part 16

170 13 1
                                        

Hai hai
Udah lama ni aku enggak update
Kalian masih nungguin gak cerita ini
Jadi jangan lupa
Komen
Dan
Vote
Ya
.
.
Terima kasih
.
Selamat membaca
.









...mereka semua khawatir Lisa merasa diabaikan. Chang Wook mencoba mencairkan suasana.

“Lisa, oppa, jin, dan Seung Cheol. Kami benar-benar nggak tahu kamu pulang sayang. Tapi oppa dan yang lain nya senang sekali kamu sudah berada di sini sekarang,”
katanya dengan senyum kecil sambil mengusap kepala Lisa.

Seok Jin mengangguk.
“Iya, Lic, maaf. Kalau kami tahu kamu pulang, kami pasti pulang lebih cepat.”

Lisa mengangkat wajahnya, memandang mereka satu per satu. Wajahnya tampak lebih cerah meski masih ada sisa kelelahan.

“Tidak apa-apa, oppa. Aku tahu kalian sibuk. Aku hanya kaget kalian tidak sadar ada cake baru di kulkas. Kupikir itu cukup jelas,”
katanya sambil tersenyum kecil.

Mereka bertiga tertawa lega.

“Jadi, hari ini kamu ada rencana apa, lic?”
tanya Seung Cheol sambil menyeruput kopinya.

“Aku ingin kita semua berkumpul dan makan bersama malam ini. Sudah lama aku tidak menghabiskan waktu bersama  kalian,”
jawab Lisa sambil menyelesaikan rotinya.

"Kamu malam ini mau kita makan malam di luar atau makan malam di rumah saja beby.
Tanya Chang Wook dengan lembut.

"Aku ingin kita makan di luar oppa.
Saut nya dengan ceria.

“Baiklah! Kami akan pastikan malam ini spesial beby,”
kata Chang Wook penuh semangat.

Lisa tersenyum lebar, merasa dihargai dan disayangi oleh ketiga saudara laki-lakinya. Meski kadang mereka terlambat menyadari sesuatu, Lisa tahu mereka selalu ada untuknya.

.
.
.

Malam itu, suasana rumah mereka penuh dengan semangat. Lisa yang biasanya sibuk dengan jadwalnya, akhirnya bisa menikmati waktu bersama ketiga saudaranya. Chang Wook, yang paling tua, sibuk memesan restoran yang cozy untuk makan malam mereka. Seung Cheol memilihkan menu, sementara Seok Jin memerintahkan para pengawal untuk memastikan mobil sudah bersih dan siap digunakan.

“Oppa, kita tidak usah terlalu repot, yang penting bisa berkumpul bersama saja,” kata Lisa sambil tersenyum lembut.

“Ini hari spesial untuk mu sayang, Kalau tidak spesial, bukan gaya kita,”
balas Seok Jin dengan tawa kecil.

"Oppa terlalu berlebihan.
Jawab nya dengan tawa kecil
.
.
Chang Wook, Seok jin, dan Seung Cheol. Sudah rapi dengan pakaian yang mereka kenakan malam ini. Mereka terlihat seperti seorang pangeran jika di dunia dongeng.

 Mereka terlihat seperti seorang pangeran jika di dunia dongeng

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kepolosan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang