27 - Party kelulusan

25 11 0
                                        

Saat ini pukul 11.00 malam Revan yang sedang lembur di kantor nya pun di kagetkan dengan pesan dari tetangga nya mengatakan bahwa pintu rumah nya terbuka begitu saja dan berfikir ada pencuri yang sedang masuk

Revan panik dan langsung bergegas pulang kerumah nya. Namun saat begitu sampai ia melihat ada 3 motor yang dirasa ia kenali, saat akan masuk terdengar suara seperti orang marah di dalam sana

"Bangsattt brengsekkk aarrrrrkkkkhhhhh sialan..."

Revan terkejut dengan suara itu pun langsung masuk dan terlihat Albern, Jack, dan Stevano yang terduduk dengan wajah lelah penuh lebam itu

"Loh?? Albern, Jack, Stevano?? Ada apa apaan ini??" Kaget Revan

"Ba.. bang Revan.." gugup Albern langsung berdiri menghadap Revan

"Apa yang terjadi disini???" Tanya Revan khawatir

"Alora.. Revin menyamar dan berhasil kabur , entah apa yang dia lakukan ke Alora sehingga membuat Alora begitu hancur.." jelas Jack menunduk

"Alora..." gumam Revan langsung menuju ke kamar nya namun dengan cepat Jack berdiri dan menahan nya

"Jangan.. Alora lagi tidur.. biarkan saja bang... dia baru aja tertidur.." ucap Jack

"Biarkan aku melihat nya sebentar" mohon Revan melepaskan tangannya dari genggaman Jack dan beranjak ke kamar nya dengan pelan di ikuti oleh Albern

Perlahan Revan membuka pintu kamar nya dan terlihat Alora sedang tertidur pulas dengan wajah sembab nya, air mata yang masih keluar dari sudut mata nya dan isakan kecil yang masih terdengar

Albern menunduk melihat keadaan Alora yang sangat hancur di buat oleh Revin. Revan sendiri menatap Alora dalam dan geram dengan Revin

"Berani berani nya dia masuk dan melakukan ini" gumam Revan

"Ini salah gue bang.." ucap Albern menunduk

"Jangan salahin diri lo Al.. ini karna gue lalai.. padahal dia sudah menjadi tanggung jawab gue.. ayo keluar" ajak Revan tak ingin mengganggu tidur Alora, Revan pun keluar namun tidak dengan Albern yang masih betah menatap Alora dengan wajah sembab nya

'Ga terbayang bagaimana tangis mu memohon dan meminta tolong disaat kalian hanya berdua... maafkan aku..' ucap Albern dalam hati dan keluar dari kamar Revan

"Istirahat lah kalian disini" ucap Revan menuju ke kamar tamu. Albern, Jack, dan Stevano saling bertatapan sebentar dan langsung menuju kamar tamu yang satu nya

Keesokan hari nya Alora menjalani hari seperti biasa, awalnya Revan dan Albern melarang Alora untuk bersekolah namun karna kekerasan hati Alora akhirnya mereka mengizinkan nya namun tetap memantau Alora dan tidak meninggalkan nya sendiri

Tak terasa sudah 2 tahun berlalu akhirnya Alora pun lulus dengan nilai terbaik nya di sekolah nya

Elysia International School

"Selamat yaaa sayangg..." ucap Albern mengecup pipi Alora dan bibir Alora

"Makasii sayang.." ucap Alora membalas Albern dengan senyuman

"Selamat yaa Al.." ucap Jeje merangkul Alora dan memeluknya erat

"Hihi terimakasih kak..." ucap Alora membalas pelukan Jeje

Semua geng Phantom Predators hadir dalam acara kelulusan Alora

"Eh kita jadi ngumpul sama anak Thunder Wolves kan?" Tanya Stevano

"Jadi.. gue udah kabarin Jasson kok, ntar malem acara nya.." ucap Albern yang sibuk ber mesraan dengan Alora

"Yaudah langsung pulang kalau gitu biar istirahat dulu Alora.." ucap James yang rasanya sangat ingin bertemu dengan kasur nya

ALORA [END] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang