6 hari kemudian, tepat pada H-1 menjelang pernikahan Alora dan Jerry. Mereka sudah menjalankan semuanya dengan sangat matang. Hari ini ia memutuskan untuk berkumpul dengan para geng Asgard, Vortex, dan Phantom. Namun, sebelum itu ia meminta Jerry untuk mengantarkannya ke lapas dan akhirnya berbicara dengan Revin setelah sekian lamanya.
"Hai" sapa Revin tersenyum manis kepada Alora. Begitupun Alora yang membalas senyuman manisnya kepada Revin.
"Udah lama ga ketemu.. apa kabar?"
"Baik... sangat baik"
"Hm.. baguslah, apa Jerry memperlakukan kamu dengan baik?" tanya Revin, sungguh hatinya sakit bertanya hal ini kepada Alora. Rasanya ia sangat ingin menggantikan posisi Jerry untuk membahagiakan Alora, namun, mau takmau ia harus menuruti keinginan ibunya untuk dijodohkan dengan oranglain.
"Baik, dia memperlakukan ku dengan sangat baik... selama hampir 3tahun aku menjalani hubungan dengannya.. ya.. aku bisa menyembuhkan hatiku. Bagaimana denganmu? Apa ibu mu selalu menuntutmu dengan perjodohan SIALAN itu?" Alora dengan sedikit menekan kata sialan dalam ucapannya, bohong bila ia mengatakan tidak sakit hati perkara perjodohan yang dipaksa oleh kedua belah pihak antara ibu Revin dan orangtua siperempuan.
"Apa ibuku masih menemui kamu untuk membicarakan itu? Apa kamu baik baik saja? Kamu ga ketemu sama perempuan itu kan?" tanya Revin dengan rasa khawatirnya. Ucapan perempuan itu sempat mengacam nyawa bila Alora masih nekat menganggu hubungannya dengan Revin.
Flashback on
Tepat 3 tahun yang lalu saat Alora kembali ke Indonesia bersama Jerry untuk berpulang karna liburan dan sekaligus bertemu dengan Alex membicarakan tentang buku yang sewaktu lalu ia berikan kepada Alora dibandara.
Kini Alora sudah duduk didepan Alex dengan hembusan nafasnya yang terdengar jelas oleh Alex namun, masih belum mengeluarkan satu kata pun untuk memulai pembicaraan. Begitupun Alex yang tak tau ingin memulai pembicaraan apa, dengan tarikan nafas panjang akhirnya Alora memulai pembicaraan.
"Terimakasih telah menyadarkanku kak"
"Apa ini tentang buku itu?" tanya Alex penasaran. Alora mengangguk pelan menjawab pertanyaan Alex dengan senyumannya yang merekah seakan bahagia.
"Lalu.. apa rencana mu kali ini Al?" tanya Alex lagi.
"Aku akan menunggu kak Revin dan memulai hidup bahagia dengannya"
"TIDAK!!" sentak seorang wanita dari belakang Alora membuat mereka berdua mengalihkan pandangannya menatap wanita paruh baya itu dengan tatapan bingungnya. Tiba tiba saja dengan berani Alex berdiri dan berbicara seolah sudah mengenal wanita itu dari lama.
"Jangan pernah bawa Revin kedalam masalah anda lagi nyonya, kau sudah membuangnya dari lama. Sekarang kau menolak itu terjadi? Saya tidak akan pernah membiarkan teman saya masuk dalam perangkap busuk anda lagi, atau.. anda akan menyesali semuanya"
"Jangan kau pernah berani membantah saya Alex"
Percakapan antara Alex dan wanita itu membuat Alora berdiri menatap mereka bergantian dengan raut wajahnya yang sulit diartikan. Apa yang dimaksud dan dibicarakan mereka sebenarnya? Dan wanita ini...
"Ibu?? Sinta?"
"Iya saya Sinta, ibu Revin. Sekarang mengertikan kenapa saya tidak pernah peduli dan kejam denganmu selama disekolah? Itu karna kamu pembawa sial untuk anak saya dan kamu.."
"CUKUP BU SINTA!! Jangan anda berani menyalahkan oranglain atas yang terjadi dengan anak anda!!" sentak Alex dengan beraninya membawa Alora kebelakang Alex menjauh dari bu Sinta.
"K-kak Alex.."
"Diam Alora!! Dia sudah bertindak seenaknya, tidak menganggap Revin anaknya dan sekarang? Seenaknya saja menjodohkan Revin dengan wanita sialan"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALORA [END] ✔
Romansa"Kita ga seharusnya mempunyai hubungan ini kak.. ini salah.." "Aku tau Alora.. aku tau ini salah.. tapi aku ga akan lepasin kamu gitu aja.. rasa cinta aku melebihi semuanya Alora.. hargai aku.." "Kak hubungan ini akan menjadi racun buat masa depan k...
![ALORA [END] ✔](https://img.wattpad.com/cover/374331966-64-k120906.jpg)