Sore ini mereka sudah berada di dalam mobil untuk pulang, Christy menyusu di pangkuan Shani.
"Uhh anak bundaa cape yaa" ucapnya sambil mencium pucuk rambut Christy
"Udah cii, liat anaknya ngantuk" ucap Mami vee agar Christy tidak menangis
"gemess loh aku inii" ucapnya sambil terkekeh
Shani memijat kepalanya ia masih kepikiran soal Christy yang takut di bawa oleh ayah kandungnya, Yaitu Cio. Christy tertidur tenang di sebelahnya.
"Gimana kalau Cio cuman alibi?" tanyanya pada diri sendiri, Ia memandang wajah Christy sedetik kemudian ia meluruhkan air matanya.
"Bunda takut, takut kamu di bawa ayah kamu" gumamnya sambil sesekali mengusap air matanya.
"Gimana hidup bunda, kalau kamu beneran di bawa ayah kamu dari bunda dee. Bunda gabisa bayangin sehancur apa hidup bunda" gumamnya lagi dengan air mata terus menerus menetes.
Shani tertidur sambil memeluk anaknya, Ia mungkin kelelahan menangis dan terlalu memikirkan hal hal negatif tentang Cio.
Pagi hari, Cio datang ke rumah Shani.
"Cii bangun, ada Cio dan istrinya di bawah" ucap sang Mami yaitu Vee. Shani yang mendengar Mami nya bilang Cio ia langsung bangun dan buru buru air.
"Ada apalagi anda kesini, Cio?" ucap Shani dengan ketusnya
"Tenang Shan, aku cuman mau pamitan sama dede. Bolehkan?" tanyanya dengan tersenyum
"Tapi dede blm bangun, gabisa di ganggu" Ucap Shani dengan tangan gemeter takut anaknya di bawa oleh ayahnya.
"Plss Shan, aku cuman pamit setelah itu aku gabakal ganggu kehidupan kamu lagi" ucap Cio dengan wajah memohonnya, tiba tiba Christy lari menemui bundanya.
"Ihh bundaa, koo ninggalin dede sendiri di kamar"Ucapnya memeluk posesif pinggang bundanya
"Lucu kalau dia posesif ke aku" Gumam Anin dengan senyum smirik nya.
"Haii pagii sayangg" ucap Cio menyapa anaknya sambil tersenyum
"ya pagi" ucap Christy menjawab seadanya
"Ayah mau pamit buat pergi ke negara Ayah lagi" Ucap Cio yang terus menerus menatap Christy sambil tersenyum
"ya, tpi jngn ganggu kehidupan sya." ucapnya sambil memeluk pinggang Shani dengan erat
"tapi izinkan Ayah bicara berdua di luar boleh?" ucap Cio, Shani curiga apakah ini cara Cio membawa Christy darinya?
"Kayanya aku mual mass, aku tunggu di mobil ya" Ucap Anin tiba tiba, membuat Shani semakin curiga
"iya sayang, aku mau bicara dulu sama anak aku" ucap Cio sambil tersenyum
"Ayah mana yang rela pisahin anak sama bunda" celetuk Christy sambil menegakkan tubuhnya.
"Maaf maaf kan ayah, ayah tau salah. Tapi tolong maafin ayah nak.." ucap Cio dengan wajah sedihnya
"Bolehkan Shan, saya bicara sebentar sama Christy?" izin Cio kepada Shani
"ya silahkan tapi hanya 5 menit" ucap Shani, mau bagaimanapun Cio tetaplah ayah Christy. Cio dan Christy keluar untuk bicara entah pembicaraan apa yang jelas jelas hanya Christy dan Ayahnya.
Namun bukannya duduk di kursi, Cio malah menggendong Christy membawanya ke mobil dengan paksaan
"Bunda tolong, tolong dede bundaa" teriak Christy sambil memukuli punggung Cio. Shani yang mendengar teriakkan Christy lngsung berlari keluar, dan ternyata Christy sudah ada di dalam mobil bersama Anin.
"Anin buka pintunya Anin pls jangan bawa Christy pergi Anin" teriak Shani memukuli kaca mobil Cio.
"Bunda tolong dede gamau bundaa tolongg bundaa" ucap Christy menangis di dalam mobil sambil meronta ronta.
"Cio bukaa Cio, mana janji kamu" Ucap Shani yang beralih memukuli kaca mobil depan
Shani mengejar mobil yang sudah jalan itu sambil teriak teriak, tapi saat di tengah jalan ia terjatuh dan mobil Cio sudah tidak terlihat dari kalangan perumahan tersebut. Shani berlari untuk mengambil kunci mobil ia tidak peduli dengan lutut yang berdarah kemana mana.
"Ada apa cii?" tanya oma ve yang melihat Shani.
"Dede di bawa mam, dede" ucapnya menyalakan kunci mobil dan melajukan dengan kecepatan tinggi.
"Jangan jangan bawa Christy mass, dia hidup aku" ucapnya di dalam mobil dan tidak sadar membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Ternyata mobil Cio sudah hilang jejak tapi Shani tidak putus asa.
KAMU SEDANG MEMBACA
welcome back, little angel!
Krótkie Opowiadania"Terimakasi ya Tuhan, masih mempercayai Shani untuk menjaga anak Shani" -Shani Indira Natio. "Terimakasi tuhan, di kehidupan yang sekali ini aku masih bisa di pertemukan dengan bunda" -Angela Christy Natio.
