'Something' > Menang Lotre.

872 80 10
                                        

Semerbak harum dari satu panci sup ayam menggelitik perut yang lapar, bau khas dari kaldu bercampur racikan bumbu-bumbu menguar ke seluruh penjuru ruangan. Hal itu dibuktikan dengan si pemilik apartemen  yang mulai membuka matanya. Tangannya meraba-raba, mencari letak kacamata kesayangannya, sejenak ia mendudukkan diri pada pinggiran ranjang. Ia mendesis, kepalanya terasa berdenyut, di gelengkan kepalanya beberapa kali untuk mengusir pusing yang mendera, tetapi rasa tak nyaman itu tak kunjung hilang dalam waktu yang singkat.

Setelah sedikit merasa lebih baik, ia berdiri. Kakinya melangkah menuju dapur di dalam apartemennya, ia tau persis siapa pelaku yang membuat dapurnya menjadi 'hidup' itu.

Pelakunya tidak lain adalah seorang Park Jonggun, lelaki itu telah sibuk berkutat di dapur pada waktu yang sepagi ini. Matahari bahkan masih enggan menampakkan diri dengan sempurna, tetapi satu panci sup itu hampir matang sepenuhnya.

Lelaki pirang yang masih belum bebas sepenuhnya dari efek alkohol itu melangkah dengan sempoyongan menuju Jonggun. Tanpa sepatah katapun ia berdiri di samping lelaki bersurai hitam tersebut, terlihat mengamati aktifitas Jonggun dengan mata setengah terpejam.

Jonggun tak begitu menganggap keberadaan si pirang, ia sibuk dengan kegiatan memasaknya. Biarkan saja, Jungoo yang setengah sadar itu lebih baik daripada Jungoo yang sadar sepenuhnya. Karena jika si pirang itu sadar maka lelaki itu pasti akan mengacau, katanya sih ingin membantu, tetapi terakhir kali Jungoo membantunya memasak, masakan itu berakhir pada tong sampah. Di berikan pada kucing, kucing pun enggan menelannya. Padahal waktu itu Jonggun hanya meminta Jungoo untuk menambah garam tapi entah mengapa rasa masakannya berubah total.

Lelaki berambut hitam itu mengambil satu sendok kuah dari sup buatannya, dia meniup pelan, kemudian menyuapkannya pada lelaki pirang di sampingnya yang setengah nyawanya masih berada di dunia antah berantah. Si pirang itu mengecapi rasanya sebentar kemudian mengangguk.

Jonggun mematikan kompornya, ia melepas apron hitam yang ia pakai sejak tadi, tak ada baju yang sedang ia kenakan, menjadikan tubuh bagian atasnya itu telanjang begitu saja. Ia mengambil dua mangkok, yang ia isi dengan sup ayam tersebut, setelah di rasa porsinya cukup untuk mereka berdua, kedua mangkok itu di letakkan di atas meja makan.

Lelaki bermata hitam itu kembali melangkah untuk menjemput Jungoo yang masih tak bergeming. Ia menarik lengan putih itu yang membuat si pirang kehilangan sedikit keseimbangan, untungnya sih tidak jatuh, kemudian di seretnya pelan lelaki itu untuk di duduk di salah satu kursi.

Jonggun yang juga telah duduk di kursinya itu memberi titah, "Makan."

Jungoo meraih sendoknya, menyuapkan sup buatan Jonggun pada mulutnya, saat makanan hangat itu telah sampai pada lambungnya perlahan jiwanya masuk kembali pada raganya. Sembari makan dengan perlahan, ia berusaha mengingat kepingan memori semalam. Setelah berhasil garis besarnya, si pirang itu cemberut, mereka melakukan taruhan lalu ia kalah pada akhirnya. Aish, sialan sekali.

Lelaki bersurai pirang itu kemudian melirik pada Jonggun, tetapi setelah melihat keadaan sang rekan Jungoo mengernyit heran. Netranya menangkap bahwa Jonggun tidak menyentuh sup nya, melainkan jarinya terus memegangi bibirnya sambil tersenyum selayaknya orang gila.

Jungoo yang merasa heran bertanya, "Lo kenapa?"

Pertanyaan dari si pirang barusan membuat Jonggun kembali pada dunia nyata. Ia terkesiap, sedikit berdehem untuk mengurangi efek keterkejutan, "Enggak." Jawabnya singkat.

Dengan mulut yang terus mengunyah itu Jungoo memberi cibiran, "Kelihatan banget bohongnya."

Tak ingin di interogasi lebih dalam oleh si pirang, Jonggun mengalihkan topik pembicaraan, "Lo kalah semalem."

Rekan? || GunGooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang