang penting ga kehilangan kamu" ucap Jinan dengan mode alay nya.

"Apala Onty ini" ucap Christy mendelik kan matanya, mereka yang ada disana pun langsung tertawa.

"Belum mau punya momongan Nan?" tanyanya sambil nyengir.

"Yeuu mauu sii, tapi belum di kasih aja" ucapnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Mauu nen bundaa" ucap Christy yang memainkan telunjuknya di dada Shani.

"Iyaa nen, pelan pelan ya masih perih ngga?" ucapnya sambil mengecek dulu bibir Christy.

Christy mengangguk namun perihnya tak separah kemarin.

"Nan puasa ngga?" tanya Shani yang mengelus rambut Christy, Jinan mengangguk "puasa dong" ucapnya.

"Lu gamau lebaran disini?" tanya Shani lagi, "Mau sii, tapi kan suami ada disana Shan masa gua tinggal" ucap Jinan sambil tersenyum tipis, Shani mengangguk paham.

"Nen muluu yaaa anakk kecill" ucap Jinan yang mencubit pelan pipi Christy.

"Ihh sakitt" ucapnya yang melepaskan nipple Shani, lalu menatap Jinan sinis.

"Apa" ucap Jinan yang menatapnya balik, Christy mendelik kan matanya.

"Dih gajelass" ucap Jinan yang menjulurkan lidahnya kepada Christy sambil menggoyangkan kepalanya.

"Bundaaa Onty Jinan nya" rengeknya sambil mendengus kesal Shani yang melihat itupun hanya terkekeh.

"Huuu ngaduu huu" ucap Jinan yang masih ingin menjahili Christy sampai nangiss.

welcome back, little angel! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang