Mission Impossible

30 3 0
                                        


























Di sebuah kantor kepolisian besar  Beijing, tampak seorang komandan mendatangi seseorang yang tengah merapikan dokumennya setelah selesai melakukan presentasi pada rapat darurat pagi ini.

“Zhan, misi ini sangat berbahaya. Aku minta kau bertemu orang ini untuk menemanimu selama misi berlangsung,” ujar seorang komandan memberikan sebuah foto.

Xiao Zhan yang merupakan ahli forensik berbakat kepolisian Beijing mengamati foto tersebut lalu bertanya, “Siapa dia?”

“Dia adalah Wang Yibo, mantan detektif yang sangat berbakat. Saat ini dia menjadi petinju di Tiandu setelah kematian adiknya. Aku ingin dia bergabung bersama kita dalam misi ini karena kita sangat membutuhkannya.”

“Baiklah, aku akan mencarinya,” jawab Xiao Zhan yang langsung menaruh foto tersebut dan melanjutkan kembali pekerjaannya.

Xiao Zhan sendiri selain seorang ahli forensik, ia juga merupakam putra dari komandan besar kepolisian Beijing. Walau sang ayah memiliki jabatan, ia bekerja karena kemampuannya sendiri.

Setelah sang ayah pergi, ia pun langsung mencari tahu tentang lelaki dalam foto tersebut.

Ketika suara klik terdengar, monitor pencarian pun menunjukkan beberapa data tentang Yibo.

[Mantan detektif yang beralih profesi menjadi petinju karena ingin balas dendam terhadap kematian sang adik. Kabarnya pembunuh tersebut adalah mafia tinju yang memiliki kekuasaan. Ia biasanya mengadakan pertandingan dengan iming-iming uang. Ketentuan pemenang dalam tinju ini adalah K.O sampai salah satu dari mereka mati]

Hatinya pasti sakit kehilangan adiknya.

Xiao Zhan kembali membaca artikel tersebut sambil mengunyah camilannya yang ada di dekat komputer.

Sedangkan di tempat berbeda, terlihat seorang lelaki sedang duduk dengan kepala tertunduk. Tangannya yang diperban mengepal kuat saat namanya kemudian dipanggil.

“Yibo, satu jam lagi giliranmu,” ujar seorang lelaki yang merupakan pembawa acara tinju tersebut.

Sebenarnya acara ini digelar tanpa izin dan sangat ditentang kepolisian, tapi antusias masyarakat yang besar tak bisa menutup tempat ini.

Lomba tinju dengan hadiah utama uang senilah 200 juta yuan sebenarnya tak sebanding dengan banyaknya nyawa yang melayang. Mereka yang tertarik dalam kompetisi tinju ini rata-rata orang-orang yang terlilit hutang. Entah pada rentenir, bank, maupun perorangan.

Namun, Yibo datang ke tempat ini bukan karena uang, ia hanya ingin mengungkap kebenaran tentang kematian adiknya yang mati karena mengikuti permainan ini.

Yibo sempat meminta izin kepolisian untuk menurunkan surat tugas untuknya menyelidiki skema permainan tinju ini, tapi banyak hal yang harus Yibo langgar agar bisa mencapai titik ini. Baginya, mengundurkan diri adalah hal terbaik sehingga ia bisa fokus dengan jalannya sendiri tanpa membawa nama kepolisian. Terlebih respon kepolisian yang terkesan menutup mata kasus sang adik begitu saja.

Saat ini ia sudah mencapai perempat final. Itu artinya, Yibo sudah mengalahkan hampir ratusan penantang  di ring. Jika ia masih berstatus detektif, tentu hal ini sangat bertentangan dengan peraturan kepolisian, tapi anehnya kenapa tak ada satu pun pihak pemerintahan yang bisa menembus tempat ini?

Sehebat apa dalang dibalik semua ini hingga bisa membungkam pemerintahan?

Yibo pun berdiri dengan tegap. Matanya berkilat tajam tanpa rasa takut. Ia ingin menang dan melawan ketidakadilan pada sang adik. Tak ada penelusuran maupun investigasi ketika adiknya ditemukan tewas. Padahal sudah jelas banyak bukti mengarah pada kompetisi tinju ini.

INFO PDF YOONA ♡Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang