Target Selanjutnya??

1.6K 187 34
                                        

-
.
.
.
.
.


Ferrel yang sudah menyelesaikan hukuman dari bini-nya, segera menepi di pinggir lapangan untuk beristirahat.

"Huuuufftt...cape banget gila...!!" Ucap Ferrel sambil menyandarkan tubuhnya di kursi pinggir lapangan.

"Enak hukuman-nya??" Tanya Christian, menyerahkan botol minuman dingin.

Ferrel mengambil botol minuman itu dan langsung membuka dan meminum-nya sampai habis, "Pake nanya lagi, bodo lo...!!" Ucap kesal Ferrel yang mendapatkan pertanyaan konyol dari Christian.

Christian tersenyum geli karena melihat muka Ferrel yang kesal, "Yaelah gitu aja marah lo Rel." Ucap Christian menempatkan dirinya duduk disebelah Ferrel.

Ferrel hanya memasang muka malas-nya saja di samping Christian, "Ngapain lo...!! kenapa ga masuk ke-kelas??" Ferrel bertanya sinis kepada Christian.

"Ga asik kalo ga ada lo Rel..." Ucap Christian memandang langit Pagi yang cerah.

"Emang kalo ada gw langsung asik gitu!? bodo lo Chris...!!" Ucap Ferrel membuang botol minuman yang sudah habis.

Christian yang diejek bodoh terus oleh Ferrel langsung mengunci kepala Ferrel diketiak-nya, "Si anjing, gw bilang kalo ga ada lo itu ga ada yang ngajak gw ngomong!!" Ferrel yang kepala-nya dikunci Christian berusaha melepas kuncian tangan Christian.

"Woi anjing!! ketiak lo bau Asu...!!" Ferrel kesal karena kuncian dari Christian ini sangat kencang bahkan dirinya susah untuk melepas kuncian dari Christian.

"Minta ampun ga lo!! kalo ga gw gak-akan lepasin kepala lo di ketiak gw sampai muka lu bau ketiak gw...!!" Ucap Christian masih mengunci kepala Ferrel agar tidak terlepas.

Ferrel yang sudah berusaha untuk lepas tetapi tidak ada hasil Ferrel-pun menyerahkan dan meminta ampun pada Christian, "Oke-oke gw nyerah...ampun Chris..." Christian yang mendengar Ferrel meminta ampun melepaskan kuncian-nya dan tersenyum kemenangan.

"Hahaha...bodo lo Chris!! maka-nya kalo sekolah itu cari temen!! Christian si introvert!!" Ferrel yang sudah lepas dari kuncian Christian langsung berlari meninggalkan Christian dan mengejek-nya sambil memberi acungan jari tengah.

"Bajingan!! sini lo Rel...!!"

-
.
.
.
.
.
.

Bel pulang sekolah berbunyi menandakan pelajaran telah selesai, Ferrel yang sedang menggoda cewe-cewe di depan koridor kelas dan Christian yang sedang berusaha membawa Ferrel agar tidak menggoda cewe-cewe dan segera pulang.

"Buah apel, buah nanas. Hai nona manis mas Ferrel sudah datang, jangan lari kalo ada mas-mas tampan." Gombalan Ferrel yang sama sekali tidak bermutu.

Christian yang dari tadi hanya mendengar ocehan gombalan dari Ferrel hanya menepuk jidatnya, 'Gini amat punya temen buaya kelas kakap...', Monolog batin Christian melihat kelakuan teman-nya ini.


"Rel...udahan dulu Ayok, kita udah ditunggu itu sama Zean dan antek-anteknya." Ucap Christian mengajak Ferrel agar pergi menuju parkiran sekolah.

Ferrel yang mendengar ucapan Christian pamit dengan mangsa-mangsanya, "Yaudah Ayo. Nona-nona, mas Ferrel yang tampan ini pamit dulu ya.", Cewe-cewe yang sedang digoda hanya tersenyum malu karena digoda oleh Ferrel.

Ferrel dan Christian langsung menuju ke parkiran yang terlihat sudah ada Zean dan antek-anteknya dan dua pawang buaya kelas kakap ini.

"Ishh...!! lama banget sih, kamu kemana aja si!?" Ucap Marsha cemberut karena sudah menunggu Ferrel yang kata-nya ada urusan sebentar.

Ferrel The Fighter Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang