12 - Alora gamau pulang

45 15 0
                                        

Keesokan paginya Alora pun terbangun dengan pakaian yang sudah diganti

"Euuugghhhh aarrkkhh" lenguh Alora sambil memegang kepalanya yang masih terasa sakit. Memori semua tentang bagaimana papanya kasar terhadapnya masih terus berputar di kepala nya

Tok tok tok
Ceklek

"Nona.." panggil bu Risa

"Ah iyaa bu" ucap Alora berusaha duduk dari tidurnya

"Apa nona sudah baikan?" Tanya bu Risa khawatir

"Al sudah merasa lebih baik kok bu.." ucap Alora tersenyum

"Ibu khawatir padamu nak.. apa yang terjadi semalem benar benar diluar kendali..." ucap bu Risa menunduk sambil meletakkan seragam Alora diatas meja

"Tidak apa bu.. terimakasih seragam nya.. Al udah gpp kok"

"Baiklah nak.. segera lah, Revan akan menunggu mu dibawah" ucap bu Risa pamit keluar

"Kak Revan.. apa semalem itu kak Revin.. tapi ga mungkin.. soalnya dia terlihat biasa aja didepan temannya bahkan kak Jerry.. kak Jerico kak Levi juga.." gumam Alora

"Ah sudahlah.. nanti ajaa.." ucap Alora bergegas siap siap ke sekolah

Saat turun kebawah terlihat Revan, Levi dan Jerico yang sedang sarapan bersama

"Bisa aja yang kemarin bukan kak Revan, tapi..."

"Alora.." panggil Revan, seketika Alora ketakutan nya muncul saat Revan menatapnya

"Pagi kak" sapa Alora tanpa menatap Revan

"Pagi, mari sarapan bersama" ajak Revan, sedangkan Levi dan Jerico yang paham hanya menatap ke arah Alora

"Em.. Al tidak sarapan kak mau langsung ke sekolah, terimakasih" ucap Alora menolak dan langsung pergi begitu saja

"Alora.. tunggu" Revan berdiri dan mengejar Alora keluar

"Alora..." ucap Revan menahan tangan Alora, namun ditepis begitu saja

"Ja.. jangan sentuh Al kak" ucap Alora takut

"Kamu itu kenapa?" Tanya Revan bingung namun Alora hanya menjawabnya dengan gelengan

"Alora..." panggil Jevran dari belakang, Alora melengah, menatap Revan sebentar dengan tatapan seperti ketakutan dan langsung pamit berlari ke arah Jevran

"Al.. pergi kak" sedangkan Revan hanya menatap bingung ke arah Alora. Ia berfikir apa semua ini karna bentakan Jerry kepadanya, atau ada hubungan nya dengan Revin

Revan kembali masuk dan menatap Levi dan Jerico penuh tanya

"Alora mana van?" Tanya Jerico

"Tadi dijemput sama bang Jevran.. Ric kemarin Revin ngobrol sama Alora berdua doang?" Tanya Revan dan di angguki oleh Jerico

"Tatapan Alora kaya takut sama lo van" ucap Levi yang masih sibuk dengan sarapannya

"Gue juga ngerasa gitu Lev.. kalian gatau apa yang mereka bilang?" Tanya Revan penasaran

"Ga ada yang tau van.. kita semua ngira nya itu kemarin elo bukan Revin.. penyamaran kembaran lo itu legend.. gue udah temenan sama lo 15tahun kagak bisa bedain gimana caranya.." jelas Levi

"Semua orang ga ada yang tau tentang kembaran lo itu van... identitas nya bener bener susah di ungkap.. dari awal juga mama lo kan yang sengaja sembunyiin identitas kembaran lo itu karna bakal merusak reputasi pekerjaan mereka dengan kenakalan Revin.. pada nyata nya lo liat sekarang.. reputasi mama papa lo tetep hancur karna perselingkuhan dan kekerasan rumah tangga.. dan Revin menjadi jadi van.." jelas Jerico yang sudah lelah dengan permasalahan Revin dan Revan

ALORA [END] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang