Bab 23

1.8K 137 9
                                        

Hari ini tanggal 01 maret. Shani akan bertemu Kelayan dari luar negri, tetapi Shani tidak tau nama kantor tersebut karna sangat privat.
"Ini aku mau ketemu Kelayan koo ga enak hati ya?" gumamnya di depan cermin

"Mam, aku berangkat dulu yaa. Kalau dede marah bawa aja ke mall di restoran ××××" Ucap Shani sambil mencium punggung tangan Mami nya.
"Hati hati ya sayang" ucap Mami Ve lalu mencium keningnya.

Kelayan tersebut sudah datang sedari tadi bersama istri nya. Tetapi saat Shani datang istrinya ke kamar mandi.
"hallo, maaf menunggu lama" ucap Shani dengan nada dinginnya
"iya, tidak- Shani?" ucapnya terpotong karna kaget melihat orang yang akan kerja sama bersama perusahaan nya.
"Cio?" ucapnya dengan mata penuh kemarahan.

"Shan, maaff maafkan saya." ucapnya dengan nada menyesal, tetapi Shani mikir itu hanya alibi Cio.
"ya tidak apa apa lupakan, tapi bisakah anda jelaskan bagaimana anda meninggalkan saya tanpa sepatah kata pun?" ucap Shani yang sebenarnya sudah muak berhadapan dengan Cio tetapi ia ingin tau alasannya kenapa.

"Mass uda-" ucap Istrinya Cio yang baru selesai dari kamar mandi.
"hallo Mba, kenalin saya istri nya Cio" ucap wanita itu mengulurkan tangannya.
"Kenalin Shan, dia istri aku yang sekarang. Maaf dulu ninggalin kamu karna aku takut kamu sakit hati karna saya selingkuh bersama Anin sebelum Christy lahir." ucapnya dengan menunduk

"kenapa, kenapa? kenapa kamu nikahin aku kalau kamu selingkuh Cio. Kamu keren keren sekali" Ucap Shani marah sambil tepuk tangan.
"maaf sebenarnya mba siapa nya?" tanya Wanita tersebut kurang paham.
"Oh saya? hanya Kelayan mba Anin" ucap Shani dengan senyum.
"Dia istri aku yang aku ceritakan pada kamu Nin, Dia Shani mantan istri aku yang aku tinggalkan tanpa penjelasan" Ucap Cio kepada Anin istrinya sekarang.

Anin hanya diam, ia tidak tau akan bagaimana.
"Maaf Shan, aku ninggalin kamu tanpa penjelasan karna aku nikah bersama Anin di Korea. Dan yang misahin kamu dan anak kamu itu adalah aku sendiri." ucap Cio yang berani jujur.

PLAK. Shani menampar pipi Cio dengan keras.
"kenapa mas? kenapa setelah kamu ninggalin aku? kamu juga pisahin aku dengan anak aku?" ucap Shani dengan amarah yang memuncak. Setelah Shani berbicara seperti itu, ia mendengar anaknya berlari mendekati dirinya sambil berteriak.

"Bundaaa" ucapnya merentangkan tangannya.
"Sayangg, kesini sama siapa hm?" tanya Shani yang berusaha menetralkan amarah nya.
"Sama omaa, tadi dede nangis nyariin bunda hhee" ucapnya sambil duduk di pangkuan Shani.

"Mereka siapa Bunda?" bisik Christy di telinga Shani.
"De, ini papa" ucap Cio yang meneteskan air matanya. Ia tidak menyangka anaknya yang dulu Ia pisahkan dan di antarkan ke panti asuhan sekarang sudah besar dan tumbuh sehat bersama bundanya.
"apalah om ini, kalau suka sama bunda tuh gausaa ngarang deh" ucap Christy dengan mata sinisnya.

"Ini beneran papa sayang" ucap Cio menyakini Christy lagi.
"Ibu saya ini memang cantik, tapi tidak seharusnya anda beralibi mengakui ngakui bahwa anda papa saya. Liat om kasian istri om di samping, Ngaku ngaku jadi Papa saya lagi" ucap Christy yang mode dewasa nya keluar.

"Dedee, huh huh huh" ucap oma yang baru sampai dengan dada naik turun akibat berlari.
"Mami" Ucap Cio yang menyodorkan tangannya untuk salim.
"Mami, tolong bawa dede ke Playground dulu yaa?" ucap Shani. dan di beri anggukan oleh Mami Ve.

"Gimana Cio liatkan anak kamu sendiri aja sampai tidak mengakui dirimu sendiri. Karna kamu memang jahat, jahat sekali" ucap Shani yang tersenyum smirik.
"Shan, maaf tapi izinkan aku memeluk tubuh anak aku sebentar saja tidak apa apa. Asal saya merasakan bagaimana memeluk anak sendiri." ucap Cio yang memohon kepada Shani.

"Baik, tapi anda berjanji untuk tidak menganggu hidup saya dan anak saya." ucap Shani dengan penekanan.
"Jangan bikin trauma saya kembali." lirih Shani. Ia takut jika Cio akan membawa Christy pergi darinya.

"Tidak Shan, saya janji tidak akan menggangu hidup kamu dan Christy. Karna saya tau Christy akan tepat berbahagia bersama kamu bundanya daripada saya papanya sendiri. Maaf untuk kejadian tahun sebelum sebelumnya. Izinkan saya memeluk Christy sebentar dan saya janji tidak akan menganggu hidupmu dan hidup dede" ucap Cio dengan meneteskan air matanya.

"oke saya izinkan, dan untuk kerja sama antara perusahaan saya dan perusahaan anda lebih baik kita batalkan." ucap Shani menelpon Mami nya untuk membawa Christy ke cafe dimana Shani tadi.

"akuu lagii main loh bun, tadi bunda suruh main tapi baru sebentar suruh kesini lagi" gurutu Christy di pangkuannya.
"Ini papa, izinkan papa meluk Dede yaa?" ucap Cio mengelus tangan Shani. Shani menepiskan tangan Cio.
"Apasii sok asik gausa pegang pegang" ucap Christy memeluk bundanya erat
"Dede, liat bunda sini. Dia papa kamu, papa Cio yang selalu dede kangenin." ucap Shani mengelus pipi Christy.

Christy menoleh melihat papa nya. Cio yang dilihat pun tersenyum. Anin sedari tadi ia diam, ia binggung harus bagimana.
"Tapi dede gamau peluk sama dia, dia jahat hiks" ucapnya sambil menangis di bahu Shani.
"Maaf, maafin papaa. Papa emang jahat tapi izinin papa memeluk dede untuk pertama dan terakhir yaa?" ucap Cio dengan menunduk

Christy menatap bundanya, Shani mengangguk untuk meyakini.
Christy turun dari pangkuan Shani dan berdiri di samping Cio. Cio langsung memeluknya erat.
"maaf, maafin papa jahat selama ini sama kamu" ucap Cio sambil mengelus rambut Christy.
Shani diam, ia menangis dan mami ve senantiasa mengelus punggung anaknya.

Saat Cio akan mencium keningnya Christy menahannya.
"Tidak, bukankah anda cuman meninta untuk di peluk?" ucap Christy walaupun tidak membalas pelukannya. Hati Cio sakit mendengar anaknya sendiri menyebut nya anda. Tapi ia sadar ini semua karma baginya.

"Baik Shan, terimakasiii untuk pertemuan hari ini. Saya mengikhlaskan Christy bersama kamu karna kamu orng tepat menurut saya." ucap Cio yang sudah berdiri bersama istrinya.
"Papa pulang ke negri asal papa ya, terimakasiii sudah mau berpelukan dengan papa. Maafkan papa juga I love so much sayang. Sehat selalu yaa sama bunda" ucap Cio walaupun hati nya sakit.

"saya janji tidak akan menganggu kamu dan dede, memang awalnya saya ingin sekali Christy tinggal bersama saya tapi setelah ini saya tidak mau egois mungkin ini karma bagi Shani. see you semoga kita bertemu di lain hari lebih baik" ucap Cio yang sudah menggandeng tangan Anin istrinya.
"permisi" lanjutnya lalu pergi

"pulang yuu, kamu pasti cape" Ucap Shani memangku Christy ke pangkuannya.
"Bunda aku mau liat teater jkt48 dulu" ucapnya di gendongan Shani.
"iya sayang, kan ini mau ngelewatin. Anak bunda ternyata suka sama jkt48 yaa" ucapnya menggesekkan hidungnya dengan hidung Christy.

waduh waduh gimana ni gayss, menurut kalian apakah cio benar benar mengikhlaskan Christy bersama Shani atau ia akan bawa Christy pergi dari Shani?? OMG DEG DEGAN LOH.
ahaha gajelas maapp, jangan lupa vote gayss dan komen karna itu bikin author semangat. Nah upp lagi tapi gtw setelah ini

bisi mau temenan sama author imut gemes ini, wkwkwk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

bisi mau temenan sama author imut gemes ini, wkwkwk

welcome back, little angel! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang