Deskripsion:
Dua tahun menikah amera tak pernah merasakan kehangatan dalam pernikahan tersebut. Kedua pasangan tersebut tidak pernah saling mencintai, mereka menikah karena di jodohkan oleh pihak keluarga bukan keinginan mereka sendiri.
Dan pada akh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dua tahun yang lalu....
"Kemana kau akan pergi?" Tanya seorang wanita berpakaian dengan balutan gaun pengantin putih namun bertelanjang kaki mengekori langkah pria di depan nya. Langkah pria itu gontai cepat meninggal wanita nya di belakang. Disaat pria itu menuruni anak tangga, wanita itu berhenti sejenak di lantai atas.
"Cesar, kau mau kemana? Kita belum selesai bicara."
"Apalagi yang perlu kita bicarakan, aku tak suka dengan omong kosong mu. Kau ingin menjadi nyonya di rumah ini tapi kau bahkan tidak menghargai keputusan ku," ucap pria bernama Cesar dengan lantang dan masih menuruni anak tangga dengan cepat. Wanita itu pun menyusul langkah nya dari belakang.
"Aku bukan bermaksud seperti itu cesar, tolong dengarkan aku dulu."
"Apa lagi yang harus kau jelaskan. Kau ingin menjadi nyonya disini, hm? Silahkan. Tapi jangan pernah kau berharap kita akan menjadi sepasang suami istri sesungguhnya," ucap Cesar berbalik badan dengan nada yang semakin meninggi. Mata nya menyalah tajam menatap Amera lantas mengepalkan kedua tangan nya dengan erat dan mengibaskan ke udara.
"Lalu kenapa kau menerima pernikahan ini?" Tanya Amera penasaran. Jika memang Cesar tak suka, ia tak perlu menerima perjodohan ini. Pria itu seharusnya mengatakan apa ada nya saja dan tak perlu berpura-pura menerima nya.
Cesar berdecak pelan dengan raut wajah tak suka. "Kau pikir aku sudi menikah dengan mu? Jika aku tak di paksa menikah dengan mu mungkin aku tak akan seperti ini."
"Apa yang sebenarnya kau harapkan dari pernikahan ini? Cinta? Kasih sayang? Atau anak? Jangan coba berkhayal! Aku tak akan mungkin memberikan nya pada mu, wanita yang sama sekali tak aku cintai."
Terdiam kini Amera di tempat, tidak. Dia sama sekali tak mengharapkan apapun dari pernikahan mereka yang bahkan terjalin hanya karena di jodohkan oleh kedua keluarga. Tapi setidaknya Amera sedikit berharap bahwa Cesar bisa menghargai nya sebagai istri namun sayang, pria itu tampaknya tak mau melakukan nya.
"Sudah cukup, aku pergi," ujar Cesar berbalik badan dan lanjut menuruni anak tangga. Langkah lebar nya membuat Amera berlari kecil-kecil dan meraih lengan Cesar dengan sigap.
"Tunggu, kau mau kemana?"
"Kemana pun aku pergi, itu bukan urusan mu."
Cesar berusaha melepaskan genggaman tangan Amera dari lengan nya. Mengibaskan nya ke udara dengan kasar dan berlari meninggalkan tangga gontai berjalan di lantai bawah meninggalkan Amera di anak tangga.
Tak menyerah begitu saja, Amera lantas berlari mengejar Cesar dan sekali lagi memegang lengan Cesar dengan segenap kekuatan nya.
"Kau tak bisa pergi begitu saja, ini masih malam pernikahan kita bagaimana jika-"