Family Trip (HARRIS)

649 28 0
                                        

Beberapa minggu yang lalu keluarga Harris dan tunangan nya merencanakan untuk berlibur ke villa, namun karena tiba-tiba Harris sakit maka acara yang mereka susun akhir nya di undur setelah Harris sembuh dari sakit nya.

Hari ini pukul 8 pagi di rumah Harris sangat sibuk mempersiapkan barang-barang mereka untuk di bawa ke villa. Mereka menyewa villa yang di cukup besar di daerah puncak Bandung yang masih belum banyak orang tau.

Setelah semua orang siap, mereka akhir nya berangkat bersama. Perjalanan menuju ke villa terasa singkat karena jalanan yang di lalui mereka cukup sepi dan hanya beberapa kendaraan saja yang lewat jalur tersebut.

Harris keluar dari mobil nya dengan membawa barang dan dia menghampiri mobil tunangan nya yang terparkir sedikit jauh dari mobil milik keluarga nya.

Harris merangkul pinggang tunangan nya dengan tiba-tiba yang membuat perempuan itu sedikit tersentak kaget.

“Astaga bisa ga sih jangan ngagetin.” ucap Carrisa dengan memukul lengan Harris.

Harris hanya tersenyum dan masih pada posisi merangkul pinggang wanita itu “Sini aku bawain.” ucap Harris.

“Ngga perlu, aku masih bisa bawa sendiri lagian ngga berat juga.” jawab Carrisa.

Harris hanya menganggukkan kepala nya, mereka berdua berjalan menuju ke dalam villa untuk menyusul keluarga nya yang sudah berada di dalam sana.

Suasana di villa sangat sejuk dan asri karena masih banyak pepohonan yang mengitari villa serta resort tersebut “Aku suka banget disini, keliatan sepi ga banyak denger suara kendaraan.” ucap Carrisa.

Harris menyetujui hal tersebut karena diri nya memang sengaja memilih villa yang jauh dari kebisingan manusia maupun kendaraan agar mereka bisa menikmati waktu bersama dengan keluarga.

Setelah beberapa menit menelusuri jalanan yang lumayan sepi akhir nya mereka berdua sampai di penginapan. Carrisa berjalan ke kamar nya dan di ikuti oleh Harris.

“Heh ngapain kamu disini!” seru Carrisa.

“Kamar kamu ada di sebelah ya, sana ih.” lanjut Carrisa.

“Kamar kamu, kamar aku juga.” ucap Harris dengan enteng, dia pun merebahkan diri nya di tempat tidur dan memejamkan matanya.

“Mana ada kaya gitu, pindah sana aku ga enak sama orang tua kita.” Carrisa ikut merebahkan diri nya di samping Harris. Ternyata berjalanan mereka cukup melelahkan.

“Nanti dulu, aku cape.” lirih Harris.

Carrisa pun mengalah karena tidak ingin mencari keributan dengan Harris, dia kemudian beranjak dari tempat tidur nya dan mulai membongkar baju-baju yang dia bawa.

Dia merapikan satu persatu baju nya dan meletakkan di lemari yang sudah di sediakan. Setelah selesai dengan barang nya kemudian dia mengambil tas milik Harris.

Carrisa berjalan dengan pelan agar tidak membangunkan Harris, dia keluar dari kamar nya dan berjalan ke arah kamar milik Harris untuk merapikan barang-barang Harris.

“Loh Carrisa? Kok bawa-bawa tas Harris, anak nya kemana?” tanya mama Harris.

“Ketiduran ma di kamar Carrisa, padahal udah di bilangin buat ke kamar nya sendiri tapi ngga mau.” jelas Carrisa.

“Kebiasaan emang itu anak.” ucap mama Harris.

“Ayo makan siang dulu, udah pada kumpul tuh kamu pasti juga laper kan.” lanjut nya.

Carrisa menganggukkan kepala nya “Nanti Carrisa nyusul deh ma, mau naruh baju-baju Harris dulu.” ucap Carrisa.

“Yasudah, nanti langsung nyusul aja ya.” ucap mama Harris dan di angguki oleh Carrisa.

Setelah berbicara dengan mama Harris, Carrisa dengan langkah sedikit buru-buru menuju ke kamar Harris untuk meletakkan baju-baju Harris ke dalam lemari.

…..

Sekitar pukul setengah 3 sore Harris bangun dari tidur, dia mengedarkan pandangan nya dan melihat ke sekeliling kamar yang terlihat sepi. Harris mendudukkan diri nya sambil mengumpulkan nyawa nya dengan kepala yang sedikit menunduk.

Setelah beberapa saat Harris mendengar pintu kamar nya terbuka, dia menatap ke arah pintu dan mendapati wanita nya dengan membawa nampa berisi makanan serta minuman.

“Oh udah bangun?” tanya Carrisa yang meletakkan nampa berisi makanan tersebut di samping Harris.

Harris hanya menganggukkan kepala nya, dia menatap Carrisa tanpa berniat membuka suara.

“Kenapa? Pusing lagi?” tanya Carrisa yang di jawab gelengan kepala oleh Harris.

“Makan dulu, nanti kamu sakit lagi kalo telat makan nya.” ucap Carrisa.

“Suapin.” ucap Harris.

Carrisa mulai menyuapi Harris dengan perlahan, seperti nya mood laki-laki di samping nya sedikit menurun sampai tidak ada energi untuk sekedar berbicara.

Setelah selesai menyuapi Harris, Carrisa menyodorkan jus jeruk kepada Harris dan langsung di minum oleh nya.

“Mau jalan-jalan keluar?” tanya Carrisa.

“Ngga mau, masih pengen di kamar aja.” jawab Harris.

“Nanti malem ada acara ngapain?” tanya Harris dengan tangan memeluk pinggang Carrisa.

Carrisa mengelus rambut Harris dengan pelan “Mungkin barbeque? Tadi para orang tua udah sibuk banget buat nyiapin itu, apalagi ponakan kamu paling semangat.” jelas Carrisa di iringi kekehan.

Harris hanya tersenyum kecil “Kamu ngga cape? Dari tadi belum istirahat kan?”

“Nanti aja, udah sore takut ke bablasan.” ujar Carrisa.

…..

Harris dan Carrisa pun memutuskan untuk berjalan-jalan menikmati senja di sore hari. Mereka berkeliling di sekitar penginapan yang ternyata memiliki kebun binatang dengan beberapa spesies burung-burung.

Harris beberapa kali memotret burung-burung itu termasuk memotret burung hantu yang mengeluarkan suara aneh, hingga membuat Carrisa dan diri nya tertawa.

Mereka berkeliling tanpa melihat waktu yang kini sudah gelap, mereka berdua kemudian berjalan kembali ke penginapan mereka untuk membersihkan badan karena sebentar lagi mereka akan membuat para orang tua untuk menyiapkan acara barbequean.

End.

Happy reading, vote dan komen yaa. Jangan lupa support aku melalui trakteer yang tertera di bio akun ini, support kalian sangat berarti buat aku biar makin semangat untuk nulis, thank you so much. See u<3

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 26, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Behind of SOL.4CECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang