Pernahkah kalian mendengar mengenai sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa 'musuh dari musuh mu adalah sekutu'.
Saat ini lelaki yang identik dengan rambut pirangnya sedang mengalaminya 'kutipan' tersebut secara nyata. Ia sedang duduk berhadapan dengan seorang pria yang mungkin memiliki selisih umur lumayan jauh dengan mantan 'Tuan' lamanya. Tentunya ia pun tidak asing dengan pria di hadapannya ini.
Pemilik H Group, Hong Gyeong-yeong, atau lebih akrabnya orang-orang memanggilnya dengan CEO Hong. Salah satu business man dengan kekayaan yang tidak terhitung lagi. Tetapi berkebalikan dengan kekayaan yang dimilikinya, lelaki yang wajahnya telah di hiasi keriput tersebut lebih memilih berpenampilan sederhana layaknya orang dengan penghasilan pas-pasan. Membuat orang-orang kadangkala menganggapnya seperti gelandangan.
Yah, orang bisa berkata demikian sebelum melihat banyaknya pengawal yang menjaga lelaki itu. Ketika mereka melihat para pengawalnya, anggapan tentang gelandangan itu langsung sirna.
Wajar sebenarnya jika banyak yang salah paham mengenai CEO Hong. Karena faktanya, sebuah tempat makan sederhana yang menyajikan sup hangat ini menjadi tempat pilihan lelaki tua tersebut.
Pria yang telah berumur itu lalu menatap seorang pemuda di hadapannya yang terlihat sangat 'mengenaskan' tersebut. Seperti orang kehilangan 'cahaya' dalam hidupnya, jika dari penilaiannya.
Karena merasa geram dengan ke-terdiaman anak muda pada pandangannya itu, CEO Hong menyeletuk blak-blakan, "Habis putus cinta ya?"
Kim Jungoo mengerutkan keningnya tak suka, ia berdecak kesal, "Ck, sok tau."
Seorang CEO yang telah berumur itu membatin, "Ini dia, anak muda jaman sekarang memang sudah kehilangan etika."
Lalu Hong Gyeong-yeong menyerukan suara dengan intonasi yang terdengar seperti tengah meledek, "Lalu, kenapa kau tadi menangis seperti itu di tepi jalan pada musim dingin? Dramatis sekali asal kau tau."
Jungoo memalingkan wajahnya, enggan membuka mulut untuk menanggapi ocehan lelaki tua di hadapannya. Wajah lelaki pirang itu nampak kembali murung ketika mengingat alasan yang menjadikan dirinya seperti itu. Tepat setelah ia 'berpamitan' dengan Jonggun, Jungoo hanya membiarkan kakinya melangkah entah kemana, ia bahkan tidak sadar jika dia menangis kembali. Dan entahlah, Jungoo pun tidak begitu ingat mengapa ia mau mau saja ketika di 'pungut' oleh pria tua itu. Begitu tersadar, Jungoo telah berada di restoran tersebut.
Sibuk dengan lamunannya, Jungoo bahkan tidak menyadari bahwa satu mangkuk sup panas telah berada di depan matanya. Dari balik kacamatanya ia melihat bahwa pria tua yang merupakan pemimpin sebuah perusahaan itu telah bersiap dengan sendoknya untuk menyantap sup tersebut.
CEO Hong bertitah sebelum memasukkan suapan pertamanya, "Makan lah, tak baik pilih-pilih makanan."
Jungoo dengan malas mengambil sendoknya, makanan ini terlihat seperti makanan yang di tujukan untuk orang tua. Ia lalu menghela nafas, sup yang kini telah berada di mulutnya seperti mengandung bahan herbal.
Tak sanggup dengan rasa yang tak familiar yang mendobrak lidahnya, lelaki berambut pirang itu hanya berhasil menghabiskan separuh dari isi mangkuknya, setidaknya ia sudah berusaha untuk menghargai pemberian pria itu. Matanya mengamati seluruh area tempat makan yang di penuhi oleh para pekerja milik lelaki tua yang masih anteng memakan makanannya tersebut. Jika boleh berkomentar secara gamblang, maka Jungoo akan mengatakan, too much.
Tapi sudahlah, lagipula lelaki tua ini 'bau' uang.
Jungoo hanya terus memandangi pemilik H Group tersebut, setelah pria di hadapannya selesai dengan makanannya lelaki pirang itu baru menyela, "Apa yang anda inginkan sebenarnya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rekan? || GunGoo
RandomApa yang membuat sebuah hubungan 'abu-abu' di antara mereka berjalan begitu rumit? Terlambat menyadari, atau kalah oleh ego masing-masing? . . . . . . Park Jonggun x Kim Jungoo
