Setelah makan malam, kini mobil yang di kemudi cesar melaju garang di jalan raya meninggalkan area parkir restaurant. Mengemudi kencang di aspal hitam dengan remang-remang lampu jalan di setiap bahu trotoar. Suasana nya menjadi hening, hanya suara musik yang terdengar antara keheningan keduanya. Bingung cesar ingin memulai pembicaraan apa dan pada akhirnya ia memutuskan untuk diam saja, sesekali ia curi pandang amera dari ekor matanya.
"Fokus saja ke depan," celetuk amera yang sudah paham betul dengan sikap cesar walaupun ia tak melihat nya langsung. Segera cesar menatap ke depan dan mendeham sangking malunya. Ia pegang erat kemudi dan membanting nya ke arah kiri.
"Ini bukan jalan pulang kan, kau mau bawa aku kemana?" Tanya amera bingung. Seharusnya cesar berbelok kearah kanan tapi justru ia berbelok ke arah kiri.
"Ini kejutan, kau akan melihat nya nanti." Bibir cesar terangkat hingga terukir senyum namun matanya tak luput dari amera sejenak kemudian kembali fokus mengemudikan.
Beberapa menit berlalu, kini mobil cesar berhenti di tepi jalan yang sepi. Di samping amera melihat ke sana, lautan membentang luas tak terkira berapa panjang nya, serta pasir putih di tepian nya. Matanya berbinar menatap pemandangan tersebut dari kaca mobil, benar-benar tempat yang indah.
"Kau akan tetap disini, hm?" Tanya cesar mengangkat kedua alisnya, ia perhatikan amera yang terus menatap ke arah sana, di laut lepas.
"Apa aku boleh kesana?" Kini amera yang bertanya, matanya tak luput dari sana dan terus ia pandangi. Ia begitu ingin berlari dan merasakan air laut yang dingin.
Terkekeh cesar mendengarnya, tidak perlu di tanya pun amera tentu sudah tahu jawabannya. "Ayo turun."
Kini kedua nya sudah turun dari mobil dan melangkah menuju tepian laut, menyapu pasir putih berdua. Angin malam yang dingin menerpa kulit amera, wanita itu merasa dingin hingga memeluk dirinya sendiri mendekap nya kuat-kuat. Cesar yang melihat itu tak hanya tinggal diam saja, ia lepaskan jas hitam nya dan meletakkan nya di kedua bahu amera dengan lembut. Sontak keduanya berhenti melangkah hingga tak sadar kedua nya kini tengah menatap satu sama lain, sangat mendalam dan intens. Ternyata amera baru tahu bahwa mata cesar sangat lah indah, bulu matanya lentik serta bulu-bulu halus di sekitar dagu dan rahang tajam nya, tampak begitu seksi bagi amera. Apalagi sekarang cesar hanya memakai kemeja putih yang mengetat karena otot tubuh nya yang begitu besar dan kedua kencing yang terbuka.
"Terima kasih," ucap amera tersenyum manis kemudian melerai pandang keduanya. Ia lanjut melangkah sesekali menghirup udara malam di tepi bibir pantai yang sejuk.
"Aku masih ingat bahwa kau sangat ingin datang ke tempat ini, tapi kau tahukan. Kita sama-sama sibuk untuk pergi kesini. Makanya aku bawa kau kemari."
Amera mengulum bibirnya berusaha menahan senyuman nya seraya menunduk kepala sedikit kemudian kembali menatap ke depan. Agak lucu saja karena cesar bahkan mengingat janji nya padahal ia hanya sekadar bicara saja dan tak pernah amera anggap serius karena ia tahu betul kesibukan pria itu sangat lah padat.
Terdengar ombak kecil menyapu bibir pantai hingga mengenai jari jari kaki amera dan merasakan air laut yang begitu dingin.
"Kau tahu mengapa aku suka pantai?" Tanya amera memejamkan matanya dan membuka tangan nya menghadap ke arah laut. Jas hitam yang di pakai amera bahkan sampai berterbangan bersama angin malam.
Cesar yang sedari tadi hanya berdiri bersedekap tangan kini menggelengkan kepalanya. Benar ia tidak tahu alasan amera menyukai pantai, mungkin saja wanita itu hanya suka dengan pemandangan cantik dari pantai. Itu hanya alasan umum yang bisa cesar pikir kan, namun bukan itu alasan yang tepat nya.
"Dulu aku, ibu dan juga ayah sering menginap di vila keluarga ibu ku yang kebetulan dekat dengan pantai. Kami sering pergi bermain disana, memancing atau sekedar berenang. Dan suatu hari aku bertemu dengan seekor anak anjing kecil, dia terluka dan begitu putus asa," Jeda amera sejenak sambil memeluk dirinya sendiri dengan jas hitam beraroma parfum cesar. "Aku merasa kasian padanya dan aku pun membawa nya ke vila karena merasa tidak tega untuk membiarkan nya begitu saja. Ku rawat dia, ku beri makan dan sudah ku anggap dia seperti keluarga serta teman ku sendiri. Namun malang, aku kehilangan dirinya."
KAMU SEDANG MEMBACA
his farewell attempt (End)
RomanceDeskripsion: Dua tahun menikah amera tak pernah merasakan kehangatan dalam pernikahan tersebut. Kedua pasangan tersebut tidak pernah saling mencintai, mereka menikah karena di jodohkan oleh pihak keluarga bukan keinginan mereka sendiri. Dan pada akh...
