2 minggu berlalu~~, Sore ini Shani akan melaksanakan buka bareng bersama teman teman arisannya dan mereka sepakat tidak akan membawa anak anaknya, Christy yang mendengar itu udah badmood dan rewel duluan, sedari tadi terisak di tempat tidur di gendong tak mau, di diam kan salah.
"Dede mau apa hm?" tanya Shani sambil mengelus punggung tangan Christy.
"hiks hiks ndakk" jawabnya sambil terus ber guling guling kesana kemari.
"yauda ndak ndak, dede nya diem dong liat berantakan semua tempat tidurnya sayangg" ucap Shani yang duduk di sofa, ia biarkan dulu anaknya mau ngapain sesuka hati nya.
"Bundaaa" rengeknya sambil terus terisak, Shani menghela nafasnya ia binggung jika anaknya seperti ini pasti serba salah.
"apa sayangku, cintaku dede mau apa?" ucap Shani memangku Christy lalu duduk di sofa lagi.
Christy masih saja diam, ia mendusel namun isakan nya masih ada.
"udaa dong sayang, bunda bikin kesel sama dede?" tanya Shani sambil mengelus punggung Christy.
"D-edee denger hiks bunda mau hiks pergi buka bareng huaaa" belum juga selesai bicaranya sudah menangis seperti anak balita.
"Heii, tenang duluu makannya tenang tenang cup cup" ucap Shani sambil terkekeh karena menurutnya Christy lucu tadi.
"cup cup cupp" ucap Shani memeluknya dan mengusap punggungnya agar Christy tenang terlebih dahulu.
"Bunda mau hiks ninggalin dedee" ucapnya tiba tiba, ooo Shani paham pasti anaknya mendengar percakapan tadi bersama temannya di handphone.
"Iya, bunda mau bukber" ucap Shani malah sengaja menjahili Christy, padahal nanti ia juga sendiri yang tidak tegaan.
"bunda ndak sayang dedeee" ucapnya tersegal segal, Shani mengelus elus punggung Christy.
"iyaa bunda emang udah ga sayang dede huu" ucap Shani menghela nafasnya.
"bunda cape yaa, makannya ga sayang dede lagi" lirihnya di leher Shanii.
Shani yang mendengar itu tersenyum tipis. "Ngga sayangg, bundaa bercandaa ajaa cup cup, mana mungkin bunda cape sama anak sendiri huuu" ucap Shani sambil mencium pipi Christy.
"kok pipi bakpao udaa kecill yaaa, jarang mam sii dedee" ucap Shani yang mengelus pipi Christy tersebut, ternyata sekarang pipi nya kecil, duluu sangat gemoy sepertii bakpao.
"Nen bundaa, huhuu" ucapnya yang sempat diam mendengar ucapan bundanya.
"iyaa sayangg nih nih, nen yang banyakk" ucap Shani yang mencium dulu pipi Christy lalu menyodorkan nipple nya.
"boboo dongg, udaa siang inii haruss boboo siang" ucap Shani karena Christy sudah menyusu sedari tadi namun tidak ada tanda tanda ngantuk di matanya.
Christy menggelengkan kepalanya.
"Yaudaa ke bawah yuu" ucap Shani memangku Christy ala koala.
"Hallo pap, mam" sapanya baru saja turun dari kamar.
"Cucuu oppaaa, kangen banget sama Angel" ucapnya sambil tersenyum ke arah Christy.
"matanya sembab kenapa Cii?" tanya Oppa namun, menurut Oma Vee itu sudah biasa.
"hhee gatau, tadi nangis nangis sama cici jailin juga" ucap Shani terkekeh lalu duduk di sofa tersebut.
Christy melepaskan nipple Shani, lalu turun dari pangkuan Shani dan pindah ke pangkuan Oppa nya.
"Bunda jailin dede muluu Oppaa, marahin" ucap Christy mengadu di pelukan sang kakek.
"Nantii Oppa marahin yaa" ucap Oma mencium pipi Christy, Christy merasa geli karena Oppa itu ada kumis dan jenggot tipis.
KAMU SEDANG MEMBACA
welcome back, little angel!
Historia Corta"Terimakasi ya Tuhan, masih mempercayai Shani untuk menjaga anak Shani" -Shani Indira Natio. "Terimakasi tuhan, di kehidupan yang sekali ini aku masih bisa di pertemukan dengan bunda" -Angela Christy Natio.
