Bab XIV

1.5K 54 0
                                        

Dua hari setelah nya cesar sudah bisa beraktivitas seperti biasanya lagi. Bahkan hari ini dia sudah pergi bekerja. Ia menatap layar laptop nya dan tiba-tiba saja ia berpikiran untuk mengajak amera makan siang. Ya itu ide yang bagus. Jadi ia segera mengambil ponsel nya dan mengirim pesan pada amera.

Cesar:
Mau makan siang bareng?

Berharap nantinya amera mengiyakan ajakan nya, walaupun 80 persen nya ia tak yakin jika wanita itu benar-benar mau menerima ajakan makan siang bersama nya.

Amera:
Aku sudah punya janji, lain kali saja.

Tukan benar saja, amera menolak ajakan cesar. Padahal tadinya ia sangat berharap walau hanya kecil kemungkinan. Tapi tak apa, waktu masih panjang. Lainkali mungkin cesar akan mengajak nya lagi.

__________

"Ada apa?" Tanya tuan halwerd ketika dirinya menatap amera yang begitu lama menatap layar ponsel miliknya.

"Tidak ada," balas amera kembali meletakkan ponselnya ke atas meja.

"Aku pikir kau tak akan menerima ajakan makan siang ku mrs harland."

Siang itu tuan halwerd mengajak amera untuk pergi makan siang, kebetulan sekali mereka memiliki kerja sama. Jadi albert sengaja mengajak wanita itu makan siang bersama.

"Kenapa aku harus menolak nya? Anggap saja ini ucapan terimakasih ku karena telah menerima kerja sama kita dan biarkan aku yang traktir."

"Apa? itu tidak perlu, biarlah aku yang traktir aku tak ingin terlihat seperti pria tak bermodal atau biasa nya anak muda menyebutnya....."

"Mokondo?" Sahut amera karena sudah tahu apa yang pria itu maksudkan.

"Ya tepat seperti itu, aku tak ingin. Aku tak enak jika seorang wanita yang membayar tagihan milik ku, tidak jangan. Biarlah aku saja mrs harland."

Amera terkekeh. "Baiklah jika kau memaksa nya."

Amera kemudian kembali menyantap makan siang miliknya yang sudah beberapa menit yang lalu ia pesan. Sedangkan albert masih menatap amera, seperti ingin bertanya sesuatu tetapi ia terlihat ragu-ragu untuk menanyakan nya.

"Maaf jika aku lancang, tapi apakah hubungan mu dengan tuan harland baik-baik saja?"

"Bukan maksud lain, aku hanya penasaran saja-"

"Tidak," potong amera singkat kemudian melanjutkan makan nya. Ada perasaan sedih dalam sorot mata wanita itu namun ia berusaha bersikap tenang. Itulah yang membuat albert terkesan.

"Maafkan aku karena aku tak bisa menceritakan secara detail nya, tapi yang pasti hubungan kami tak seindah pemikiran orang di luar sana."

Albert mangut-mangut paham, dia juga mengerti mengapa amera tak ingin menceritakan nya dia juga tak akan memaksa wanita itu untuk mengatakan nya.

"Tentu tak apa, lagipula aku tak akan memaksa mu untuk menceritakan nya jika kau tak mau."

Amera tersenyum tipis, dan juga sedikit terkesan dengan albert. Bagaimana pria itu berpikir, bagaimana pria itu bersikap dan Bagaimanakah pria itu memperlakukan seseorang sungguh membuat amera terkesan. Berbanding terbalik dengan cesar.

"Apa kita bisa berteman?" Tanya amera dengan serius.

"Tentu mrs harland."

_________

"Kau pulang terlambat."

Amera terkejut mendapati cesar yang tengah duduk di sofa dengan gaya duduk mengangkang lebar seraya menatapnya dengan tajam. Entah mengapa tatapan itu selalu membuat amera terintimidasi selalu mendominasi aura pria tersebut.

"Aku sibuk, ada banyak pekerjaan yang aku urus."

Cesar terkekeh mendengar ucapan amera. Nyaring membuat amera bingung akan sikap cesar.

"Kau menolak ajakan makan siang ku tapi kau menerima ajakan makan siang dari pria lain, hebat kau sangat hebat!" Seru cesar bertepuk tangan.

"Dia hanya teman ku."

"Teman? For real? Apa aku harus percaya itu?"

Cesar kini menatap amera sinis, ada kekesalan dalam sorot matanya setelah ia mengetahui bahwa amera pergi makan siang bersama dengan pria lain. Padahal siang itu ia sudah mengajak amera untuk makan siang bersama namun pada akhirnya amera menolak dan seperti nya lebih memilih makan siang bersama pria yang tak di kenal bahkan mereka terlihat dekat.

"Dengar, aku lelah. Aku tak ingin mempermasalahkan hal ini lagi, sudah ku jelaskan pada mu dia hanya teman ku, tak lebih dan tak kurang hanya sebatas teman," tegas amera kemudian melewati cesar menuju kamarnya.

"Amera aku belum selesai bicara."

Namun tampak nya amera tak mengubris perkataan cesar. Lantaran ia sangat lelah jadi tak ingin lagi melanjutkan perdebatan itu.

"Aku lelah ini sudah malam, tidurlah lagi."

__________

Keesokan paginya di meja makan, tampak sekali cesar masih marah pada amera bahkan ia tak ingin di ajak bicara atau memulai percakapan. Hanya suara sendok dan garpu yang beradu.

"Nanti aku pulang terlambat lagi, aku ingin mampir ke rumah ibu dan ayah. Jika kau tak percaya kau bisa menelepon dan bertanya pada mereka. Aku akan nemberikan nomor ponsel ibu ku."

"Kalau begitu aku akan ikut."

Amera terdiam, tadinya ia berpikir untuk pergi sendiri saja untuk mengambil beberapa pakaian miliknya yang sebelumnya ia bawa.

"Kau yakin?" Tanya amera dan di balas satu anggukkan dari cesar. Seharusnya tadi ia tak bilang pada cesar, dan sekarang bagaimana.

"Aku akan lama di rumah orang tua ku-"

"Tak apa, aku hanya ingin bertemu dengan mereka. Setelah mengalami kecelakaan itu aku jadi tak ingat apapun."

Amera menghela napas, sekeras apapun ia mencoba untuk membuat cesar tak ikut tapi tetap saja itu tak akan berhasil.

"Baiklah setelah pulang nanti kita akan kesana."

"Kalau begitu aku akan menjemput mu seusai kerja nanti, telpon aku jika kau sudah selesai."

"Iya."

Mereka pun kembali melanjutkan sarapan nya kemudian pergi bekerja. Dan hari ini mereka sudah berjanji untuk pergi menemui orang tua amera seusai kerja nanti. Cesar sangat gugup. Bagaimana mertua nya menilai nya, apakah dia memiliki kesan yang baik pada orang tua amera. Ia bertanya-tanya dalam benak nya. Walau mungkin bukan pertama kalinya ia bertemu dengan orang tua amera, tapi ini jadi seperti pertama kali nya ia bertemu dengan sang mertua. Membuat nya jadi gugup.

________

"Tuan ini surat pengunduran diri nona cassie," ucap salah satu karyawan wanita nya.

Ada satu satu fakta lagi tentang cassie yang cesar dapatkan secara tidak langsung. Ternyata cassie bekerja di perusahaan nya sebagai sekretaris dan juga kekasih nya.

"Baiklah letakan saja di sana nanti saya lihat."

Karyawan tersebut menunduk kemudian melenggang pergi meninggalkan tempat tersebut.

Kini cesar bingung, bagaimana cassie bisa menjadi kekasih sekaligus sekretaris nya? Ia benar-benar bingung. Cesar ingin menemui bryan untuk menanyakan nya, mungkin saja kakak nya tahu tentang fakta tersebut. Apalagi mengingat cesar sangat dekat dengan sang kakaknya. Kemungkinan besar bryan tahu segala nya. Karena hari ini dia ada janji, mungkin lusa ia akan pergi menemui sang kakak.

his farewell attempt (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang