Life After Marriage

11 1 0
                                        

Dari panggung megah terdengar riuh-riuh penonton yang menggema meneriakkan nama Sean Xiao

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dari panggung megah terdengar riuh-riuh penonton yang menggema meneriakkan nama Sean Xiao. Wajah para fans terlihat sedih saat mendengar bahwa idola mereka memutuskan untuk vakum dari dunia keartisan saat karirnya baru saja melejit.

Konser ini pun menjadi konser perpisahan sang penyanyi dengan para penggemarnya.
“Sean, kau yakin akan meninggalkan para penggemar setiamu? Vakum selama 1 tahun bisa membuat mereka berpaling,” ujar Luhan yang merupakan manajer Sean.

“Hm, aku tidak punya pilihan. Oh iya, kau masih muda dan bisa mencari pekerjaan lain yang lebih baik, semoga kau segera mendapatkan pekerjaan baru,” jawab Sean yang terlihat bergegas.


“Mungkin saja calon suamimu nanti memperbolehkanmu untuk kembali bernyanyi.”


Xiao Zhan terdiam sejenak. Jika mengingat hal itu, rasanya ia ingin marah pada keadaan. Perusahaan ayahnya mengalami kerugian yang sangat besar. Demi menyelamatkan perusahaan keluarga, Xiao Zhan dijodohkan dengan seorang pemilik perusahaan Wang yang merupakan perusahaan besar di Shanghai.

“Entahlah, lagi pula ini hanya pernikahan kontrak. Setelah selesai, aku akan bercerai.”

Luhan memeluk Sean sebelum penyanyi itu pergi.

“Besok ayah memintamu untuk pergi mengantar dokumen pra nikahmu ke rumah Tuan Wang,” ujar Xiao Ming yang merupakan kakak Xiao Zhan ketika sang adik masuk ke dalam mobil.


“Kenapa harus aku?”

“Tentu saja agar kalian saling mengenal terlebih dulu. Sudahlah, jangan terus-terusan menunjukkan sikap seperti itu. Ayah melakukannya untuk kita semua. Lagi pula Tuan Wang itu kaya raya, kau tidak akan serba kekurangan.”


Xiao Zhan menatap sang kakak dengan wajah kesal. “Tentu saja aku marah! Kenapa harus aku? Apa karena aku omega hingga kalian tega menjualku pada alpha kaya raya yang kabarnya sangat dingin? Bagaimana kehidupanku kelak? Apa kalian tak menyadari sudah merampas kebahagiaanku sebagai seorang penyanyi?”

“Andai aku bisa menggantikanmu, sudah kulakukan, Zhan. Hanya saja aku tak mampu.”

Melihat wajah sang kakak yang penuh penyesalan membuat Xiao Zhan tak tega.

“Jalan ini memang satu-satunya cara tercepat agar perusahaan kita tak bangkrut. Setelah satu tahun, aku akan bercerai dengannya.”

“Setelah satu tahun kau bisa kembali bernyanyi dan menggapai cita-citamu sebagai penyanyi papan atas,” ujar Xiao Ming meyakinkan.
Xiao Zhan tak menjawab. Ia memilih untuk memejamkan mata demi menenangkan pikirannya.

Namun, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Melihat nomor tak dikenal di layar, Xiao Zhan mengerutkan kening . Ia mengabaikan panggilan tersebut hingga sebuah pesan masuk.

[Aku Yibo, tolong angkat teleponku karena aku harus bicara padamu]

Melihat pesan tersebut, Xiao Zhan menghela napas berat.

“siapa?” tanya Xiao Ming penasaran.


“Yibo,” jawab Xiao Zhan malas.

Tak lama berselang, ponselnya kembali berdering. Omega itu pun segera mengangkat panggilan tersebut.

“Halo?”

“Kau Xiao Zhan, ya? Aku Yibo, kita akan menikah lusa, tapi sebelum menikah, aku ingin mengatakan syarat pra nikahku.”


“Ya, aku Xiao Zhan. Silakan katakan apa yang Anda inginkan. Nanti aku akan mengetik dan mengirimnya ke kantor Anda.”

“Aku sudah mengirim dokumennya di Wechat. Kau tinggal membaca dan menambahkannya.”

“Baiklah, aku baca dulu,” jawab Xiao Zhan malas yang langsung menutup panggilan tersebut.

“Ada apa?” Tanya sang kakak penasaran.

“Dia sudah mengirim perjanjian pra nikah yang harus kubaca.”

“Kau harus sabar, ya, Zhan. Kabarnya dia dingin dan angkuh.”

“Dari nada bicaranya saja sudah sangat menyebalkan. Sudahlah jangan bahas dia lagi,” jawab Xiao Zhan malas.

Sesampainya di kediaman Xiao, Xiao Zhan segera menuju ke kamarnya. Sejak ia masuk ke dunia entertainment memang Xiao Zhan menyewa apartemen di dekat studionya, tapi karena ia akan menikah, Xiao Zhan pun memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya.

Ia membuka pesan pra nikah yang Yibo kirim. Matanya melebar melihat begitu banyaknya syarat yang tercantum di sana.

Xiao Zhan mendengus sebal saat ponselnya berdering dan layarnya menunjukkan siapa yang menelepon.

“Aku sedang membacanya, nanti aku akan cetak untukmu.”


“Ada sedikit tambahan, tidak boleh satu kamar, tidak boleh saling menyentuh, dan tidak boleh mengganggu privasi masing-masing.”

“Tenang saja, walau aku jatuh terperosok ke jurang, aku tak akan memanggil namamu. Jika ada lagi katakan sekarang karena aku akan mencetaknya segera.”


“Kurasa sudah cukup,” jawab Yibo yang langsung menutup panggilan tersebut.

“Bos, kabarnya Xiao Zhan ini omega yang cantik. Apa Anda tidak akan menyesal mengatakan hal itu?” tanya sekretarisnya khawatir dengan syarat yang begitu berat untuk calon istrinya itu.


“Tidak ada yang lebih cantik dari Sean,” jawab Yibo yang langsung terdiam mengingat idolanya tersebut.
Ia kembali mengambil ponselnya dan menelepon Xiao Zhan.

“Ada apa lagi?” ujar Xiao Zhan menjawab panggilan Yibo.

“Aku lupa satu hal, kau tahu , kan, kita menikah karena keinginan kakekku? Jadi, jangan jatuh cinta padaku. Kau juga masih boleh mengejar orang yang kau suka. Katakan saja siapa orangnya, nanti aku akan membantumu untuk mendapatkannya.”

Xiao Zhan menunjukkan ekspresi tak percaya mendengar ucapan tersebut.

“Percaya diri sekali? Sampa kiamat pun, aku tak akan menyukaimu!”

Xiao Zhan menutup panggilan tersebut dan langsung mengacak-acak kertas pra nikah yang sudah ia cetak.

“Kenapa aku harus menikahi orang seperti dia?!” teriak omega itu frustasi. Ia  langsung menjatuhkan tubuhnya ke ranjang dan menenggelamkan kepala di balik bantal.


Saat sore menjelang, Xiao Feng yang merupakan ayah Xiao Zhan bergegas menuju ke kamar sang putra saat ia sampai setelah mendengar bahwa Yibo setuju menikah dengan putranya tersebut.

Melihat Xiao Zhan yang masih tertidur, Xiao Feng segera membangunkannya.

“Zhan, ayo bangun. Bukankah kau harus mengantarkan dokumen pra nikah pada Tuan Yibo?”
Xiao Zhan menggeliat lalu membuka mata dan bangun dengan malas.

“Tentu saja, aku harus mengantar semuanya,” ujar Xiao Zhan sambil melirik pada setumpuk dokumen yang berserakan di meja.

Melihat banyak sekali kertas yang berserakan, Xiao Feng merasa bingung.

“Kertas apa saja ini?”


“Tentu saja syarat pra nikah yang menantu idaman ayah berikan!” Xiao Zhan segera memungut semua dan memasukkan tumpukan kertas itu ke dalam kardus.
“Wah, Tuan Yibo memang sangat detail dalam segala hal,” ujar Xiao Feng takjub.


Melihat ayahnya masih menaruh hormat pada Yibo, Xiao Zhan hanya bergidig ngeri.
“Kau mau ke mana?” tanya Xiao Feng saat melihat putranya membawa tumpukan kardus tersebut ke luar.

“Tentu saja menemui CALON SUAMIKU!”

“Kenapa pakaianmu seperti itu? Berdandanlah sedikit,” ujar Xiao Feng melihat Xiao Zhan yang masih berantakan.

Xiao Zhan tak memedulikan ucapan sang ayah, ia justru berjalan pergi begitu saja.


“Astaga! Anak jaman sekarang sulit sekali diatur,” rutuk ayahnya sambil menggeleng kepala.


Xiao Zhan mengendarai mobilnya untuk pergi ke alamat yang Yibo berikan. Dia meminta omega itu untuk mengantar surat pra nikah mereka ke rumahnya.

“Kenapa aku jadi seperti pembantunya? Janji awal di kantor lalu sekarang berubah seenaknya!” Pekik Xiao Zhan sambil memukul stir dengan keras.

Sesampainya di kediamanYibo yang sangat megah, Xiao Zhan segera menuju ke dalam setelah mendapat izin dengan sangat mudah di depan gerbang.

“Permisi, aku Xiao Zhan, apakah aku boleh menaruh ini di ruang kerja Yibo?” Tanya Xiao Zhan pada salah satu pelayan yang sedang bekerja.
“Wah, ternyata Anda lebih cantik dari aslinya. Pantas Tuan Yibo menyukai Anda. Mari saya antar ke ruang kerja Tuan Yibo,” ujar pelayan tersebut takjub melihat dengan langsung sosok yang selama ini ia lihat di poster.

“Silakan, ini ruang kerja Tuan Yibo,” tambah wanita itu membukakan pintu untuk Xiao Zhan.

Ketika Xiao Zhan masuk, ia dibuat terkejut hingga kardus yang ia bawa terjatuh begitu saja ketika melihat seluruh ruangan itu dipenuhi oleh wajahnya. Dari mulai poster, foto, slogan, bahkan semua barang-barang merchandaise dalam edisi terbatas pun ada.


“A-apa ini?”




Penasaran dengan kelanjutannya? Langsung bungkus PDFnya aja gaes ^^

INFO PDF YOONA ♡Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang