Tame in your embrace

25 0 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Prolog

Seorang pemuda dengan mole di bawah bibir terlihat tengah mengayuh sepedanya di jalanan kota Shanghai dengan santai. Tiba-tiba dari arah berlawanan, sebuah motor melaju kencang dan menabraknya hingga semua bunga-bunga yang berada di atas sepeda jatuh.

"Akh," rintih pemuda itu sambil memegang lengannya.

"Maafkan aku. Apa kau tak apa-apa?" Tanya pesepeda motor tersebut yang merupakan seorang detektif swasta terkenal di Shanghai.

Pemuda itu menggeleng, tapi pandangannya mengarah pada bunga-bunga miliknya yang berserakan dengan mata sendu.

“Aku tidak apa-apa, tapi bagaimana dengan bunganya? Itu adalah pesanan orang lain." 

"Aku akan mengganti bunga-bunga milikmu. Aku Yibo, detektif yang bekerja di kepolisian Shanghai. Siapa namamu? Apa kau yakin tak apa-apa? Kepalamu terluka." Yibo hendak menyentuh kepala Xiao Zhan, tapi pemuda itu  sedikit meringis.

"Tidak apa-apa, aku harus segera ke toko karena bosku pasti akan marah jika aku terlambat," ujar pemuda itu yang segera bangkit.

"Siapa namamu? Apa mau kuantar ke toko dan meminta maaf pada bosmu? Di mana tempatmu bekerja?"

"Namaku Xiao Zhan. Hari ini adalah hari pertamaku bekerja dan tempatku bekerja di samping kantor polisi Shanghai."

"Kebetulan sekali di samping kantorku. Kalau begitu, aku akan mengantarmu. Maafkan aku, tadi aku tidak fokus karena sedang menelepon ibuku."

"Tidak apa-apa. Aku juga tak hati-hati."


"Tunggu sebentar." Yibo mengambil plester dari dalam tasnya lalu menempelkan benda itu pada kening Xiao Zhan yang sedikit memar.

"Terima kasih banyak," ujar Xiao Zhan dengan suara yang lembut.

"Hm, sekarang naiklah ke motorku. Aku akan mengantarmu ke toko dan bertanggung jawab pada bosmu. Masalah sepeda dan bunga yang sudah rusak aku akan membayar petugas untuk membersihkannya."

"Terima masih."


Semenjak hari itu, Yibo selalu memesan bunga dari toko Xiao Zhan . Sama halnya dengan hari ini, lelaki itu mengirim pesan bahwa akan ada pesta perpisahan dengan salah satu tim kepolisian yang dipindahtugaskan dan ia memesan bucket bunga yang harus selesai siang ini.

Xiao Zhan pun tersenyum mendapat pesan tersebut. Ia langsung menuju ke barisan pot bunga dan mengambil beberapa tangkai bunga untuk ia rangkai.

Tak lama, datang seseorang yang mengenakan jas lalu melipat kedua tangannya di dada saat melihat lelaki bernama Xiao Zhan itu tengah sibuk dengan aktivitasnya.

"Apa aku tak salah lihat? Seorang mafia kelas atas sepertimu tengah sibuk berjualan bunga seperti ini?" Ujar Xu Kai, pembisnis muda yang merupakan penghubung antara para mafia dengan pemerintahan.

Seperti lelaki di depannya yang tengah merangkai bunga ini. Dia adalah Xiao Zhan, pemimpin muda sindikat mafia yang saat ini tengah memonopoli pemerintahan dan politik.

"Berisik, kenapa kau datang ke sini?" Ujar Xiao Zhan terlihat tak senang.

"Yibo menemukan markas kakakmu. Sekarang dia mungkin akan melakukan pengepungan ke sana."

Xiao Zhan yang semula terlihat santai berubah ekspresi. Ia mengambil ponselnya dan menelepon sang kakak.

"Kenapa kau meneleponku?" Ujar Xiao Yuliang malas.

"Kalian cepat pergi dari sana karena
Yibo akan mengepung markas kalian sebentar lagi."

"Biarkan saja. Aku ingin mengetahui sehebat apa detektif bernama Yibo itu."

"Akan kubunuh kau jika berani menyentuh Yibo," ujar Xiao Zhan yang tahu bahwa Xiao Yuliang akan melakukan sesuatu. Ia senang bermain-main pada lawan sebelum membunuhnya.

"Kau masih saja mengaguminya? Bahkan jika dia memporakporandakan markas kita apa kau tak apa-apa?"

"Aku tak masalah asal Yibo baik-baik saja."

"Kau selalu melindunginya, apa dia tahu sosok yang melindunginya itu justru adalah penjahat kelas kakap yang dicari polisi?"

"Berisik! Sekarang kau pergilah dari sana dan bawa semua anak buahmu."

"Aku tak mau."

"Pergi. Aku akan memberikan kompensasi sejumlah uang yang kau inginkan,” ujar Xiao Zhan bersikukuh.

"Kau memang selalu tahu apa yang kakakmu ini mau, Zhan," ujar Xiao Yuliang senang.

"Tentu saja aku tahu kau hanya bisa menggunakan uang untuk berjudi."

"Aish, kau ini mentang-mentang sudah berhasil membangun bisnismu lebih besar."

"Lebih besar dan disegani," tambah Xiao Zhan yang langsung menutup ponselnya.

"Apa rencanamu sekarang dengan membangun toko bunga di samping tempat Yibo bekerja?" Tanya Xu Kai setelah Xiao Zhan menutup ponselnya.

"Tentu saja melihatnya setiap hari," jawab Xiao Zhan dengan senyuman tipis di bibir membayangkan wajah Yibo yang tersenyum.

"Hanya melihatnya?!" Tanya Xu Kai tak percaya.

"Tentu saja tidak, aku akan membuatnya jatuh cinta padaku," jawab Xiao Zhan penuh keyakinan.

"Semoga saja Yibomu itu bisa melihatmu."

"Aku akan membuatnya hanya melihat ke arahku."

"Cih, dasar setan kecil."

Xiao Zhan menatap Xu Kai dengan tatapan membunuh saat mendengar hal itu. Namun, tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah seketika. Ia tersenyum sambil mengusap bahu sahabatnya.

"Aku sedang berbaik hati. Lain kali jika kau membuat suasana hatiku buruk, kau akan tahu akibatnya," ujar Xiao Zhan dengan aura membunuh yang begitu kuat.

Xiao Zhan segera membawa bunga yang sudah ia susun dan berjalan keluar toko. Ia bahkan mengikuti kursus merangkai bunga hanya untuk menjadi sosok yang lembut dan tenang seperti ibu Yibo.

"Dasar gila!" Ujar Xu Kai kesal.

"Sebaiknya Anda tak mengusik Tuan besar. Beruntung hatinya saat ini sedang baik karena tampaknya Yibo memesan bunga untuk acara kepolisian," ujar Chen yang merupakan sekretaris pribadi Xiao Zhan.

"Pantas suasana hatinya sangat baik. Sebenarnya kenapa dia begitu mati-matian mengejarnya? Padahal dengan kekuasaan dan fisik yang ia miliki saat ini, ia bisa saja mendapatkan banyak wanita cantik."

"Tuan besar menyukai Yibo sejak kecil, lebih tepatnya sejak Yibo menyelamatkannya dari kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya."



"Benar juga, menjadi pewaris memang tak mudah, tapi kegilaannya pada Yibo sudah mendarah daging. Semoga saja Yibo tak mengusik usaha kita," ujar Xu Kai yang langsung pergi dari toko bunga tersebut.



....

"Xiao Zhan, kebetulan sekali kau datang, tadinya aku mau ke toko untuk mengambil pesanan," ujar Yibo yang baru saja keluar dari gedung kepolisian.

"Hm, ini pesanannya," ujar Xiao Zhan sambil memberikan bucket bunga tersebut pada Yibo.

"Terima kasih banyak atas bantuanmu. Kalau begitu, aku masuk lagi, ya."

"Tunggu sebentar! Aku punya kupon makan gratis di restoran dekat sini. Apa kau mau pergi makan setelah pulang kerja?" Tawar Xiao Zhan sedikit ragu.

"Hm." Yibo tersenyum lalu melambaikan tangan sebelum kembali masuk ke dalam gedung.

Ini adalah permulaan, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
INFO PDF YOONA ♡Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang