Sekitar jam 6 sore, Christy terbangun dan mencari bundanya
"hiks hiks hiks bundaa" ucapnya menangis karna tidak melihat bundanya
untungnya bi Inah mendengar tangisan Christy, ia masuk dan mendekat ke arah Christy
"Ehh non udah bangun?"ucap bi Inah yang mendekatkan badanya
"Ayo sama Bibi duluu" ucapnya menyodorkan tangannya
Christy tidak menolak, karna ia pikir bi Inah akan membawanya kepada bundanya
"Bundaa mana hiks" ucapnya kepada bi Inah
"Aduhh, katanya bunda non teh ada acara ulang tahun temennya" ucap bi Inah yang mengayunkan Christy di gendongannya
"MAUU BUNDA HIKS BI MAU BUNDAA HIKS" ucapnya sambil teriak teriak
"iyaa bentar bibi telpon dulu, jangan nangiss" ucap bi Inah mengelus punggung Christy
bi Inah menelpon Shani dan Oma Ve tapi tidak ada jawaban dari keduanya
"Non mau apa emang?, Susu?" tanya bi Inah yang melihat Christy masih sesenggukan
"aku cuman mau bunda hiks" Ucapnya menangis kembali
"Duh bibi teh binggung harus gimana" gumam bi Inah karna tak tau harus berbuat apaa
"hus hus non teh tong nangis wae atuh bisi sakit" ucap bi Inah yang terus mengayunkan Christy
beralih dengan Shani di cafe itu
ia menikmati semua hidangan dan hiburan, makannya tidak mendengar jika ada yang menelpon. Bahkan bi Inah sudah meneleponnya mungkin 10 lebih panggilan tak terjawab
"Ci anaknya ga di bawa?" pundak Shani di tepuk ia menoleh lalu tersenyum
"ngga, soalnya tadi tidur" ucap Shani
"emangnya ga nangis ci?" tanya gracia adik nya
ia baru teringat jika anaknya tidak bisa jauh darinya, ia membuka hp dan yaa banyak sekali panggilan masuk dan pesan dari bi Inah
"yaallah gre, untungnya kamu ingetin. Cici pulang duluan yaa" ucap Shani yang terburu buru
"nanti mami, anterin sama kamu" ucap Shani yang sudah masuk ke dalam mobil
ia sangat cemas bahkan menyetir pun tidak fokus, untungnya tidak terjadi apa apa
setelah beberapa menit ia sudah berada di depan pagar rumahnya
ia kelakson agar di buka kan oleh pagarnya oleh pak Hasan
"Makasih ya, pak" ucapnya turun dan membawa tas nya tergesa gesa
"DEDEE" ucapnya teriak dari pintu
"bunda hiks hiks" tangisnya di gendongan bi Inah
"Sini sayang, maapin bunda yaa" ucapnya mengendong Christy
"bi nangis nya dari tadi?" tanya Shani kepada pembantu nya
"dari tadi bangun nyonya, sekitar jam 6" ucap bi Inah
"yauda saya duluan ya bii, makasih" ucap Shani yang menggendong Christy ke kamar
"Bunda ganti baju dulu yaa?" ucapnya sambil mengelus punggung Christy
ia menggelengkan kepalanya "aku mau ikut, gamau di tinggal lagi" ucapnya di bahu Shani
"iyaa gabakal, bunda cuman ke air sayangg" ucapnya sambil terus mengelus rambut Christy
"mau ikut" Ucapnya penuh tekanan
Shani menghela nafas nya
"duduk dulu sini, bunda ganti baju dulu" ucap Shani mendudukkan Christy di kursi. untungnya di kamar mandi Shani ada kursi satu
"bunda habis dimana?" tanya Christy yang sudah tenang di atas badan Shani
"maapin bunda yaa, tadi bunda ke acara ulang tahun tante Gita" ucap Shani sambil mengelus elus punggung Christy, tetapi tangan satu nya memegang handphone
Christy mendusel di payudara Shani
"mau apa he'em?" tanya Shani kepada anaknya
"mau mimi" cicitnya
Shani yang mendengar pun membukakan bra nya, dan Christy langsung menyedotnya karna merasa sangat haus. Mungkin kebanyakan menangis tadi
Christy anteng menyedot asi nya sambil memainkan telunjuknya di pipi Shani
"Kamu haus banget he'em?" tanya Shani yang menaro handphone nya
Christy mengangguk angguk
"lucuu banget sii anak bunda" ucap Shani sambil mencubit pipi Christy pelan
"huhuu bunda sakitt hiks" ucapnya merasa perih pipi nyaa
"ehh" ia reflek bangun dan melihat pipi Christy, yang memerah
"aduhh maafin bunda yaa sayangg" lanjutnya sambil mengelus pipi Christy yang merah itu
Ia masih menyedot tapi sesekali ia sesenggukan
hening..
tiba tiba Christy meminta gendong di ayun ayunkan seperti anak balita
"bunda mau gendong" ucapnya kepada Shani
"lepasin dulu nen nyaa, bunda mau ambil gendongan nya" ucap Shani kepada Christy, sambil mendudukkan Christy di kasur
"ayo sinii, bobo tapi yaa. Udah jam 10 ini" ucap Shani yang sudah menyodorkan tangannya
Christy di ayun ayunkan sambil menyusu, ia sama sekali belum memejamkan matanya
"tidur dongg, kalau ngga bunda turunin nih" ucap Shani sambil menatap mata bloh anaknya
Christy memejamkan matanya, tetapi ia hanya berpura pura
sekitar jam 11:30 Christy baru tertidur pulas di gendongan Shani
Shani turun ke bawah untuk melihat apakah mami nya udah pulang atau belum
"Bi udah beresin nya besok aja, tidur sekarang" ucap Shani yang melihat bi Inah sedang membereskan ruang tamu
"eh nyonya kok belum tidur" ucap Bi inah
"tadi mami udah pulang belum ya bii?" tanya Shani kepada bi Inah
"udah kok, baru pulang" ucap Bi inah yang sudah selesai membereskannya
"yauda atuh yaa, saya teh duluan" ucapnya lalu pergi ke kamarnya
Shani meniduri Christy yang sudah pulas sejak tadi, ia juga meniduri dirinya yang merasa pegal. Gimana tidak pegal seharian ia memangku Christy
"kamu kenapa sii, hari inii" gumam Shani sambil menatap wajah damai Christy
tidak lama kemudian ia juga memejamkan matanya, dan mulai tertidur menyusul anaknya ke dalam mimpi
Dini hari Christy merengek mencari sumber energi nya, yaitu asi.
"ini sayang, utututu" ucap Shani yang menyodorkan nipple nya
Christy menyedot nipple nya, tapi tangan nya masih belum bisa diem
Shani menarik tangan Christy untuk memeluk pinggangnya
Skipp pagi harii
Shani turun karna merasa lapar
"duhh cuman ada mie" gumannya
tapi untungnya tukang bubur lewat, "tunggu bang" ucapnya di depan pintu
"mau berapa neng?" tanya abang abang bubur tersebut
"Ini 3, sepuluh ribu semuanya" ucapnya kepada abang buburnya
"Tolong bawain ke dalam ya bang, kalau ngga bisa minta tolong satpam aja" ucapnya masuk duluan
Shani melihat Maminya, karna tumben belum bangun
"Mami tumben belum bangun" ucap Shani yang sudah membuka bukakan gorden Jendela Maminya
"eughh, tumben kamu udah bangun Ci" tanya Oma yang duduk di tepi kasur
"sarapan mam, Cici udah beli bubur" ucapnya keluar kamar
"jadi berapa bang?" tanya Shani kepada penjualnya
"30 ribu Teh" ucapnya
"ohh ini yaaa kembalian nya ambil aja" ucap Shani menyodorkan uang seratus ribu
"yaallah Alhamdulillah, rezeki pagi pagi. Hatur nuhun teh" ucapnya lalu pergi berkeliling lagii
"lapar teh" ucap Oma yang baru saja datang
"muhun bu, saya teh lapar" Ucapnya sambil terkekeh
ia sudah menghabiskan buburnya, dan kembali ke kamar untuk melihat anaknya apakah sudah bangun atau belum.
Saat ia ke kamar ternyata Christy terbangun, dan sudah melengkungkan bibirnya
"ihh gemes banget sii, anak siapa?" ucapnya sambil menoel hidung Christy
"bunda tinggalin dede lagi?" tanya nya yang menatap wajah Shani
"ngga sayang, bunda tadi makan bubur di bawah" ucap Shani menggendong Christy
"kenapa Cii, rewel banget dari kemarin" tanya Shani kepada Christy
Christy hanya menggelengkan kepalanya, ia juga binggungg
nahh double upp deh, ramein gayss hhheee
selamat malam jangan bergadang woii besok masih ujian
babayy, sweet dreams all🤍🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
welcome back, little angel!
Cerita Pendek"Terimakasi ya Tuhan, masih mempercayai Shani untuk menjaga anak Shani" -Shani Indira Natio. "Terimakasi tuhan, di kehidupan yang sekali ini aku masih bisa di pertemukan dengan bunda" -Angela Christy Natio.
