Sore harinya kini mereka berkumpul dirumah Revan melepaskan kerinduan mereka satu sama lain. Geng Asgard, Vortex, dan Phantom juga ada disana, mereka semua saling berpelukan melepas rindu satu sama lain. Terkecuali Albern yang hanya diam menikmati kesendiriannya tanpa berniat bergabung dengan perkumpulan mereka.
"Alora.. kangen banget guee sama lo... ih makin cantik aja... udah kek bocil pengen gue unyel unyell hmmm...." gemes Daren tak henti hentinya memeluk Alora dan memainkan pipinya.
"Udah daritadi juga lo unyel unyel Ren" jawab Tristan memasang wajah datarnya kepada Daren.
"Biarin wlee....urusan lo ape hah? Al lo jadi anak gadis gue ajaa yaa.. iihhhhhh gemes bangettt guee ama luu Aloraa...." Daren terus terusan memainkan pipi Alora seperti layaknya squisy. Sedangkan Alora sendiri hanya diam membiarkan Daren melakukan itu kepadanya. Sedangkan Alora sendiri daritadi asik bermain kartu uno bersama Zio, Jeje, dan Riki.
"Udah elahh.. daritadi lo ama Alora dehh.. gantian anjirr woii.." kesal Jack rasanya ingin menarik Alora dari sana.
"Ddih sirik aje sih lu Jack baru juga main guee ama Alora" ucap Daren makin mempererat pelukannya dari belakang.
"Kakk ini mending ikut main deh.." ucap Alora menatap Daren dengan tatapan tajamnya.
"Hmmm gakmauu.. unyel unyel lo lebih asik.." Daren tetap mempererat pelukannya menyandarkan dagunya di pundak Alora.
Jerry kini tengah tertawa duduk bersama Revan, Levi dan Jerico dari kejauhan memantau calon istrinya yang tengah diganggu bagaikan anak kecil oleh anggota Vortex, Asgard, dan Phantom terkecuali Albern.
"Ga beres beresnya Daren unyel unyel si Alora Jer.. tapi emang pipinya makin tembem yakk walaupun body nya masih aduhai. Eh si Albern nyendiri... kenapa dia?" tanya Revan penasaran.
"Lagi ribut sama Alora dia.." jawab Jerry dengan santai meneguk alkohol miliknya.
"Lah? Ribut bocah? Perkara apaan?" tanya Levi dan Jerico yang juga penasaran mendekat kearah Jerry untuk mendengarkan.
"Kepo amat lu berdua pada" jawab Jerry dengan tatapan sinisnya. Jerico dan Levi mempoutkan bibirnya tepat didepan wajah Jerry membuatnya bergidik ngeri.
"Ahh elah.. cerita dong.." rengek Levi menggoyang goyangkan lengan kekar Jerry, ia menarik tangannya dari genggaman Levi dan akhirnya menceritakan semua apa yang terlah terjadi sebelumnya. Mereka bertiga mengangguk paham dan melirik kearah Revan.
"Apaan liat liat" sinis Revan menatap tajam kearah Levi dan Jerico bergantian.
"Mak lo suka rese emang yaa kagak berubahnya.. untung ada lo Jer, penyembuh hati Alora.. azeekkkk mantep gak?"
"GILA YA LO ANJING!!! KENAPA LAGI SIH KAK?! OTAK LO DI DENGKUL APA DI KEPALA SIH?!" Jerry dan ketiga temannya langsung menatap kearah sumber suara dimana ada Alora dan Albern berdiri hadap hadapan dengan raut wajah tegang milik Alora.
PLAK
"Biadap lo kak!!" tiba tiba Alora menampar pipi Albern dengan keras membuat sudut bibirnya mengeluarkan cairan merah pekat.
"Gue gak sudi punya kakak kayak lo!!!" Alora langsung berlari kekamar
BRAK
Pintu dibanting keras oleh Alora sehingga membuat suaranya menggema dengan keras masuk kedalam gendang telinga mereka. Jerry dengan bergegas ia menyusul kekasihnya kekamar, sedangkan Revan, Jerico, dan Levi mendekat kearah Albern dan yang lainnya bertanya dengan apa yang sudah terjadi. Semua orang tak berani menjawab pertanyaan Revan dengan apa yang sedang terjadi saat ini sampai akhirnya..
"Kalau lo pada gakmau jawab ga ada seorang pun yang boleh ketemu Alora lagi termasuk lo Albern!!" sentak Jerry. Akhirnya dengan keterpaksaan hati Albern pun menceritakan semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALORA [END] ✔
Romansa"Kita ga seharusnya mempunyai hubungan ini kak.. ini salah.." "Aku tau Alora.. aku tau ini salah.. tapi aku ga akan lepasin kamu gitu aja.. rasa cinta aku melebihi semuanya Alora.. hargai aku.." "Kak hubungan ini akan menjadi racun buat masa depan k...
![ALORA [END] ✔](https://img.wattpad.com/cover/374331966-64-k120906.jpg)