Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Prolog
Seorang pemuda menatap sebuah cek yang berada di atas meja lalu pandangannya beralih pada wanita yang tengah melipat kedua tangannya dengan angkuh.
"Gugurkan kandunganmu dan mulai saat ini tolong jangan ganggu Yibo lagi. Biarkan dia fokus melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Aku tahu kalian saling mencintai, tapi dunia kalian sangat jauh berbeda. Tolong sadari hal itu. Jika kau mencintai putraku, kau pasti menginginkan dia memiliki hidup kayak, pendidikan bagus dan masa depan cerah, bukan? Jadi tolong jangan buat putraku menjadi lelaki yang gagal." Wanita itu hendak berdiri, tapi Xiao Zhan---sosok pemuda yang dimaksud---ikut berdiri dan mengembalikan cek itu padanya.
"Nyonya Wang, jika Anda menilai cintaku bisa dibeli dengan uang maka itu salah besar. Aku tak pernah mengejar putra Anda. Dialah yang datang padaku atas kemauannya sendiri. Jika Anda ingin kami berpisah, mintalah pada putra Anda sendiri. Permisi." Xiao Zhan segera pergi dari hadapan wanita itu.
"Kau berani menentangku? Apa kau merasa punya segalanya? Kau lihat saja apa yang bisa aku lakukan! Aku bahkan bisa membuat orang tuamu kehilangan pekerjaan dan membuat adikmu yang cacat tak mendapatkan perawatan gratis lagi."
"Nyonya, kenapa Anda membawa keluargaku dalam masalah ini?"
"Kenapa kau tampak ketakutan? Kau hanya perlu berpikir lebih penting keluargamu, atau putraku. Sangat mudah, bukan?"
"Apakah Anda benar-benar menyayangi Yibo?"
"Tentu saja aku menyayanginya dan aku tahu mana yang baik dan buruk untuknya. Kau adalah pengaruh buruk untuk masa depannya! Lihatlah sekarang, nilai kuliahnya menurun dan dia selalu pulang larut malam. Yibo adalah pewaris keluarga Wang. Tak seharusnya dia berhubungan dengan orang-orang yang membawa pengaruh buruk padanya."
Xiao Zhan hanya menggeleng tak habis pikir. Ia menyesal telah memberitahukan kehamilannya pada wanita yang ia kira akan memihak padanya.
Demi menghindari perselisihan, Xiao Zhan segera meninggalkan Nyonya Wang.
"Dasar omega tak tau adab! Orang tua sedang berbicara ia justru pergi begitu saja," rutuk Nyonya Wang kesal.
Xiao Zhan berjalan menuju sebuah taman. Saat ini pikirannya begitu rumit. Ia dan Yibo masih sangat muda tapi justru dihadapkan pada situasi berat di mana ia harus menjadi orang tua untuk anaknya kelak.
Di satu sisi, Xiao Zhan menginginkan sebuah pengakuan untuk hubungannya dengan Yibo yang sudah sejauh ini, tapi di sisi lain, ia paham betul bagaimana dampak perbuatannya ini untuk keluarga terpandang seperti keluarga Wang yang memiliki banyak perusahaan di berbagai kota. Bagaimana reaksi masyarakat jika tahu putra pewaris Wang telah menghamili omega miskin seperti Xiao Zhan, anak dari seorang pedagang ikan di pasar. Dalam hal ini pasti Xiao Zhan dan keluarganya akan berada di pihak yang salah. Orang lain pasti akan memandang mereka sebagai pihak yang ingin memanfaatkan kekayaan Yibo.
Xiao Zhan berhenti di sebuah kursi taman dan duduk di sana. Ia membuka kembali hasil pemeriksaan dari dokter yang menyatakan bahwa dirinya hamil.
Apa yang harus kulakukan sekarang?
Poni yang mulai menutupi mata itu dibiarkan terbang tersapu angin. Pikiran pemuda itu tengah berkelana mencari jawaban atas apa yang telah ia lakukan dengan sang kekasih. Apakah keputusannya benar atau salah?
Dddrt
Bunyi ponsel membuat Xiao Zhan terhenyak. Ia merogoh saku dan melihat siapa orang yang meneleponnya yang bertuliskan 'Otak mesum ♡'.
"Bunny, kenapa kau lama sekali mengangkat ponselmu? Apa yang sedang kau lakukan, hm?" Tanya Yibo dengan suara manja.
"Maafkan aku. Tadi ada sedikit hal yang harus aku kerjakan. Oh iya, Yibo ... bisakah kita bicara?"
"Tentu saja. Kita sekarang sedang bicara, bukan?"
"Aku ingin bertemu denganmu. Datanglah ke taman Beihai. Aku menunggumu di sini." Xiao Zhan menutup panggilannya. Ia meremat ponsel demi meyakinkan apa yang akan ia lakukan nanti.
....
Tak butuh lama bagi seorang Wang Yibo untuk menemukan kekasihnya. Setelah menutup panggilan telepon, ia segera memacu kuda besinya menuju taman Beihai yang lokasinya tak jauh dari kampus mereka.
"Apa yang kau bicarakan? Tentu saja aku mencintaimu. Kenapa kau bertanya hal seperti itu?" Jawab Yibo yang merasa aneh dengan pertanyaan yang diajukan kekasihnya.
"Apa reaksimu jika aku hamil?"
Yibo terdiam, kemudian tertawa keras sambil memegangi perutnya.
"Apa kau gila? Mana mungkin kau bisa hamil? Lagipula kita melakukannya baru sekali. Kalaupun hamil, gugurkan saja. Kita masih terlalu muda untuk punya anak. Nanti malah tak bisa berduaan," jawab Yibo bercanda.
Xiao Zhan menghela napas dengan berat. Kini ia tahu bagaimana reaksi Yibo jika mengetahui ia benar-benar hamil.
"Kalau begitu, ayo kita putus.”
Ayo koleksi PDF-nya, gaes!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.