"Kita ga seharusnya mempunyai hubungan ini kak.. ini salah.."
"Aku tau Alora.. aku tau ini salah.. tapi aku ga akan lepasin kamu gitu aja.. rasa cinta aku melebihi semuanya Alora.. hargai aku.."
"Kak hubungan ini akan menjadi racun buat masa depan k...
"Apa saja yang dilakukan bajingan itu padamu.. aku ingin kamu jujur.. jangan ada yang di tutupi.. atau kamu ku hukum malam ini..." Albern menatap tajam ke arah Alora
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sayang... aku.."
"Jangan bohong Alora.. tanpa kamu sadari kamu menunjukkan luka pada punggung bahu dan paha mu itu.. apa kamu masih ingin menyembunyikan hal itu?? Sampai kapan akan kamu sembunyikan dari ku.."
"Akuu.. aku minta maaf.." Alora menunduk takut menghadapi Albern jika sudah di puncak emosi nya
"Kenapa Alora?? Kenapa???!! Kenapa kamu malah sembunyiin hal ini dari aku??? Hah?? Mau sampai kapan kamu rahasiakan dari aku.. untung nya aku mengetahui sendiri Alora.. aku akan lebih marah jika aku mengetahui dari orang lain.." ucap Albern tak percaya dengan apa yang di lakukan Alora
"Maafkan aku.. aku hanya takut.."
"Takut kenapa?? Takut aku kecewa?? Al.. aku sayang sama kamu.. semua ini bukan karna kesalahan mu, kenapa mesti takut??"
"Aku takut kamu kecewa sama aku.. aku takut kamu marah sama aku... aku takut Al... aku takut kamu akan jijik sama aku.." ucap Alora menatap Albern dengan berani. Albern pun berusaha mendekati Alora
"Sayang.. jangan berfikir seperti itu.. aku tidak.."
"Cukup.. tinggalkan aku sendiri" ucap Alora menjauh dari Albern
"Apa yang ia lakukan saat lampu dimatikan??"
"Dia memperkosa ku.. dia sudah merebutnya.. maaf aku membohongi kalian semua.." ucap Alora, seketika Albern terdiam dan mengepalkan tangan nya. Alora yang melihat itu sedikit ada rasa takut jika Albern akan melakukan nya juga kepada nya. Albern dengan geram langsung menarik Alora dan membuka dress nya perlahan
"Al.. kamu ngapain sih.." ucap Alora memberontak
"Diam atau kau ku hukum" Alora pun terdiam dan membiarkan Albern membuka pakaian nya. Albern menatap semua lebam pada tubuh Alora dengan wajah kesal nya
"Maafkan aku.."
"Kamu ga salah.. aku yang salah tidak menjaga tubuhku.." ucap Alora menunduk
"Hey liat aku.." Alora pun mengangkat wajah nya menatap Albern yang berusaha menahan emosi nya
"Aku yang salah lalai menjaga mu.. maafkan aku.." ucap Albern menatap Alora dalam
"Aku tidak menyalahkan mu.. disini aku juga.."
"Ssstt.. tidak, jangan salahkan dirimu lagi.. aku tidak ingin mendengar pengakuan itu.." perlahan Albern mendekati Alora akan mencium nya namun Alora menjauh dan menolak nya untuk pertama kali
"Aku ingin membersihkan bekas bajingan itu..." ucap Albern menatap Alora tajam
"Tidak.. jangan sentuh aku.. aku sudah hina... tidurlah" Alora pun merebahkan badan nya membelakangi Albern dan langsung tidur. Albern kesal dan langsung keluar dari kamar