Aku update lagi nih
Maaf ya jika
Cerita nya masih
Kurang seru
.
.
.
Jangan lupa komen dan vote ya
Terima kasih
.
Selamat membaca
Malam semakin larut, tetapi Lisa masih terjaga. Ponselnya tergeletak di sampingnya, layar redup tanpa pesan baru. Ia tahu Dokyeom masih menunggu balasannya, dan ia juga tahu bahwa Seung Cheol sedang bergelut dengan pikirannya sendiri. Sementara itu, Seok Jin sudah memberikan nasihatnya—tetapi tetap saja, keputusan akhir ada di tangannya.
Lisa menghela napas panjang. Ia menutup matanya, berharap bisa tidur, tetapi pikirannya tidak membiarkannya beristirahat. Hatinya dipenuhi pertanyaan yang belum terjawab.
---
Keesokan harinya, Lisa memutuskan untuk pergi ke tempat yang bisa memberinya ketenangan—sebuah taman bunga di pinggiran kota yang jarang dikunjungi orang. Ia ingin menenangkan pikirannya sebelum membuat keputusan.
Namun, saat ia baru saja duduk di bangku kayu di bawah pohon sakura, suara yang familiar menyapanya.
"Lice?"
Lisa menoleh dan mendapati Seung Cheol berdiri beberapa langkah darinya.
"Oppa?" Lisa terkejut. "Kenapa kau ada di sini?"
Seung Cheol tersenyum kecil. "Oppa juga ingin menyendiri sebentar."
Lisa menggeser tempat duduknya sedikit, memberi ruang untuk Seung Cheol duduk di sampingnya. Mereka terdiam sejenak, menikmati semilir angin yang membawa aroma bunga.
"Lisa," Seung Cheol akhirnya membuka suara. "Aku tahu kau sedang bingung. Aku tidak akan memaksa atau menekan mu. Aku hanya ingin kau tahu satu hal..."
Lisa menoleh, menatapnya dengan hati-hati. "Weee, oppa?"
Seung Cheol menatap jauh ke depan, matanya menyimpan perasaan yang sulit diungkapkan. "Apa pun yang terjadi... aku hanya ingin kau bahagia lice."
Lisa merasakan sesuatu mencubit hatinya. Seung Cheol selalu seperti ini—menahan diri, menyembunyikan perasaannya, tetapi tetap ada untuknya.
Lisa tersenyum kecil. "Terima kasih, oppa."
Seung Cheol tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia hanya duduk di sana, menikmati kebersamaan dalam keheningan.
---
Sementara itu, Dokyeom sedang berada di kantor nya, tetapi pikirannya terus melayang pada Lisa. Ia sudah berjanji untuk tidak menekan Lisa, tetapi perasaannya semakin sulit dikendalikan.
Ia melihat ponselnya, berharap ada balasan dari Lisa, tetapi tetap tidak ada pesan.
"Apa aku terlalu terburu-buru?" gumamnya pada diri sendiri.
Namun, sebelum ia bisa memikirkan lebih jauh, pintu terbuka. Seok Jin masuk dengan ekspresi serius.
"Kau punya waktu?" tanya Seok Jin.
Dokyeom mengangguk. "Tentu. Ada apa, hyung?"
Seok Jin duduk di kursi di depan Dokyeom. "Aku tahu kau sudah mengatakan sesuatu pada Lisa. Aku juga tahu Seung Cheol berusaha menahan perasaan nya, takut akan kehilangan lisa."
Dokyeom terdiam, tidak menyangkal.
Seok Jin menghela napas. "Lisa adalah adik kecilku. Aku tidak ingin dia merasa tertekan karena harus memilih memilih perasaan nya atau isi pikiran nya."
"Aku tidak ingin menekannya, hyung," Dokyeom menjawab. "Aku hanya ingin dia tahu perasaanku."
Seok Jin menatapnya tajam. "Kalau begitu, kau harus bersiap menerima apa pun keputusannya nanti."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kepolosan
RomanceLisa gadis yang sedikit polos. Ketiga saudara lisa yang teramat sayang, posesif dan mencintai nya. Akan kah kisah lisa berakhir bersama salah satu saudara nya. Atau bersama lelaki yang menjadi pilihan nya.
