79 - END

67 28 0
                                        

Setelah kejadian itu, Natasha langsung dibawa kerumah sakit. Sedangkan Nicholas langsung dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di Australia. Kini mereka tengah menunggu hasil lab Natasha. Tak lama sekitar 30 menit dokterpun keluar. Alex dengan cepat langsung menghampiri dokter dengan perasaan campur aduk.
"Gimana istri saya??"

"Syukurlah tidak ada luka serius, hanya saja lehernya yang tadi sedikit robek karna bekas sayatan yang terlihat baru"

Plak

"Arrkhh" ringis Alex langsung memegang lengannya yang ditampar oleh Alora.

"Udah dibilang jangan gegabah.. kalau ga ada ventilasi tadi bisa mati bini lo ditangan tuh bajingan" kesal Alora menatap tajam kearah Alex.

"Iya iyaa maaf deh.. maaf yaa.." ucap Alex mempoutkan bibirnya dan menggoyang-goyangkan lengan Alora dengan manja.

"Apaan sih manja manjaan lo ama bini gue" ucap Jerry langsung menarik Alora dari hadapan Alex.

"Santai kali" mereka semua hanya terkekeh melihat pertengkaran kecil antara Alex dan Alora yang sudah seperti adik dan abang. Setelah itu mereka langsung menuju ruangan Natasha, Alex langsung berlari menghampiri istrinya dan memeluk dengan erat. Sementara Alora masih diam enggan berbicara dengan Natasha ataupun menatapnya.

"Sapa gih, dia juga lagi hamil tau.." bisik Alex tiba tiba menjauh dan memberi ruang kepada Natasha dan Alora agar mereka menyelesaikan masalah mereka berdua. Tidak hanya Alex bahkan semua dari mereka keluar dari ruangan membiarkan mereka berdua diruangan. Alora terkejut tiba tiba saja ia yang tadinya merangkul Jerry lepas begitu saja dan pergi meninggalkannya. Jerry mengode agar Alora tetap disana untuk tidak mengikutinya keluar ruangan.

Kini tinggallah mereka berdua disana, dengan perasaan canggung, Alora menyilangkan tangannya dan masih enggan berbicara bahkan menatap kearah Natasha yang terbaring lemah diranjang rumah sakit.
"Al.." lirih Natasha dan mengisyaratkan Alora untuk mendekatinya. Dengan rasa malasnya Alora duduk dikursi yang tersedia dekat ranjang Natasha dengan tangannya yang masih menyilang tanpa menatap kearah Natasha sedikit pun.

"Al, liat sini dong.." ucap Natasha dengan nada manjanya seperti anak kecil.

"Ck, apaan sih manja banget udah tua juga" sindir Alora menatap tajam kearah Natasha. Sedangkan Natasha sendiri malah tersenyum manis kepada Alora lantaran akhirnya ia mau melihat kearahnya.

"Aku minta maaf ya.." seketika air mata Natasha lolos dari sudut matanya membuat Alora tak tega melihatnya.

Plak

Alora menampar tangan Natasha dengan pelan, "kamu sih ngapain coba pake segala rengek rengek ga jelas trus nyendiri kaya bocah tengik baru puber tau gak!!" kesal Alora menatap Natasha dengan tatapan tajam.

"Ya yaa maaf.. ini semua emang salahku.. maafin ya.."

"Hm.."

"Ah Alora.. ayo dong.. maafin yaa.."

"Ish iya iya bawel amat sih"

"Hmm sensian yaa bumil ini.." goda Natasha mencolek perut Alora yang terpampang jelas.

"Ih apaan sih Nath geli ah.. jangan ngelunjak ya kamu.." ucap Alora dengan senyumannya. Mereka berdua saling bertukar tawa satu sama lain melupakan masalah yang telah berlalu. Dari balik pintu terdengar tawa mereka satu sama lain membuat Jerry, Alex dan yang lainnya tersenyum.
.
.

Hari demi hari mereka jalani, bahkan Natasha yang kini telah sukses menjadi bintang terkenal bersama partner nya Alora. Bahkan film nya yang sudah sukses dan tayang dimana mana hingga penjuru dunia.

Bahkan saat proses kehamilan Alora masih bisa menjalankan rutinitasnya seperti biasa namun, dengan jadwal yang tidak terlalu padat berbeda dengan Natasha. Alora sudah melahirkan anak pertamanya bernama Alzivara Keyrano Rasya yang kini telah beranjak usia 3 tahun.

ALORA [END] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang