Remangnya penerangan di dalam ruangan membuat layar monitor menyala dengan terang. Di balik sebuah kaca benda elektronik, video dewasa di tampilkan secara live. Sangat panas serta begitu intim, membuat sang pemilik monitor melakukan masturbasi dengan video itu sebagai 'bahan'.
Sedetikpun pandangannya tak bergeming, menatap dengan lapar sosok pirang yang sibuk menikmati persenggamaan. Lalu, sepasang matanya menatap tajam ketika tak lagi memandang obyek yang sama, melihat seseorang berambut hitam yang sibuk mendominasi pirang di bawahnya.
Jika ia mempunyai sebuah kekuatan yang dapat menembus layar, ia akan langsung membunuh sosok bersurai legam yang sedang memberikan kenikmatan untuk si pirang.
Tidak peduli dengan 'pencurian' yang ia lakukan, tangannya sibuk memberikan service pada 'miliknya' yang tengah tegak sempurna akibat siaran langsung tersebut.
Pemberiannya nampaknya di taruh di tempat yang sangat tepat, nyatanya ia bisa melihat tayangan ini dengan sangat jelas. Ia akan memberikan yang lain lagi sebagai tanda terima kasih, hitung-hitung menambah jumlah 'matanya', tapi apa ya?
Saat mencapai klimaksnya, ia mendesah lega, di bersihkannya kejantanannya yang berlumur sperma. Tisu bekas yang di gunakan untuk membersihkan 'miliknya' dilempar ke arah monitor, tepat di layar yang menampilkan keberadaan si surai hitam.
Ia merasa geram, dirinya sudah kalah start dua kali.
Cheon Taejin, lelaki yang melakukan tindakan ilegal tersebut tidak tau kapan semuanya berubah menjadi situasi yang bisa dibilang sedikit tak waras seperti ini. Berawal dengan hubungan mereka yang semula berjalan normal berganti dengan rasa ingin memiliki yang mendominasi diri Cheon Taejin, perasaan lancang yang menginginkan lebih dari hubungan sekedar pertemanan.
Ah, ia tidak tau pasti kapan hal ini bermula, atau sebenarnya dia tau?
Mungkin semuanya berawal dari Cheon Taejin yang 'tidak sengaja' melihat si pirang Kim Jungoo yang bertelanjang dada karena kegerahan kala itu.
Saat itu mereka telah selesai melakukan sparing, keduanya yang kelelahan terlihat duduk berdampingan di sebuah lapangan basket milik umum. Tetapi Taejin lancang, ia diam-diam memperhatikan Kim Jungoo yang membuka bajunya, sepasang matanya merekam setiap bulir keringat yang turun, tetes demi tetes yang menghiasi kulit putih tidak bernoda nampak sangat menggoda, saat itu ia bahkan meneguk ludahnya susah payah.
Waktu itu, wajah memerah karena kelelahan yang tersorot oleh cahaya berwarna keemasan milik surai pirang tidak luput dari perhatiannya. Pahatan yang cantik namun tampan di waktu bersamaan membuatnya tanpa sadar lupa untuk berkedip. Sungguh 'pemandangan' sore yang sangat indah, menurut Cheon Taejin permata paling mahal di dunia pun akan salah saing jika bersanding dengan manusia bernama Kim Jungoo ini.
Dari sana ia berfantasi, membayangkan bagaimana jika tubuh dari pria Kim berada dalam dekapannya. Kemudian ia akan menghirup dalam-dalam aroma yang di miliki oleh lelaki pirang, wangi yang membuat candu bahkan ketika Taejin hanya bisa secara tak sengaja menghirupnya beberapa saat.
Angannya berlanjut, sangat lancang menciptakan momen sensual yang di penuhi oleh hasrat. Berandai-andai bahwa ia akan memberikan cumbuan-cumbuan mesra untuk pirang favoritnya pada akhir persenggamaan mereka tentu tak luput dari fantasinya.
Ah, jika itu terjadi maka Cheon Taejin tak akan pernah mau melepaskannya.
Awalnya ia yakin bahwa rasa ingin memiliki bisa di kategorikan dalam yang namanya cinta, tetapi tidak lagi ketika Cheon Taejin menyadari semuanya.
Perasaan miliknya semakin lancang, rasa ingin memiliki yang kian lama berubah menjadi obsesi dari hari ke hari. Ia ingin melihat kegiatan apa yang di lakukan oleh Kim Jungoo setiap saatnya. Dia mulai memasang matanya dimana-mana, baik mata yang bernyawa ataupun tidak. Satu buah hal lagi yang di lakukan dengan diam-diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rekan? || GunGoo
De TodoApa yang membuat sebuah hubungan 'abu-abu' di antara mereka berjalan begitu rumit? Terlambat menyadari, atau kalah oleh ego masing-masing? . . . . . . Park Jonggun x Kim Jungoo
