75 - Pernikahan

51 25 2
                                        

Kini Alora tengah duduk didepan meja rias bersama Jerry yang setia memeluk calon istrinya dari samping sambil mengelus surai panjangnya. Ia menatap pipi yang memerah akibat tamparan keras dari Natasha tadi membuatnya tak tega dengan apa yang dialami Alora.
"Jangan kamu menatapku kaya gitu.. kamu taukan aku ga suka dikasihani" ucap Alora dengan sinisnya menatap tajam kearah Jerry dari pantulan cermin.

"Hmm mana ada orang aku kasinya tatapan cinta kok" jawab Jerry membuat Alora tersenyum kekeh dengan jawaban pria disampingnya itu.

"Aku gabisa salahin kamu disini, tapi aku juga gabisa salahin Natasha karna dia.." tiba tiba Jerry tidak jadi melanjutkan ucapannya lantaran Alora yang langsung menatap dengan sorot mata tajam kearah dirinya.

"Mau sampai kapan masalah ini ga akan selesai sayang.." ucap Jerry malah mengenduskan kepalanya ke leher Alora yang terpampang jelas itu.

"Mana aku tau, mereka duluan yang memulai pertengkaran denganku, seandainya juga dia tidak datang dan menamparku menuduhku seperti itu apa menurutmu ini semua akan terjadi? Jika saat bertemu tak sengaja di Aussie minggu lalu dan mereka tidak mempermasalahkannya apa ini semua akan terjadi? Tidak. Maka dari itu aku tidak ingin di salahkan seperti itu, dan aku juga melakukan apa yang seharusnya aku lakukan menjadi calon istrimu dengan baik. Dih bisa bisa nya kamu malah membahas itu denganku, kamu mendukung aku apa dia sih? Yang bakal jadi istri kamu itu aku apa dia??" kalimat kalimat yang dilontarkan Alora itu semua membuat Jerry malah terkekeh gemas dengan sikap calon istrinya itu yang menunjukkan sisi kecemburuannya kala Jerry yang malah membela Natasha.

"Jadi.. wanita aku ini cemburu hm.." ucap Jerry dengan suara dan tatapannya menggoda Alora.

"Ddih, siapa bilang aku cemburu, aku hanya marah karna kamu membahas dia disaat aku lagii marah dengannya" Jerry hanya mengangguk paham mengiyakan ucapan wanitanya itu.

"Baiklah, baik.. jadi bagaimana pernikahan kita.. apa di.."

"Tidak, aku tidak ingin diundur lagi.. aku ingin memiliki baby denganmu.. kita lakukan pernikahannya hari ini, ayo" Alora pun langsung keluar dengan menarik tangan Jerry. Disana sudah ada geng Asgard, Phantom, Vortex, dan Thunder. 
"Alora..." teriak Cecilia dan Jesica berlari memeluk Alora dengan erat melepaskan kerinduan mereka yang sudah lama tidak bertemu.

"Hai.. apa kabarnya kalian, makin cantik aja nih.." ucap Alora membalas pelukan hangat mereka dengan erat.

"Iyaa dong.. suaminya cakep ya istrinya juga harus gitu loh..." jawaban mereka berdua membuat Alora terkejut. "What? Udah official aja nih?? Gila.. selama aku tinggal udah sah aja nih.." ucap Alora dengan senangnya.

"Kamu sih.. sibuk banget yaa di Aussie sampai lupa pulang kesini lagi, eh gataunya pulang pulang malah bawa kabar nikah sama kak Jerry" ucap Cecilia mempoutkan bibirnya terlihat seperti anak kecil.

"Maaf atuh cil.. janji deh abis ini bakal sering balik ke Indo kalau senggang okey.. abis itu kita shoping bareng.. lagi" ucap Alora tersenyum kepada mereka berdua. "Janji yaa" Cecilia dan Jesica mengangkat jari kelingkingnya, Alora pun menautkan kelingkingnya berjanji akan sering pulang ke Indonesia.

Kini Alora pun kembali melaksanakan pernikahannya dengan sangat bahagia, tak lupa ditemani oleh semua abang Jerry. Terlihat Jevran yang menangis karna Alora sudah menjadi wanita dewasa dan akan menjadi seorang ibu.
"Kak.. ih mau nangis sampe kapan atuh.. liat tuh gantengnya jadi berkurang.." ucap Alora terus terusan memeluk Jevran dan menyeka air mata pria didepannya ini.

"Ngebayangin kek dulu masih kecil kecil bocah kelas 5 SD nyari pekerjaan kesana kesini, belum lagi badan muka pucet badan lebam karna papa kamu itu.. bikin aku pengen balik kemasa lalu trus angkat kamu jadi adekku buat selamanya tau.." jawab Jevran yang masih sesegukan menatap Alora.

ALORA [END] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang