extra part.

953 51 2
                                        

Beberapa tahun kemudian, kini Marsha berhasil melahirkan 2 anak perempuan yang sang cantik, tentunya dengan semua dukungan dari sang suami yaitu zean.

"Mama"teriak seorang anak perempuan dari lantai atas.

"Jangan teriak teriak Michie"ucap Marsha lalu berjalan pelan ke lantai atas.

Ceklek!

"Kenapa sayang?"tanya Marsha.

"Mama"lirih michie pelan, matanya kini sudah mulai berkaca-kaca.

Michelle lenandra vanisa, anak bungsu dari Marsha dan zean, kini ia berusia 15 tahun, wajahnya sangat mirip dengan zean, tingkahnya pun sama.

Marsha memeluk lembut michie, membawa sang anak ke dalam dekapannya, lalu mengelus rambut michie pelan, saat michie sudah mulai sedikit tenang ia perlahan melerai pelukan nya.

Marsha menatap sang anak lembut "kenapa hm?"tanya Marsha lembut.

"A-aku mimpi buruk"lirih michie.

Mendengar itu Marsha tersenyum tipis, "tenang ya, ada mama disini"ucap Marsha dan diangguki michie.

Ceklek!

"sayangg kamu dim-"ucapan zean terpotong saat melihat sang istri dan anak bungsu nya sedang berpelukan, dan melihat michie menangis.

"Sutt"lirih Marsha pelan saat melihat kedatangan sang suami, zean mengangguk paham, ia mendekati sang istri perlahan.

"Kenapa sayang?"bisik zean pelan.

"Mimpi buruk"balas Marsha.

Zean menatap sang anak dengan perasaan khawatir, lalu ia mendekati michie perlahan.

"Dek"panggil zean pelan.

Mendengar ada seseorang yang memanggil nya membuat michie menoleh ke arah sumber suara.

"Papa"ucap michie.

Grep!

Michie langsung memeluk zean erat, Marsha hanya tersenyum melihat pemandangan itu, zean membalas pelukan sang anak tak kalah erat.

"Mimpi buruk ya?"tanya zean, dan dibalas anggukan oleh michie.

"Aku kebawah dulu ya by"ucap Marsha pelan, dan dibalas anggukan oleh zean.

Tak

Tak

Marsha turun ke bawah ia ingin menyelesaikan masakannya.

"MAMAAA"ucap gracie lalu berlari memeluk Marsha erat.

"Yaampun kak, mama hampir jantungan tau"ucap Marsha sambil mengelus dada nya.

"Hehehe, mama michie mana?"tanya gracie.

"Diatas, jangan diganggu dulu dia mimpi buruk, lagi ditenangin sama papa, mending kamu bersih bersih dulu baru pulang sekolah pasti capek"ucap Marsha.

"Siap Bu negara"ucap gracie lalu berlari ke kamar nya, sedangkan marsha hanya menggelengkan kepalanya.

Gracie lenandra Harlan Natio, anak pertama dari Marsha dan zean, usia nya tak jauh berbeda dari michie, kini usia nya 18 tahun, wajah nya sangat mirip dengan Marsha, namun tingkah nya sedikit bercampur dengan zean, kadang kalem kadang tantrum.

___________

Grep!

"Astaga Zee, enggak kamu enggak gracie suka banget bikin aku kaget"kesal Marsha, sedangkan sang empu hanya terkekeh pelan.

"Michie mana?, kok ditinggal sendirian sih"ucap Marsha.

"Michie diatas sama gracie sayang"ucap zean, mendengar itu Marsha bernafas lega.

"Ke kamar anak anak yuk sayang, jarang kumpul loh kita sekarang"ucap zean sambil mencibirkan bibirnya, Marsha sangat gemas sekali dengan tingkah suaminya.

"Aku belum siap masak lo-"ucapan marsha terpotong.

"Udah ah dilanjutin nanti aja, biar aku yang bantuin nanti"ucap zean.

"Bener ya?"ucap Marsha dan diangguki zean.

"Yaudah yuk"ucap Marsha.

_______________

"HAHAHA PAPA KOK JADI GITU"pekikan keras dari michie membuat gracie dan Marsha menutup kedua kupingnya.

"RAWRRR PAPA AKAN MENANGKAP NONA MICHIE"ucap zean sambil mengejar michie.

Tiba tiba gracie berlari ke arah zean sambil membawa sebuah pedang, melihat itu Marsha hanya menatap malas karna sebentar lagi akan ada drama dadakan antara bapak dan anak itu.

"Jangan berani beraninya t-rex jahat menyentuh adik ku"ucap gracie sambil mendongakkan pedang mainan ke arah zean.

Melihat itu zean tersenyum senang.

"Pahlawan kesiangan tolongin aku, aku di kejer t-rex"drama michie guna menambah intens suasana.

"Tenang saja nona michie, saya akan membantumu untuk melawan t-rex jahat ini"ucap gracie.

"Rawrrr, kamu pahlawan kekecilan tidak usah ikut campur"ucap zean.

"Enak aja kekecilan"malas gracie, sedangkan Mereka semua tertawa lepas.

Srek
Srek.

"Huhh, oke oke t-rex kalah"ucap zean ia merasa kelelahan, namun di balik kelelahan nya itu ada rasa yang teramat bahagia.

"YEYYYY"pekik gracie dan michie kesenangan.

"Huuu, t-rex nya cupu"ejek Marsha sambil tertawa melihat sang suami yang ngos-ngosan.

"Karna t-rex gagal menangkap nona michie, maka t-rex tidak akan gagal menangkap sang ratu"ucap zean lalu berlari ke arah Marsha dan memeluk nya erat.

Melihat itu gracie dan michie tidak terima, mereka sangat cemburu ketika melihat Marsha dipeluk oleh zean, sedangkan Marsha hanya menggelengkan kepalanya.

"ISHHH PAPA LEPAS GAK, JANGAN PELUK PELUK MAMA AKUU"ucap michie, ia tengah berusaha melepaskan tangan kekar zean dari tubuh Marsha.

"HEI T-REX AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAMU MENGAMBIL RATU KU"ucap gracie, lalu ia membantu michie melepaskan tangan zean dari tubuh Marsha.

"Hei hei udah, t-rex tidak jahat, sini ratu peluk kalian semua"ucap Marsha, mendengar itu michie dan gracie Langsung memeluk mama mereka dengan erat.

Zean hanya tersenyum senang lalu ia mencium pipi Marsha Dengan secepat kilat, sedangkan Marsha menatap tajam sang suami.

"Papa sayang kalian semua"ucap zean ia mengelus ketiga rambut bidadari nya.

"Mama juga sayang kalian semua"ucap Marsha sambil tersenyum senang.

"kami juga sayang papa mama"ucap gracie dan michie, lalu mencium kedua pipi zean dan Marsha.

T-rex jahat akan memakan ratu dan nona kecil.
Zeandra Harlan Natio.

Jangan sentuh adik dan mama ku.
Gracie lenadra Harlan Natio.

T-rex itu adalah papa ku.
Michelle lenadra vanisa.

Ratu sangat menyayangi kalian semua.
Marsha lenathea vanisa.

End.

Azizi asadel as zeandra Harlan Natio.

Marsha lenathea Lapian as Marsha lenathea vanisa.

Dll.

__________

Haiii mohon pamit yaaa, sampai bertemu di karya baruku selanjutnya.

See you again readers.

love that grows Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang